Sejarah

1971:
Terbentuknya kebaktian kecil dan aktif dilaksanakan setiap minggu sore, tepatnya di kediaman Bapak. Sukamto, salah seorang staf personalia PT. Ingram saat ini dikenal dengan PT. McDermott. Kebaktian kecil tersebut dipimpin oleh Bapak Sumanto dan Bapak Kartomo dengan jumlah orang saat itu sekitar 15 – 20 orang (5 keluarga dan 10-an Pemuda/i).

1972:
Pada tanggal 16 Maret 1972, atas inisiatif beberapa orang yang dituakan, diadakan Kebaktian Perdana di Base Camp Mc. Dermott yang beranggotakan 18 KK, dipimpin oleh Pdt. P. Simanungkalit (+) dari Tanjung Pinang. Base Camp ini sendiri adalah pemberian PT. Mc. Dermott kepada umat Kristiani Pulau Batam untuk tempat ibadah Gereja Oikumene.

Pada tanggal 27 Mei 1972, kebaktian lalu dipindahkan dan dilaksanakan di bangunan darurat eks PT. Elham, dekat kantor PT. Kurnia Dwi Putra.

Pada tanggal 10 Desember 1972 dilaksanakan permandian (Baptisan) pertama di Pulau Batam, yakni kepada salah seorang anak dari Bapak St. B. Hasibuan/ br. Marpaung yang bernama Ronald Hasibuan. Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai hari berdirinya Gereja HKBP di Pulau Batam dengan jumlah jemaat pada waktu itu berjumlah 30 KK.

1974:
Para jemaat HKBP yang merantau dari Bonapasogit merindukan kebaktian berbahasa Batak. Maka dilakukan pembicaraan rencana tersebut di kediaman keluarga H.J.Sirait/Br. Manurung.

Terjadi kesepakatan dengan Majelis GPIB agar jemaat HKBP dari Bonapasogit dapat melaksanakan ibadah bahasa Batak 3 atau 4 bulan sekali.

Pdt.P.Simanungkalit sebagai Pendeta Resort Tanjung Pinang mengeluarkan surat penunjukan dengan No.12/Res/74, tertanggal 29 April 1974 kepada Bapak B. Samosir dan St. N. Napitupulu sebagai Penanggungjawab Jemaat Gereja Batam yang menjadi resmi bagian pelayanan (pos pelayanan) HKBP Tg.Pinang di Batam.

April 1974 Pendeta P.Simanungkalit mengunjungi jemaat HKBP yang ada di Batam dan mengadakan kebaktian malam di kediaman Bpk.B.Samosir, dan kebaktian ini secara rutin dilaksanakan 2 kali sebulan.

Dibuka pelayanan untuk anak-anak sekolah Minggu.

Surat Penunjukkan B.Samosir dan St. N. Napitupulu sebagai penanggung jawab jemaat di Pos Pelayanan HKBP Batam.

1975:

Kebaktian Minggu resmi terpisah antara GPIB dan HKBP yang berbahasa Batak. Dengan ini ibadah dapat dilaksanakan secara regular dengan 2 denominasi yaitu kebaktian Minggu sore jam 17.00 Wib oleh GPIB dan HKBP pada jam 19.00 Wib.

Kelompok partangiangan jemaat HKBP semakin bertumbuh menjadi 30 keluarga dan 30-an Pemuda/i.

Para pencari kerja dari Bonapasogit semakin hari semakin banyak yang datang ke Pulau Batam dengan dibukanya berbagai perusahaan baru seperti: PT.Tai Sei, PT.Kaputra, PT.Elham, PT.SPP. Pertamina, PT. Kurnia Dwi Putra di samping perusahaan yang sudah ada saat itu yaitu PT.McDermott, PT.Dresser Magcobar, PT.Patra Vickers, PT.Pertamina Tongkang dan PT. Robin. Sehingga jumlah kelompok partangiangan saat itu mencapai 45 keluarga dan 50an Pemuda/i.

Masuknya Gereja Pentakosta dalam hal pemakaian gedung kebaktian “base camp” yang mengakibatkan adanya perubahan jadual ibadah untuk HKBP menjadi jam 20.00 Wib menimbulkan dilema dan kendala di kalangan jemaat/keluarga muda HKBP pada saat itu. Waktu ibadah yang terlalu malam, kondisi jalan sangat gelap (tidak ada penerangan) dan kondisi waktu kerja pada hari Minggu untuk Over Time (OT) membuat jemaat gusar dan berharap ada solusi dari para penatua.

Para Penatua berkumpul membicarakan langkah dan solusi dalam hal jadual kebaktian jam 20.00 Wib. Kesimpulannya agar dilakukan survey ke semua jemaat dengan pilihan ibadah menjadi hari Minggu, jam 10.00Wib.

Dari hasil survey yang dilakukan secara door to door ke rumah jemaat, didapati hasil bahwa 80% jemaat mendukung atau lebih setuju ibadah dilakukan pada hari Minggu pagi jam 10.00Wib.

Dengan data yang ada tersebut dan dengan memikirkan segala kondisi yang ada pada waktu itu, maka pada bulan Nopember 1975, kebaktian Minggu pagi jam 10.00 Wib mulai dilaksanakan.
1976:
Pendeta HKBP Resort Tg.Pinang yang baru, Pdt. F. Panjaitan, yang menggantikan Pdt. P.Simanungkalit, mengadakan pembinaan di Pos Pelayanan HKBP Batam.

Pdt. F. Panjaitan, S.Th melakukan pengangkatan para pelayan (parhalado) di pos pelayanan HKBP Batam, yakni:
– St.N.Napitupulu yang sebelumnya sudah melayani sebagai parhalado di HKBP Pakning Riau menjadi Wakil Guru Huria.
– Mantan Bibelvrouw yaitu Ny. TJ. Pasaribu Br. Butar-butar (+)
– Calon Sintua, yaitu: CSt. B. Hasibuan, CSt. RH. Sihombing, CSt. Pangaribuan, CSt. AP. Nababan, CSt. B.Silitonga, CSt. P.Sitorus, CSt. Sitorus, CSt. RM. Ambarita, CSt. J. Marbun, CSt. Lumbantobing(+), CSt. Siregar, CSt. Hutahaean, CSt. OA Panggabean dan CSt. B.Samosir.
Beberapa bulan kemudian (kurang dari setahun), beberapa calon sintua tersebut menjadi Sintua dan CSt. B.Samosir diangkat Huria menjadi Sekretaris Majelis.

Pos Pelayanan HKBP Batam mengajukan permohonan pemakaian sebuah rumah besar bekas gudang kayu PT. Elham, yang berlokasi di tepi laut bakau dekat perkampungan karet/ kampung Batak ke Otorita Pembangunan Daerah Industri Pulai Batam (OPDIPB) sekarang Badan Pengelolah Batam (BP-Batam).

Pesta Penggalangan dana untuk pembangunan Gereja Baru dilaksanakan di Nagoya, Gedung Bioskop Samiyong – Jodoh.

Renovasi gudang kayu melalui dana swadaya jemaat saat itu dan resmi menjadi Huria na Gok dan masuk dalam Pagaran HKBP Resort Tanjung Pinang -Singapura.

1978:
Laporan akhir tahun pelayanan (BERITCH) yang pertama di Gereja HKBP Batam, Jodoh.

Terbentuk Kepanitiaan Pembangunan Gereja yang permanen dan baru yaitu :
– Ketua: St. B.Hasibuan, Bona Sinaga,SH, E.E. Sihite, dan S.H. Simatupang.
– Bendahara yaitu H.Simamora, W Lbn Tobing(+) dan St. P.Sitorus
Sekretaris: CSt. B.Samosir.

1983:
Peresmian memasuki/pemakaian gedung Gereja baru pada tanggal 18 Desember 1983 yang berlokasi di Lubuk Baja dan sejak saat itu disebut Gereja HKBP Lubuk Baja yang beralamat di Jalan Kamboja No 1.

Terbentuknya punguan kaum Ina Par ari Kamis dengan personil 25 orang.
Terbentuknya Punguan Naposo Bulung dengan personil 30 orang.
Terbentuk Dewan-dewan di Huria antara lain :
– Dewan Parartaon dengan pengurus 3 orang
– Dewan Naposo Bulung dengan pengurus 3 orang
– Dewan Pembangunan Gereja dengan pengurus 12 orang

1985:
Dilakukan penetapan (PL) asli Gereja HKBP Lubuk Baja Batam
April 1985 dilaksanakan pembangunan rumah dinas Pendeta denngan ukuran 7,5 x 10m dan selesai pada Juni 1983. Bangunan ini adalah bangunan permanen yang dikemudian hari mengalami beberapa renovasi dan pada tgl 1 Juni 2012 rumah dinas ini telah dipindahkan dengan pertimbangan efisiensi, tata ruang dan areal parkir yang kurang memadai.

1986:
Melalui Surat keputusan dari Ketua Otorita Batam tertanggal 17 April 1986, mengenai pembebasan lokasi tanah (UWTO) untuk mendirikan Gereja HKBP Lubuk Baja.

Pada bulan Maret 1986, dilaksanakan pembangunan palas-palas Gereja (yang lama dan yang telah direnovasi total) dan selesai pada 31 Oktober 1986.

Pada Jumat s/d Minggu, 14-16 Nopember 1986 dilaksanakan Pesta Mameakhon Batu Ojahan (MBO). Jumlah jemaat pada saat itu sekitar 1200 jiwa (300 KK dan pemuda/i).

1987:
Melalui surat ketetapan dan persetujuan Distrik Sumbagsel dalam hal Persiapan Resort HKBP Batam Singapura

1989:
Melalui surat persetujuan dari Pimpinan Pusat HKBP tertanggal 25 Mei 1989, maka dibentuklah Resort Batam Singapura menjadi salah satu Resort di Distrik XVI Sumbagsel.

Pelayanan semakin dikembangkan karena pertambahan jemaat yang semakin pesat. Oleh karena itulah mulai tahun ini dibentuklah Pos Parmingguan, antara lain: Melchem (Batu Ampar), Batu Aji Lama (Sudah menjadi Ressort), disusul dengan pos-pos yang lain; Batu Aji Baru, Tiban, Kabil, Teluk Bakau, Bida Ayu, Tanjung Piayu, Palmarum Sekupang (Sekarang telah menjadi Persiapan Ressort), Muka Kuning dan Batam Centre.

1991:
Team Survey dari LAPI – ITB melakukan survey untuk pengambilan gambar situasi lokasi Gereja HKBP Lubuk Baja.

1993:
Peletakan Batu Alas (MBO: Mameakhon Batu Ojahan) oleh Ompui Ephorus HKBP, Pdt. Dr. P.W.T. Simanjuntak yang juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Dr. S.M. Siahaan (+).

.

.

.

.

.

.

.

2005:
Peletakan batu pertama pembangunan Gereja HKBP Lubuk Baja-Batam oleh Ompui Ephorus HKBP Pdt. Dr. B. Napitupulu.

2006:
Renovasi total bangunan Gereja lama dan dimulainya pembangunan gedung Gereja yang baru.

18-19 Oktober 2008:
Untuk mempercepat pembangunan gedung Gereja yang sedang berjalan, maka huria mengangkat panitia pesta pembangunan HKBP Lubuk Baja. Pada hari Sabtu dan Minggu, 18 dan 19 Oktober 2008 Pesta Pembangunan HKBP Lubuk Baja telah terlaksana dengan baik.

19 Desember 2010:
Pembangunan Gedung Gereja yang baru ini terus berjalan dengan segala pergumulan yang ada di dalamnya. Namun berkat peran serta dan doa seluruh jemaat, Tuhan telah membuka pintu hati beberapa jemaat yang bersedia meminjamkan dana kepada Gereja antara 10 hingga 200 juta sehingga berjumlah 700 juta. Sehingga pembangunan fisik Gereja ini mencapai 90% dan pada tanggal 19 Desember 2010, bertepatan dengan hari Minggu (Advent IV), jemaat telah memasuki gedung Gereja yang baru.

1 Juli 2012
Mangompoi dan Mameakhon Batu Ojahan (MBO) Gereja yang baru seperti yang ada sekarang oleh Ompui Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Bonar Napitipulu, setelah direnovasi total lebih kurang 6 tahun sejak 2006.

Nama-nama Pimpinan Jemaat yang pernah melayani di HKBP Lubuk Baja:
1. 1972-1974: Pdt. P. Simanungkalit (Tanjung Pinang)
2. 1974-1980: Pdt. F. Panjaitan (Tanjung Pinang)
3. 1980-1983: Pdt. P. Hutapea (Tanjung Pinang)
4. 1983-1985: Pdt. S. Sianturi (Tanjung Pinang)
5. 1986-1989: Pdt. N. Sibarani (Pimpinan jemaat I di Batam)
6. 1989-1990: Pdt. T. Siahaan
7. 1991-1992: Pdt. B. Nainggolan
8. 1992-1993: Pdt. John TD. Nababan
9. 1993-1997: Pdt. MKH. Sirait
10. 1997-2002: Pdt. MM. Simanjuntak
11. 2002-2004: Pdt. B.Panjaitan
12. 2004-2006 Pdt. DP. Simangunsong
13. 2006-2008: Pdt. SR. Marpaung
14. 2008-sekarang: Pdt. JR. Sitorus

Publikasi > Sejarah > HKBP Lubuk Baja, Batam

2 thoughts on “Sejarah

  1. Terimakasih banyak kepada Parhalado/Tim Sejarah HKBP Lubuk Baja (Batam ?) yang telah menyusun Sejarah HKBP Lubuk Baja (Batam ?). Saya sudah mendapat berkat mengetahui sejarah gereja kita HKBP Lubuk Baja (Batam ?). Mohon ada klarifikasi/penjelasan yang mana nama sesuai SK Kantor Pusat HKBP. Gereja kita apakah HKBP Batam di Lubuk Baja atau HKBP Lubuk Baja di Batam. Di photo pertama Pdt dan parhalado ada papan merk HKBP Batam, sejarah pertama di sebut HKBP Batam tapi lama kelamaan disebut HKBP Lubuk Baja, dan di Almanak kita disebut Batam. Salam hormat.

  2. Tambahan satu lagi, kalau boleh di update berita sejarah mulai 2012- sekarang karena sudah mendewasakan huria HKBP Dapur 12 dan Huria Sei Daun dan juga 2 Ressort baru: Ressort Sungai Langkai dan Ressort Tanjung Piayu
    Terimakasih Tuhan memberkati. salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *