Renungan Harian Jumat  1 Juni 2018

2 Petrus 2:10: “Terutama mereka yang menuruti hawa nafsunya karena ingin mencemarkan diri dan yang menghina perintah Allah. Mereka begitu berani dan angkuh, sehingga tidak segan-segan menghujat kemuliaan”.

 

Ternyata, apa yang sudah kita alami belakangan ini, yakni penghujatan dan penghinaan nama Tuhan Yesus serta penolakan Yesus  bukanlah hal yang baru, mengingat pada zaman Alkitab juga sudah terjadi (PL dan PB). Hal ini bisa dilakukan oleh orang yang mengaku percaya namun tidak melakukan perintah Allah bahkan mengabaikan perintah Allah. Mereka dikenal sebagai “orang percaya kepada Tuhan” namun karakter tidak memancarkan kemuliaan Tuhan, justru kehinaan karena hidup dalam hawa nafsu dan kecemaran. Mencemarkan tubuh yang adalah Bait Allah dan menghina perintah Tuhan, angkuh dan tidak terkendali.  Penghujatan dan penghinaan terhadap Allah juga dilakukan oleh mereka yang tidak percaya dengan memunculkan hujatan dan penghinaan kepada kemuliaan Tuhan. Hujatan-hujatan ini kebanyakan disuarakan dengan memakai media sosial (bisa jadi melalui FB, WA, Youtube, dll). Apakah ini sesuatu yang ditakutkan? Apakah ini ancaman? Sama sekali tidak. Hal ini bisa dikatakan sebagai sesuatu yang tidak bisa dihindari mengingat roh jahat atau si penyesat (iblis) masih berkeliaran di dunia ini.

 

Namun, kita orang percaya yang sungguh-sungguh tidak akan pernah mau mencemarkan diri kita dengan hal-hal yang jahat. Kita sadar bahwa tubuh kita adalah Bait Allah di mana Roh Kudus berdiam di dalamnya (1 Kor. 3:16; 6:19) serta memiliki konsistensi sejak kita mempersembahkan tubuh kita menjadi persembahan yang kudus kepada Tuhan sebagai buah dari pemahaman iman bahwa ini adalah ibadah yang sejati (Roma 12:1). Kesombongan/keangkuhan menjadi penyakit kronis yang patut dihindari, sebab penyakit ini sungguh kuat untuk mendorong seseorang untuk memandang rendah Tuhan, sebaliknya memuliakan kekuatan dan kehebatannya sendiri yang sebenarnya tidak ada apa-apanya. Mari kita merendahkan hati di hadapan Tuhan, sebab tanpa Tuhan kita tidak ada apa-apanya. Fokus kepada nafas kehidupan yang Tuhan berikan mengajarkan kita bahwa nafas kehidupan yang adalah materi ilahi ini menjadikan kita terikat kepada Tuhan Sipemilik. Apakah ada alasan buat kita untuk menghina dan menghujat Tuhan? Apakah ada alasan bagi kita untuk tidak mematuhi perintahNya? Tentu tidak ada.

 

Menghindari hidup yang cemar merupakan bagian dari hidup baru dan hidup yang sudah mendapat pencerahan dari Firman Tuhan. Mencemarkan diri dengan dosa adalah tindakan terbodoh yang sama kualitasnya dengan bunuh diri. Kita memiliki dan mencintai hidup yang diberikan Tuhan, sebab Tuhan adalah kehidupan dan kita berada di dalamNya. Mari menikmati kehidupan kudus dari Tuhan. Selamat beraktifitas, Tuhan Memberkati. Amin. (FIS)

Pararat

Leave a Reply

Your email address will not be published.