Hidup itu pilihan

*tulisan seorang anak remaja dari HKBP Lubuk Baja.

Jauh, kakiku melangkah sampai umur ku yang ke 17 sekarang,
sedih, suka maupun bahagia sudah aku lewatin di dunia ini.
bagaimana rasanya merantau juga sudah pernah saya rasakan,
jauh dari orang tua , jauh dari kakak dan adik.

kalau dipikir-pikir buat apa saya harus jauh dari keluargaku?
yep, untuk belajar dewasa dan mengambil keputusan.

kata mama, saya sudah maju satu langkah didepan dibandingkan teman-temanku.
kenapa?
karena saya sudah mandiri .. saya sudah pernah hidup benar-benar dibawah, waktu SD saya menjual kacang tojin dipinggiran jalan, menjual map bekas buat partitur paduan suara di sekolah. haha ..
malu? tidak sama sekali.

Dari kecil saya sudah diajar untuk berwirausaha, untuk mandiri dan dapat berjalan di tengah keramaian tanpa kompas. Saya dituntut untuk menjadi anak perempuan yang tegar, yang tidak gampang cengeng ketika jatuh sewaktu belajar naik sepeda, saya diajarkan untuk menjadi salah satu tulang penyanggah yang kuat di keluargaku.

Mama dan papaku selalu bersabar menjaga, membimbing merawat dan membesarkanku. Saya sering membentak mama dan melawan papa,  saya sudah terbiasa membuat nangis orangtuaku.

Saya sadar, saya sudah sering membuat mereka kecewa, seperti waktu saya mengikuti perlombaan bernyanyi, papa mama selalu berdiri di belakangku. Di depan panggung saya cuma bisa melihat mereka dibelakang bertepuk tangan dan bersorak memberikan semangat kepada saya.

Orangtua saya juga memberikan motivasi ketika saya hendak pergi ke Semarang untuk mengikuti olimpiade, seperti waktu mereka memberikan semangat ketika saya hendak ujian.

Terlalu banyak yang saya kecewain, mama…  harus pergi bolak-balik (Batam – Pinang – Medan) untuk menghidupi saya, kakakku, adekku dan papaku. Papaku seorang lelaki yang sering bertindak tanpa bertanya dengan keluarganya tetapi sangat profesional dalam pekerjaannya.
Saat ini penyakit stroke menggerogoti sisa-sisa hidup papaku.

Sekarang saya berdiri di pintu kesuksesanku ..
Kemana aku akan melangkah…..?
Sulit bagiku untuk memutuskannya, dengan otak yang pas-pasan, dengan muka pas-pasan..dan baru selesai mengikuti UAN di tingkat SMA.

Itu berarti, saya menanyakan kembali kepada diri sendiri,  MAU LANJUT KEMANA ?

dan itu berarti saya harus pisah lagi dengan papa dan mama.
berat banget .. pilihan yang cukup sulit. ..
sisa hidup orangtuaku harus jauh dari anaknya ..

papa. ..
mama . .
sory, Iyut sering membuat papa mama menangis, suka melawan papa mama.
mama pernah bilang sewaktu saya melawan mama,
Iyut akan merasakan seperti yg mama rasakan saat itu.
Iyut sayang papa, sayang mama ..
Iyut sayang keluarga kita pa, ma. .
Dimanapun nantinya saya diterima di Perguruan Tinggi nanti, saya akan tetap menyayangi papa dan mama ..

Kalau pun saya tidak diterima.
itu berarti Tuhan mau saya tinggal dekat dengan papa dan mama 😀

saya tidak akan kecewa,
di Perguruan tinggi mana pun aku tetap senang 😀

Saya  yakin dengan keajaiban dan mukjizat Tuhan. Saya percaya dengan itu.

Many nights we pray
With no proof anyone could hear
And our hearts a hopeful song
We barely understood
Now we are not afraid
Although we know there’s much to fear
We were moving mountains long
Before we know we could
There can be miracles
When you believe
Though hope is frail
It’s hard to kill
Who knows what miracles
You can achieve
When you believe
Somehow you will
You will when you believe

In this time of fear
When prayer so often proves in vain
Hope seems like the summer birds
Too swiftly flown away
And now I am standing here
My heart’s so full I can’t explain
Seeking faith and speaking words
I never thought I’d say

There can be miracles
When you believe (When you believe)
Though hope is frail
It’s hard to kill
Who knows what miracles
You can achieve (You can achieve)
When you believe
Somehow you will
You will when you believe

They don’t always happen when you ask
And it’s easy to give in to your fear
But when you’re blinded by your pain
Can’t see your way safe through the rain
Thought of a still resilient voice
Says love is very near

There can be miracles (miracles)
When you believe (When you believe)
Though hope is frail
It’s hard to kill
Who knows what miracles
You can achieve (You can achieve)
When you believe
Somehow you will
You will when you believe
You will when you believe
You will when you believe
Just believe
You will when you believe

Saya begitu yakin, suatu hari nanti, papa, mama, kakak, saya dan dedek bisa bersatu lagi. Saya yakin juga kami bertiga kak Citra (Bandung), Iyut (Batam ) Dedek (Medan) walaupun kami berjauhan, kami bisa sukses dan menjadi orang:*


Publikasi > Cerita & Kisah
HKBP Lubuk Baja, Batam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *