Renungan harian Rabu 1 Agustus 2018

Mazmur 1:1-2

“Berbahagialan orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik,yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Allah dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam”.

Berbahagia adalah kondisi yang dirindukan setiap orang di dunia ini. Segala usaha dan upaya dilakukan semua orang untuk mencapai kebahagiaan. Namun yang dimaksud di sini adalah kebahagiaan yang sejati dari Tuhan, bukan kebahagiaan duniawi. Kebahagiaan sejati adalah kondisi diberkati bagaimanapun kondisi kehidupan, dengan kata lain, meskipun mengalami suka dan duka, tetap berbahagia. Mengapa demikian bisa? Sebab,  kebahagiaan sejati adalah kondisi di mana kita bisa hidup di dalam kebenaran, dan kita tidak mau menempatkan diri atau memposisikan diri hidup menurut nasihat orang fasik atau orang jahat. Hidup kita tidak kita serahkan kepada petunjuk kejahatan. Dengan demikian, secara otomatis kita tidak akan jatuh di dalam dosa dan tidak tinggal menetap di dalam dosa. Perkembangannya juga kita tidak mau bekerja sama dan hidup bersama dengan kumpulan pencemooh atau yang tidak suka akan kebenaran.

Ternyata lagi, kebahagiaan hidup diperoleh karena kesukaan kita akan Taurat Allah yang menjadi pelita bagi kaki kita dan terang dalam jalan kita (Mzm 119:105), di mana Firman Tuhan itu berkuasa untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakukan dan mendidik kita dalam kebenaran (2 Tim 3:16). Taurat Tuhan yang kita renungkan dan kita lakukan siang dan malam (sepanjang waktu) menjadi kekuatan untuk membentuk karakter yang baik sesuai dengan kehendak Tuhan. Karakter yang ideal di mata Tuhan inilah yang menjadi ciri khas orang percaya bahkan menjadi personal branding bagi orang lain, di mana orang lain bisa menyaksikan bahwa kita benar-benar pelaku Firman Tuhan. Jika kita melakukan perenungan siang dan malam akan Firman Tuhan, maka kita akan tercipta seperti pohon yang ditanam di pinggir aliran sungai, yang daunnya tidak pernah layu, dan berbuah pada waktunya dan semua yang kita kerjakan akan berhasil (Mzm 1:3). Ini merupakan jaminan dari Tuhan sebagai reward dan apresiasi bagi setiap orang yang setia kepada Tuhan. Mari kita semakin giat dalam merenungkan dan melakukan Firman Tuhan sepanjang waktu, agar kekudusan hidup kita tetap terpelihara dan hubungan kita dengan Tuhan tetap terjaga. Dengan hubungan yang baik dengan Tuhan, maka kita dapat menerima pencurahan berkat dari Tuhan, yang disebut dengan “semua yang kita lakukan berhasil”. Apakah anda sudah membaca dan merenungkan Firman Tuhan? Berapa sering kah anda melakukannya? Apa yang terjadi setelah anda membaca dan merenungkan Firman Tuhan? Selamat membaca, merenungkan dan melakukan Firman Tuhan. Amin.  (FIS).

Pararat

Leave a Reply

Your email address will not be published.