Renungan Harian Sabtu, 30 Juni 2018

“Apabila dalam memerangi suatu kota, engkau lama mengepungnya untuk direbut, maka tidak boleh engkau merusakkan pohon-pohon sekelilingnya dengan mengayunkan kapak kepadanya; buahnya boleh kaumakan, tetapi batangnya janganlah kautebang; sebab, pohon yang di padang itu bukan manusia, jadi tidak patut ikut kaukepung.” (Ulangan 20:19)

 

Sebagai Bangsa Pilihan Tuhan, Israel yang hidup di jaman itu berhadapan dengan bangsa-bangsa lain. Salah satu caranya adalah berperang. Dalam berperang Israel harus mempersiapkan diri dalam segala hal, baik fisik, mental, maupun kerohanian sebelum berperang. Seorang imam akan mempersiapkan kerohanian Israel dengan menyatakan bahwa TUHAN Allah telah mengalahkan Mesir dengan cara menyertai mereka dalam peperangan ini (2-4).

Berperang membutuhkan strategi dan kepemimpinan yang berwibawa untuk mengarahkan pasukannya (9). Israel harus menanyakan kemungkinan berdamai dengan daerah yang jauh dari Tanah Perjanjian. Apabila perdamaian diterima, maka daerah itu menjadi taklukkan bersama orang-orangnya. Bila tidak, mereka harus mengepung, membunuh, dan merampas kota itu (10-15). Berbeda dengan kota-kota yang menjadi bagian Israel karena orang-orangnya harus ditumpas secara total agar tidak mengajar Israel menyembah kepada allah lain. Dalam peperangan sehebat apapun, Israel tidak boleh merusak lingkungan dengan memusnahkan pohon-pohon yang menghasilkan bahan makanan (16-20).

Peperangan rohani sama seperti peperangan lahiriah sebab harus mempersiapkan banyak hal dan yang belum siap harus mengundurkan diri. Tanpa persiapan matang, sudah dipastikan kita akan kalah sebelum berperang atau kalah telak. Sebelum ikut berperang, kenakan perlengkapan senjata Allah (Ef. 6:11 ) dan arahkan hati dan pikiran kita kepada TUHAN yang memberi kemenangan.Amin.

(Pdt P Manalu,S.Th)

Pararat

Leave a Reply

Your email address will not be published.