Renungan Harian Kamis 5 Juli 2018

Mazmur 24:1-2

“Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai”.

Setiap kita pasti memiliki sesuatu di dalam hidup kita. Kita bisa memulai dengan mengatakan, bahwa kita memiliki uang, rumah, sepeda motor, mobil, ladang, tanah kosong, bahkan memiliki sebuah atau beberapa pulau. Kita juga bisa membuktikan dokumen yang menyatakan bahwa itu semua adalah milik kita. Kita berkuasa atas milik kita; dengan kata lain kita bisa memperlakukan apa yang kita miliki sesuai dengan kehendak hati. Kita memiliki hak penuh akan semua itu. Tapi melalui nas ini, kita bisa merenungkan apakah kita adalah benar sebagai pemilik sejati atau hanya sebagai pemakai saja? Bisa jadi kita hanya meminjam property dari Sang Pemilik sejati.

Ternyata, bumi serta segala isinya (tanpa kecuali) adalah milik Tuhan. Jangankan bumi dan alam, kita manusia adalah milik Tuhan, sehingga hanya Tuhan yang berkuasa atas kita, malahan diri kita juga tidak bisa mengatakan bahwa kita memiliki kita. Inilah yang perlu disadari setiap manusia, agar manusia tidak bermain-main dengan bumi; manusia juga jangan merusak bumi (hutan dan lingkungan). Manusia juga harus memberikan apresiasi kepada Tuhan yang adalah pemilik bumi dan semesta. Pada waktu yang sama, manusia juga sudah selayaknya bersyukur kalau Tuhan memberikan bumi, udara/oksigen, air, daratan, dan segala isinya (binatang dan tumbuh-tumbuhan). Kita hanya bisa memakai yang ada atau yang sudah disediakan Tuhan di dalam hidup kita. Jadi, apa yang kita miliki sekarang, bahkan keluarga kita, orang-orang yang kita kasihi adalah total milik Tuhan. Ketika kita mengklaim sesuatu adalah milik kita tanpa mempertimbangkan bahwa sesuatu itu adalah milik Tuhan, hal ini sudah menjadi pengkhianatan kepemilikan Tuhan.

Jika bumi ini adalah milik Allah, maka sudah sepatutnya kita menjaga, memelihara dan menata bumi dengan baik, sehingga kelihatan indah. Jangan pernah mengabaikan bumi, namun sebaliknya memperhatikan dan belajar tentang bumi supaya kita benar-benar mengatahui bagaimana mengurus bumi yang adalah milik Allah. Selamat berkarya, Tuhan memberkati. (FIS)

Pararat

Leave a Reply

Your email address will not be published.