Renungan Minggu 3 Juni 2018

Wahyu 16:1-7 “Kemahakuasaan Allah atas Dunia”

Tuhan Allah yang adalah “Causa Prima” (penyebab segala sesuatu) artinya, tidak ada satupun peristiwa di dunia ini yang sudah, sedang dan akan terjadi tanpa seijin Tuhan. Tuhan menciptakan, memelihara dan menata dunia ini sesuai dengan cara Tuhan, meskipun terjadi beberapa penyimpangan oleh manusia sendiri yang merusak keutuhan ciptaan.

Tuhan memberi segala sesuatu sudah tersedia (Kej.1) namun manusia merusaknya. Kerusakan itu bermula dari ketidaktaatan manusia kepada Tuhan. Manusia tidak patuh kepada suara atau Firman Tuhan, dan manusia lebih mendengar suara si penyesat (iblis) hanya oleh karena keinginan-keinginan daging. Dengan demikian, tindakan manusia yang merusak itu dipandang tidak baik oleh Tuhan dan dinyatakan manusia jatuh ke dalam dosa. Konsekuensi perbuatan diterima manusia, yaitu hukuman, namun hukuman awal ini tidak setimpal dengan dosa yang dilakukan, di mana seharusnya adalah kematian. Namun Tuhan dengan kasihNya mengampuni dan hanya memberikan “kesusahan” dalam mencari nafkah dan kesusahan melahirkan bagi perempuan (kita pahami kini sebagai pergumulan). Tentu konsekuensi ini terjadi sampai saat ini, lalu kita sebagai orang percaya zaman kini tetap menerima apa yang sudah terjadi ini seraya meminta pertolongan kekuatan dari Tuhan untuk mampu melewati pergumulan-pergumulan yang terjadi dalam kehidupan.

Tuhan dengan kuasaNya, keadilanNya tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan selalu menyertai dan memberkati kita dengan cara Tuhan. Punishment dan Reward bisa menjadi bagian dari keadilan dan kasih Tuhan sebagai konsekuensi serius atau tidaknya kita mengikut Tuhan. Untuk itu, dibutuhkan kesetiaan dalam kehidupan kita untuk percaya dan melakukan Firman Tuhan, di mana Firman Tuhan itulah yang berkuasa untuk mengatur, memelihara dan menata hidup kita. Pribadi dan keluarga atau perkumpulan yang dikuasai oleh Firman Tuhan akan menerima kasih dan kedamaian serta sukacita di dalam perjalanan hidup. Selamat beraktifitas, Tuhan memberkati. Amin. (FIS)

Pararat

Leave a Reply

Your email address will not be published.