Renungan Selasa 5 Juni 2018

Kisah para Rasul 22:16 “dan Sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan”.

Apa masih ada yang ragu akan kebenaran Firman di zaman now ini? Bisa jadi ada, bisa jadi tidak ada. Namun, dari nas ini kita bisa melihat bahwa keraguan masih ada di tengah-tengah orang Yahudi pada waktu Paulus menyampaikan Firman. Keraguan muncul karena kekurangtahuan, kurang pengenalan akan Yesus atau bisa jadi karena kebebalan hati, atau bisa jadi ternyata karena Tuhan tidak memberikan hati taat dan takut akan Tuhan. Sebagaimana kita yakini bahwa iman adalah karunia Roh Kudus (1 Kor 12:3) namun ada orang yang memang benar-benar bebal dalam kehidupan ketika Roh Kudus ingin menguasai hatinya. Manusia diberikan kesempatan untuk mempertimbangkan kehidupannya apakah dia memilih kebenaran atau tidak. Free Will (kebebasan kehendak) yang diberikan Tuhan kepada manusia terkadang membuat manusia lebih memilih hidup jauh dari Tuhan dari pada hidup bersama Tuhan hanya karena keinginan duniawi. Pilihan surgawi dan duniawi acap kali membuat manusia bingung dan ragu mau pilih yang mana. Itu sebabnya, bagi kita, keraguan itu hendaknya kita buang jauh-jauh, atau bisa jadi dikatakan jika kita benar-benar mendengar dan percaya akan Firman Tuhan, maka sedikitpun keraguan tidak akan pernah muncul dalam hati kita.

Keraguan seharusnya tidak perlu ada dalam diri orang percaya, sebab orang yang percaya tidak pernah ragu. Keraguan hanya terjadi bagi mereka yang kurang percaya atau yang tidak percaya sama sekali. Kita tidak mau berada di kedua bagian ini, kita rindu agar kita memiliki iman yang penuh dan kuat sehingga keraguan tidak pernah menguasai atau mengganggu hidup kita. Untuk itu, mari semakin memberikan diri untuk selalu hidup di dalam kebenaran Tuhan, selalu hidup dalam keterikatan dengan Tuhan. Hidup di dalam Tuhan menjadi satu indikasi bahwa dosa-dosa kita sudah dihapuskan, sehingga kita hidup kudus; sebab tidak mungkin Tuhan mau bersekutu dengan orang-orang yang tidak kudus. Sebagai orang yang sudah dikuduskan Tuhan, maka hidup dipenuhi dengan doa dan pujian bagi Tuhan dengan berseru kepada Tuhan di dalam setiap kesempatan. Selamat beraktifitas dan Tuhan memberkati. Amin. (FIS)

Pararat

Leave a Reply

Your email address will not be published.