Renungan Harian Minggu 5 Agustus 2018

Keluaran 13:14

“Dengan kekuatan Tangan Tuhan telah membawa kita keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan”

Karya terbesar Allah dalam Perjanjian Lama adalah peristiwa keluarnya bangsa Israel dari Tanah Mesir, yang dipahami sebagai kebebasan keluar dari perbudakan. Hal ini sejajar dengan karya terbesar Allah dalam Perjanjian Baru, yaitu peristiwa keluarnya umat manusia dari perbudakan dosa di dalam Yesus Kristus. Ini semua dikerjakan Tangan Tuhan yang awalnya sudah menciptakan, memelihara, menata dan menjaga umat Tuhan dan bumi yang diciptakanNya. Penebusan manusia dari dosa adalah hadiah Cuma-Cuma yang patut disyukuri setiap orang percaya, karena sifatnya adalah kasih karunia dan belas kasihan Tuhan kepada manusia.

Kekudusan sebagai efek dari penebusan menjadi atmosfir persekutuan manusia dengan Tuhan. Tentu, hal ini menjadi sesuatu yang sangat berharga yang tidak boleh disia-siakan oleh manusia. Tuhan mengharapkan manusia untuk menjaga dirinya, menjaga kekudusannya dengan cara melakukan Firman Tuhan. Tuhan juga menginginkan manusia tetap menjaga Firman Tuhan dan mengajarkannya kepada generasi per generasi sampai selama ada dunia ini. Pada akhirnya, segala yang ada di bawah kolong langit bisa menikmati kebaikan Tuhan di dalam FirmanNya. Firman Tuhan mengalahkan kegelapan, Firman Tuhan mengalahkan kejahatan, Firman Tuhan menghindarkan manusia untuk tidak melakukan kejahatan, Firman Tuhan membebaskan manusia dari tindakan memperbudak orang lain, dan Firman Tuhan menerangi hati dan pikiran manusia.

Selalu mengingat perbuatan Allah dalam hidup kita adalah perilaku yang ideal di mata Tuhan, sebab dengan cara demikian, umat selalu bersyukur dan tetap sadar bahwa apa yang diperolehnya adalah pemberian semata, bukan karena usahanya. Tangan Tuhan yang kuat akan selalu menuntun umat di dalam perjalanan kehidupan, dan Tangan Tuhan kadang melakukan pukulan-pukulan kecil dengan cara Tuhan untuk mengarahkan umat yang sudah memulai penyimpangan-penyimpangan kecil dalam hidupnya. Untuk itu, tidak perlu takut di dalam perjalanan kehidupan kita yang kadang kita katakan penuh pergumulan. Tangan Tuhan tidak kurang panjang menolong kita, tidak kurang kurang kuat menopang kita, yang penting kita berserah padaNya dan percaya bahwa Tuhan selalu menyertai kita. Jangan sampai kita merasa bahwa Tuhan meninggalkan kita. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, yang ada adalah kita yang mau meninggalkan Tuhan dengan mengabaikan FirmanNya. Tuhan sangat baik dan begitu penuh belas kasihan kepada kita umatNya, selama kita tetap setia dan berpengharapan di dalam pertolongan dan penyertaan Tuhan. Selamat menikmati kebebasan dari Tuhan! Amin. (FIS).

Pararat

Leave a Reply

Your email address will not be published.