Renungan Harian Kamis 14 Juni 2018

Jesaya 35: 6-7

6. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara;

7. tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan.

Masalah adalah bagian dari hidup. Sebenarnya dalam hidup ini ada sesuatu yang tidak pernah bisa kita hindari oleh semua orang tanpa terkecuali. Senang atau tidak senang, suka atau tidak suka, siap atau tidak siap kita pasti menghadapi masalah dalam kehidupan ini. Oleh karena itu kita jangan lari dari masalah sebab bukan bagaimana kita menghindari dari masalah itu, yang paling utama bagaimana respon kita terhadap masalah yang kita hadapi. Oleh sebab itu ketika kita diperhadapkan dengan berbagai masalah tidak perlu mengomel, bersungut-sungut atau mengkambinghitamkan kepada orang lain, atau menyalahkan Tuhan. Yang penting taat dan menyerahkan diri pada Tuhan, karena semuanya akan mendatangkan kebaikan dari Tuhan. Sebab bagi Tuhan tiada yang mustahil. Lihat saja dalam ayat tadi, tidak mungkin bisa orang lumpuh melompat seperti rusa, mengangkat kaki saja sanganlah sulit. Bagaimana mungkin orang bisa bersoraksorai mengatakan sepatah kata saja tidak bisa dibuat. Air juga tidak mungkin memancar dari padang gurun. Air hangat akan menjadi kolam, tanah gersang menjadi sumber air, tentu sesuatu yang tidak mungkin. Ini yang sulit diterima oleh logika. Lalu Yesaya mengatakan, oleh Tuhan dan oleh kuasaNya, yang tidak bisa merangkak seperti rusa larinya, cepat dan lincah, yang bisa dapat bersorak-sorai, tanah gersang menjadi hutan, yang kering menjadi kolam. Itu artinya kita tidak perlu berputus asa, Tuhan dapat memulihkan hidup kita ke arah yang baik. Amin. (Gr M Manullang)

Pararat

Leave a Reply

Your email address will not be published.