Renungan Harian Selasa 3 Juli 2018

2 Korintus 9:10

“Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu”.

“Jahowah Jireh” (Kej.22:14: Tuhan menyediakan: God provides) adalah sebutan untuk Allah ketika Allah menyediakan kurban bakaran pengganti Ishak yang akan dikurbankan ayahnya Abraham. Sebutan “Yahowa Yireh”diimani sepanjang masa bahwa Tuhan memang menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan manusia, walaupun kadang-kadang manusia tidak dapat melihat dan memahami apa yang disediakan Tuhan. Namun, sebagai orang percaya, kita mengerti bahwa ketika kita membaca renungan ini saja kita sadar bahwa Allah menyediakan kesempatan bagi kita untuk mendapat kesegaran jiwa.

Kita tidak harus menyamakan Tuhan seperti “kantong dora emon” yang selalu bisa mengeluarkan apa saja, ya, apa saja, yang diinginkan oleh teman-teman dora emon. Tentu berbeda sekali, bahwa berhubungan dengan Tuhan, segala sesuatu yang kita butuhkan bukanlah atas ide atau gagasan kita. Kalaupun ide atau gagasan itu ada, bentuknya masih seperti proposal, sehingga kita menunggu persetujuan Tuhan. Tentunya, kita percaya Tuhan akan memberikan apa yang dipandang Tuhan sebagai kebutuhan kita.

Dengan nas ini, sejatinya, Allah menyediakan benih untuk ditabur oleh penabur, mengandung makna bahwa Allah sendiri yang menyediakan sesuatu untuk kita kerjakan. Dalam hal ini saya memiliki keyakinan yang bisa saya bagikan bagi kita bahwa Tuhan sudah menyediakan pekerjaan untuk kita lakukan sebagai jalan Tuhan untuk memelihara hidup kita. Bukankah kita harus berjerih payah untuk makan? (Kej. 3:17) Bukankah dikatakan bagi yang tidak bekerja janganlah dia makan? (2 Tes 3:10). Jadi, bersyukurlah bagi kita yang bekerja; kita sudah mendapat apa yang disediakan Tuhan dan kita harus melakukannya dengan sungguh-sungguh.

Namun, bagi yang belum bekerja, atau bagi yang di PHK, ingatlah bahwa Tuhan juga bisa memelihara umatNya. Allah yang sama yang memberikan Roti Manna bagi umat dalam perjalanan dari Mesir ke tanah Kanaan. Mereka tidak menanam dan tidak menuai, tapi Tuhan memberi mereka roti sehingga mereka bisa bertahan hidup di perjalanan. Kita juga, dengan cara Tuhan, kita masih bisa makan dan minum meskipun kita belum mendapat pekerjaan. Bagi kita yang mengalami hal ini pasti bisa memberikan kesaksian bagaimana Tuhan selalu menyediakan dengan cara Tuhan. Yang penting, kita yakin bahwa Tuhan selalu menyertai umatNya dan memberkati umatNya. Kebaikan Tuhan dipancarkan dalam kemurahanNya yang memberikan kelimpahan bagi kita yang setia kepadaNya. Kelimpahan itu bisa kelimpahan sukacita, kelimpahan hati yang bersyukur terutama kelimpahan dalam kebenaran, setia dalam kebenaran dalam keadaan berkecukupan atau dalam keadaan berkekurangan. Selamat berkarya dalam Tuhan dan bekerja dalam hidup. Tuhan memberkati. (FIS).

Pararat

Leave a Reply

Your email address will not be published.