Pulanglah anakku sayang

Timbul Pandapotan Napitupulu MBA, begitu tertulis di atas meja kerja yang terbuat dari kayu jati yang keras dan mahal, didalam ruangan berukuran delapan kali sepuluh meter.
Disudut ruangan ada lemari kaca transparan yang berisi berbagai merek minuman keras yang mahal. Di tengah ruangan ada meja jati berukuran luas untuk keperluan meeting, sebelah kiri ada Sofa yang empuk berbalut kulit dari Italy.

Pulanglah anakku sayang

Ompuni Jonggara Napitupulu menghapus air mata yang merembes di kelopak matanya, mendengar lagu yang dinyanyikan oleh Eddy Silitonga yang bercerita tentang penyesalan orang tua atas kemarahannya yang berlebihan, mengakibatkan anaknya merantau dan tak pernah memberi kabar ataupun pulang menjenguknya.

Asal mula kata Sumatera

NAMA asli Pulau Sumatera, sebagaimana tercatat dalam sumber-sumber sejarah dan cerita-cerita rakyat, adalah “Pulau Emas”. Istilah pulau ameh kita jumpai dalam cerita Cindur Mato dari Minangkabau. Dalam cerita rakyat Lampung tercantum nama tanoh mas untuk menyebut pulau mereka yang besar itu. Pendeta I-tsing (634-713) dari Cina, yang bertahun-tahun menetap di Sriwijaya (Palembang sekarang) pada abad ke-7, menyebut pulau Sumatera dengan nama chin-chou yang berarti “negeri emas”.