Renungan Harian Minggu 1 Juli 2018

Markus 16:15 “…Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk”.

“Bertumbuhlah dan cantiklah hai engkau bunga!”, demikianlah selalu perkataan seorang diakones yang melayani di Sekolah Tinggi Diakones HKBP di Balige yang diserukannya kepada setiap bunga yang disiramnya. Kemudian hal tersebut menjadi tradisi diwariskan kepada mahasiswi-mahasiswinya. Ternyata perlakukan demikian kepada bunga adalah bagian dari memberitakan Injil kepada salah satu ciptaan Tuhan. Tidak heran, kalau bunga-bunga yang ditanam dan tumbuh di pekarangan Sekolah Tinggi Diakones HKBP selalu segar dan berbunga. Keasrian dan kesejukan menjadi atmosfir utama di tempat ini. Kalau saya analogikan kita manusia adalah bunga yang selalu disirami oleh sejuknya Firman Tuhan, tentu hidup kita akan begitu asri dan kesejukan hati dan jiwa menjadi atmosfir dalam hidup kita. Seperti bunga, kita akan memancarkan keindahan hidup dan setiap orang yang melihat dan menyaksikan kita akan terberkati.

Jangankan kita manusia, ternyata kabar baik dari Tuhan juga dilayakkan diterima oleh semua makhluk hidup (kreasi Tuhan), yakni bumi, tumbuh-tumbuhan dan segala binatang. Memang, tidak harus mengatakan segala penjelasan tentang Firman Tuhan, meskipun kadang kita harus mengatakan sesuatu kepada ciptaan lainnya; namun yang paling berharga adalah bagaimana memperlakukan ciptaan lainnya dengan kasih Tuhan. Pelestarian, perawatan, penjagaan dan menjaga ekosistem menjadi implementasi dari pemberitaan Firman. Sebagaimana kita mengasihi manusia, bagaimana mungkin kita tidak mengasihi tempat di mana kita atau manusia lain yang kita kasihi menetap hidup.

Kini, banyak terjadi pengrusakan hutan, pembakaran hutan, pembakaran sampah tidak pada tempatnya, pembangunan rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global, pembuangan sampah tidak pada tempatnya yang menyebabkan banjir dan lingkungan tidak sehat, sehingga bumi juga disakiti dan bumi juga menderita. Otomatis kita yang menetap di bumi juga bisa menderita, karena di musim kemarau akan kekeringan dan musim hujan akan kebanjiran. Kemudian pembasmian binatang-binatang langka, sehingga beberapa spesies yang adalah ciptaan Allah bisa musnah dan menjadi tiada. Hal ini tidak baik di mata Tuhan.

Itu sebabnya, mari kita sedapat mungkin, apa yang bisa kita lakukan untuk save the earth? Lakukan mulai hal-hal yang kecil dulu. Menjaga kebersihan lingkungan, penghijauan, melakukan 3R (Reduce, Recycle, Reuse) barang-barang bekas, meminimalkan pemakaian barang dari unsur plastik, dan menimalkan pembangunan gedung atau rumah dari bahan kaca supaya tidak memantulkan panas ke atmosfir. Tentu, hal ini tidak mudah untuk dilakukan bersama, dan sangat dibutuhkan kesadaran total manusia untuk melakukannya. Meskipun masih banyak yang tidak sadar akan kelestarian alam, tidak mematahkan semangat kita untuk melakukan kebaikan kepada alam. Kita tetap mengingat bahwa dunia (kosmos) ini sangat dikasihi Tuhan (Yoh 3:16), sehingga kita juga sepatutnya mengasihi dengan menjaga dan melestarikan alam sebagai wujud nyata bahwa kita adalah mitra kerja Allah di dunia ini. Selamat berkarya dalam Tuhan untuk sesama dan bumi. Tuhan memberkati. (FIS).

Pararat

Leave a Reply

Your email address will not be published.