Renungan Harian Jumat, 29 Juni 2018

“Mintalah hujan dari pada TUHAN pada akhir musim semi! TUHANlah yang membuat awan-awan pembawa hujan deras, dan hujan lebat akan diberikanNya kepada mereka dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap orang.” (Zakharia 10:1)

 

Beberapa waktu yang lalu, Indonesia dilanda kekeringan yang luar biasa. Biasanya menjelang bulan yang diakhiri dengan suku kata “ber”, kita sudah memasuki musim hujan. Tetapi sampai dengan saat itu, hujan pun rasanya masih menjadi hal yang langka di beberapa tempat di Indonesia. Di surat kabar, ada beberapa daerah mengadakan semacam upacara atau ritual untuk memanggil hujan.

Hal tersebut hampir mirip dengan apa yang kita baca dalam Alkitab kita pada hari ini. Tuhan melarang kita untuk meminta selain kepada Tuhan. Dalam konteks penulisan kitab Nabi Zakharia ini, orang Israel lebih suka meminta petunjuk atau meminta berkat kepada para terafim, juru tenung, dan para peramal-peramal. Mereka tidak bertanya kepada Tuhan yang adalah Tuhannya orang Israel. Mereka lebih percaya kepada perkataan para juru tenung dan peramal. Padahal apa yang dikatakan oleh mereka adalah hampa dan sia-sia. Tidak ada gunanya meminta sesuatu kepada para juru tenung dan peramal. Justru dengan berbuat demikian, akhirnya bangsa Israel pun semakin jauh dari Tuhan, dan semakin terserak seperti domba yang tidak bergembala. Ya, bagaimana mungkin Tuhan mau menggembalakan orang Israel ketika orang Israel sendiri tidak mau digembalakan oleh Tuhan? Malah mereka lebih suka mencari apa yang menyenangkan hati mereka melalui perkataan juru tenung.

Jangan pernah sekalipun kita berpaling dari Tuhan dan bertanya atau meminta sesuatu kepada orang lain, juru tenung atau apapun namanya. Kita harus percaya bahwa Tuhan adalah Allah yang berkuasa, dan Ia pun akan memberikan yang terbaik kepada kita. Amin

(Pdt P Manalu,S.Th)

Pararat

Leave a Reply

Your email address will not be published.