Renungan Jumat 6 Juli 2018

Jadikanlah hati ku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh (Mazmur 51:12)

TUHAN MAHA PENGAMPUN

Apa saja yang kita lakukan yang baik atau jahat itu semua bersumber dari hat dan jiwa. Jika pemazmur (Daud) mengatakan “jadikanlah hatiku tahir ya Allah dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh” itu merupakan suatu pengakuan bahwa Daud tidak berkekuatan atau berkemampuan untuk memperbaharui hati dan jiwanya. Hanya Tuhan yang berhak menjadikan tahir dan jiwa yang baru dalam Kasih dan anugerahNya. Jadi setiap orang tidak bisa mengandalkan dirinya, kebaikannya dan kebenarannya untuk menjadikan dia kudus dan baru.

Atas kesadaran itulah Daud datang kepada Tuhan berdoa agar Tuhan menguduskan dan membaharuinya. Mengapa demikian, karena Daud telah berdosa. Daud mengambil istir Uria, yaitu Batsyeba. Dengan sengaja menaruh Uria di depan medan peperangan sehingga Uria mati oleh pedang kesusahan dan penderitaan. Daud selalu dalam kegelisahan tidak tenang hati dan jiwanya. Tuhan menyuruh nabi Natan mengingatkan dan memberitakan hukuman yang akan terjadi baginya karena kejahatannya. Syukurlah Daud mengenal dirinya yang sudah berdosa dan ia menyesali dosanya. Ia berdoa kepada Tuhan untuk keampunan dosanya. Ia memohon supaya Tuhan menaruh kasihNya yaitu mengampuni dia atas segala dosa dan kejahatannya. Daud sunggu menyakini apa yang dikatakan Nabi Yesaya “sekalipun dosamu merah seperti kermizi, akan menjadi putih seperti buluh salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba” (Yes 1:18).

Daud menyadari bahwa orang yang hidup dalam hati yang tahir dan jiwa yang baru itulah yang membawa pembaharuan dalam hidup manusia dan seluruh ciptaan. Karena itu, jikalau ada yang berdosa datanglah kepada Tuhan memohon keampunan dosa. Maka Tuhan akan mengampuni setiap dosa orang yang percaya akan keampunan dosanya, sebagaimana Tuhan mengampuni dosa Daud. Tuhan itu Maha Kasih dan panjang sabar ketika kita datang kepadaNya dan kembali kepada jalanNya maka hati kita akan damai sejahterah. (Biv.T.Br Sihombing)

Pararat

Leave a Reply

Your email address will not be published.