Harapan yang hidup

Ayat harian dari Almanak HKBP: Yesaya 42:3
Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.

Ada suatu scene sebuah film animasi yang menceritakan seseorang yang terjebak di dalam gua yang begitu gelap dan dalam. Sudah satu hari, laki-laki ini di dalam gua itu dan tidak menemukan jalan keluar, akhirnya ia semakin lelah dan kelaparan, haus dan putus harapan. Ia terduduk meratapi nasibnya serta berserah untuk mati, kemudian dia teringat kepada Tuhan dan meminta, ia menyerahkan seluruhnya kepada rencana Tuhan. Di tengah keheningan itu, ia mulai mendengar suara air yang mengalir. Ia bergerak mendekati sumber air tersebut dan memusatkan perhatian dan pendengarannya kepada suara itu sehingga ia semakin dekat dengan sumber suara itu. Setelah semakin dekat, ia juga melihat cahaya yang dipantulkan oleh air yang mengalir itu. Dengan kejadian itu, akhirnya ia dapat keluar dari gua tersebut.

Harapan adalah penggerak manusia untuk tetap hidup, walau tenaga habis namun bila ada harapan maka akan ada tenaga baru bagi hidupnya. Orang yang tidak punya harapan adalah orang yang sudah mati walaupun raganya masih hidup. Oleh karenanya manusia harus berhenti sejanak dari kegelisahannya, tetapi mintalah pengharapan kepada TUHAN agar jalan pengharapan itu diberikan. Tuhanlah sumber pengharapan kita, walaupun kita layu terkulai namun tidak akan diputuskanNya, dan biarpun sumbu kita telah pudar, tidak akan dipadamkannya, sebab ia telah menyediakan pengharapan bagi kita yang telah padam. Pengharapan itu tidak didasarkan oleh keinginan kita, namun harus di taruh kehadapan Allah (Kis. 24:15), supaya Allah di dalam Yesus Kristus menetapkan pengharapan itu di dalam hati kita. Sebab kita tahu bahwa Kristus menetapkan pengharapan itu di dalam hati kita. Sebab kita tahu bahwa: “ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita (Roma 5:4-5). Biarlah Tuhan bertindak dalam pengharapan kita, jangan gunakan pikiranmu sendiri. Amin!

Renungan: Letakkanlah pengharapanmu kepada Tuhan sebab ia akan meluruskan jalanmu.
Pokok Doa: Mampukanlah kami Tuhan untuk berpengharapan kepadaMu sebab kami tidak mampu menjalani pergumulan kami tanpa pertolonganMu. Amin.

Disadur dari Buku Renungan Harian HKBP: “Mendekat kepada Allah”
HKBP Lubuk Baja, Batam

Pararat

Leave a Reply

Your email address will not be published.