tujuan hidup

PA Naposobulung

Bagaimana supaya kata-kata yang keluar dari mulut kita menjadi berkat, berfaedah bagi orang lain? Untuk itu harus dilihat ke asalnya, yaitu HATI. Yesus berkata: “Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah menajiskan orang” (Matius 15.18)

Lebih berbahagia memberi daripada menerima

Hati-hati: Penyakit “ingin memiliki”!
Salah satu penyakit yang sukar diobati dalam hidup manusia adalah keinginan memiliki atau mempunyai. Mengapa disebut penyakit? Sebab, bila “keinginan mempunyai” telah merasuki kehidupan seseorang, maka dia akan berkembang menjadi monster yang menakutkan dan berbahaya terhadap sesama manusia bahkan terhadap alam dan isinya.

Tuaian yang berbuah

Lingkungan pergaulan sehari-hari menentukan karakter seseorang. Baik atau buruknya lingkungan dimana kita bergaul secara tidak sadar mampu mempengaruhi bahkan merubah karakter pribadi seseorang. Kisah seorang penabur dalam teks Alkitab saat ini begitu jelas menceritakan ada empat jenis karakter tanah yang menjadi tempat benih itu ditaburkan.

FB

Bagi pengguna internet, nama FACEBOOK bukan lagi sesuatu yang asing. Bahkan sebagian di antara mereka berkata: “tiada hari tanpa membuka facebook”. Harus diakui kegandrungan akan FACEBOOK ada di mana-mana tanpa memandang usia. Bukan hanya kaum remaja, bahkan sampai kepada kakek nenekpun rajin mengunjungi jejaring sosial ini.

Ku tau yang Tuhan mau

“Waktu muda foya-foya, sudah tua kaya-raya, lalu mati masuk sorga” sebuah anekdot yang menggambarkan kenikmatan hidup tanpa perlu kerja keras tetapi mampu memperoleh kesempurnaan hidup. Bahkan perilaku hidup yang menggampangkan sesuatu makin sering terdengar. Sikap hedonis berkembang yang melihat bahwa kehidupan di dunia ini

Bagaimana Kristen berpacaran?

Setelah kembali dari Singapura pada tahun 1991, saya sangat menikmati perbincangan dengan sahabat dan teman-teman lama. Dari perbincangan tersebut, salah satu pertanyaan yang sering saya tanyakan kepada mereka adalah, “Kapan menikah?” Yang menarik adalah mendengar jawaban dari kebanyakan mereka. “Ah si Abang, boro-boro menikah, calon aja belum punya; cepat banget menikahnya?”