Renungan Harian Rabu 4 Juli 2018

Kejadian 8:22

“Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam”

Syalom… Mari kita pastikan kalau kita masih tinggal di bumi. Sudah ya! Bumi yang ada ini karya Allah yang luar biasa di mana semua disusun dan ditata rapi. Daratan, Lautan, Pegunungan, Angkasa, bahkan di bawah tanah memiliki fungsi masing-masing yang semuanya untuk keharmonisan, keutuhan dan integritas ciptaan Tuhan. Beruntungnya, kita merupakan bagian bumi ini. Bersyukurlah kita kepada Tuhan karena ada jaminan, bahwa selama bumi ini masih ada, maka rutinitas bumi berjalan dengan terus menerus.

Manusia menabur dan menuai untuk bertahan hidup dan akhirnya manusia bisa bersyukur akan apa yang dituai yang kita sebut sebagai berkat Tuhan. Menabur dan menuai menjadi aktifitas standar manusia untuk mengisi penyelenggaraan kehidupan yang Tuhan sudah tentukan. Inilah yang harus kita pahami bahwa tidak ada alasan bagi manusia untuk tidak bekerja, sebab sungguh sia-sia dan sangat disayangkan jika hari-hari tidak diisi dengan bekerja. Bekerja membuktikan bahwa manusia diberikan “dunamin” yaitu power atau tenaga untuk berdinamis mengembangkan kehidupannya. Mengembangkan kehidupan yang inovatif dengan talenta yang diberikan Tuhan akan menyenangkan hati Tuhan; alangkah indahnya jika kita tidak menyianyiakan talenta yang diberikan Tuhan kepada kita.

Perlu kita ingat bahwa Tuhan tidak memjadikan rutinitas kita yang monoton atau membosankan; ternyata Tuhan merancang bumi ini dengan musim yang silih berganti yakni dingin dan panas, kemarau dan hujan serta siang dan malam. Pernahkah kita bayangkan bahwa pakaian kita berbeda di setiap musim? Pernahkan kita sadari bahwa setiap waktu kita memiliki aktifitas yang berbeda? Misalnya bekerja di siang hari dan istirahat di malam hari. Suasana iklim kemarau dan hujan juga menambah indahnya atmosfir bumi. Kemarau dan hujan pada waktunya akan menguntungkan kita. Mereka yang mengatakan bosan hidup di bumi adalah orang-orang yang tidak mampu mengenal begitu kreatifnya Tuhan menjadikan bumi serta isinya. Untuk itu, marilah kita lebih dalam lagi menikmati penataan Tuhan di dunia ini. Kita tetap bekerja dan menuai dan menikmati indahnya schedule alam yang terjadi. Selamat berkarya dalam Tuhan. Tuhan memberkati. (FIS)

Pararat

Leave a Reply

Your email address will not be published.