Darah Yesus Kristus Yang Menyelamatkan

Hari ini, sesuatu yang luar biasa bisa disaksikan saat keempat punguan naposo di gereja kita ditambah satu punguan dari pos kebaktian kita di Muka Kuning bersepakat menghayati pengorbanan Yesus dalam sebuah kegiatan yang kita namakan Oratorium Via Dolorosa menjelang Paskah (kebangkitan Yesus) yang esok subuh kita rayakan.

Bukan sebuah kebetulan, melihat segala proses kegiatan ini sejak 10 minggu lalu kita persiapkan. Ada ragu, ada takut yang seolah menutupi tekad dan rencana besar kita. Kekuatiran terbesar tentu apakah kegiatan kita berjalan dengan lancarkah? Tapi malam hari ini, sekali lagi kita buktikan bahwa kerja keras yang disertai doa penyerahan kepada Tuhan tidak akan mempermalukan anak-anakNya.

Kenapa harus Oratorium Via Dolorosa? Tentu penghayatan akan kita arahkan untuk melihat penggalan-penggalan kisah JALAN SALIB yang dilalui Yesus. Jika berkaca dari apa yang dialami secara nyata oleh Yesus, tentu yang dilakonkan oleh para pemeran bisa kita bilang masih belum seberapa. Tapi bukan mau menghadirkan adegan penyiksaan Yesus yang menjadi fokus kita, tetapi makna dibalik penyiksaan itu kuncinya.

Darah Yesus itu tidak sama dengan darah kita, lihat Luk. 1:34-35. Jelas saja  kelahiran Yesus bukan dari benih laki-laki, juga bukan karena hubungan suami isteri. Tetapi, Yesus lahir dari Roh Kudus. Tentu, semua kita masih ingat betul bagaimana malaikat Gabriel diutus Allah menemui Maria ibu Yesus member tahu maksud dan rencana Allah melalui diri Yesus yang akan dilahirkannya.

Ada enam kuasa darah Yesus, yaitu:
1. Darah yang berkuasa untuk mengampuni dosa.
Semua kita berdosa. Ya betul. Tidak ada manusia yang tidak memiliki dosa, karena kita terlahir ke dunia membawa dosa asali yang diturunkan sejak Adam dan Hawa, manusia pertama itu jatuh ke dalam dosa.

Mat. 26:28, “Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.”
’Pengampunan’ (bah. Yun. ’apesis’, artinya: membebaskan dari hukuman). Ketika kita percaya kepada Yesus, berarti kita diampuni, dibebaskan dari tuntutan hukuman. Mengapa bisa? Karena darah Yesus itu tercurah/keluar karena lewat suatu penghukuman dan penderitaan yang luar biasa. Dia sudah menanggung penghukuman bagi kita.

2. Darah Yesus membenarkan kita.
Rm. 5:9, “Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.”
’Dibenarkan’ (bah. Yun. ’dikaiao’, artinya: merubah status menjadi benar). Yang benar adalah walaupun kenyataannya belum benar, namun statusnya adalah orang benar. Walaupun belum sempurna, darah Yesus berkuasa merubah status menjadi ’orang benar.’

3. Darah Yesus berkuasa untuk menguduskan kita.
Ibrani 13:12, “Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri.” Dan lihat 1Yoh. 1:7.
’Menguduskan’ (bah. Yun. ’hagiazo’, artinya: dibuat jadi kudus). Kudus itu berarti dipisahkan bagi Allah. Itulah sebabnya kita dapat melayani Tuhan. Lewat darah Yesus kita dikuduskan dan dilayakkan untuk melayani: berkhotbah, Worship Leader, Singer, diaken, dll. Kita bukan dari dunia, tetapi dari sorga. Kewarganegaraan kita adalah sorga, dan akan kembali ke sorga.

4. Darah Yesus menebus kita.
Efesus 1:7, “Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya.”
’Penebusan’ (bah. Yun. ’apoletrosis’, artinya: tindakan menebus seluruhnya). Bukan menebus yang Dia suka, tetapi semua umat manusia sepanjang zaman ini. Ketika kita berdosa, kita berada di bawah kekuasaan dosa (=iblis). Dan, darah Yesus yang tercurah itu berkuasa untuk menebus kita dari kuasa dosa dan membuat kita menjadi milik Kristus. Mengapa menebusnya pakai darah? Lihat Imamat 17:11, “Karena yawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.” Yang ditebus adalah nyawa, sebab itu yang dipakai untuk menebusnya adalah dengan nyawa. Dan, nyawa ada di dalam darah.

5. Darah Yesus mendamaikan kita.
Rm. 3:25, “Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.”
Lihat Ibrani 10:19. Pada awalnya kita (karena dosa) adalah seteru Allah. Dan lewat darah Yesus kita diperdamaikan dengan Allah. Hubungan kita menjadi dekat: Bapa dengan anak.

6. Darah Yesus berkuasa mengalahkan iblis.
Wahyu 12:10-11, “Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: “Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita. Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.” Kuasa darah Yesus membawa kemenangan bagi kita. Perkatakan itu setiap saat.

Sekali untuk selamanya. Kalau kita begitu berharga di hadapan Tuhan dengan penebusan dan keselamatan yang kita peroleh, kenapa kita harus menyianyiakan hidup ini dengan berusaha menjauh dan melupakan Tuhan. Kita masih muda, merasa kuat, merasa mampu tanpa pertolongan siapapun, itu manusiawi. Tapi seberapa lama daya tahan tubuh itu kita miliki? Seberapa panjang kita pikirkan usia kita? Ini yang harus kita renungkan. Semua kita memiliki keterbatasan bahkan selalu saja ada kekurangan Tuhan letakkan pada kita mendampingi banyak berkat dan kelebihan yang sudah Tuhan anugerahkan. Karena ruang kosong di dalam diri kita itu hanya bisa di isi dan dipenuhi oleh Tuhan saja.

Darah Yesus, itu saja yang menyelamatkan kita!

 

Pdt. T.A. Pandiangan, S.Th.

Pendeta Naposobulung HKBP Lubuk Baja Ressort Batam

Penggalan kisah : VIA DOLOROSA

NHKBP Lubuk Baja, 30 Maret 2013

2 thoughts on “Darah Yesus Kristus Yang Menyelamatkan

  1. Mauliate Amang, untuk renungan dan eksposisinya. Tapi akan lebih bermakna lagi, bila dilengkapi dengan beberapa foto liputan Oratorium tersebut. Horas…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *