Salib Kristus sebagai simbol keselamatan

Ayat harian dari Almanak HKBP: 1 Korintus 1:18
Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.

Salib adalah sarana yang dipakai Allah untuk menyelamatkan manusia sehingga dapat memasuki pintu persekutuan abadi dengan Kristus. Dari sejarahnya memang salib digunakan orang-orang Romawi untuk menghukum mati penjahat, dibuat dari kayu biasa, tetapi kenyataannya di kayu salib itulah Tuhan Yesus mengorbankan diri-Nya untuk menghapus dosa-dosa manusia, demi keselamatan manusia. Oleh sebab itu hanya kita yang diselamatkanlah yang mengerti bahwa berita salib bukanlah kebodohan yang paling hina melainkan hikmat yang paling agung. Paulus menekankan keselamatan itu terjadi melalui panggilan Allah. Injil adalah kekuatan dan hikmat Allah bagi yang dipanggil oleh Allah, kalau Allah memang memanggil seseorang, maka orang ini pasti akan mempercayai Injil.

Allah adalah sumber kehidupan (oleh Dia), dan orang-orang percaya tahu bahwa mereka hidup oleh pemberian-Nya yang dengan murah hati disampaikan kepada mereka dalam Kristus Yesus. Inilah kebenaran yang diungkapkan dalam kata-kata Marthin Luther menjelang kematiannya: “Kita adalah pengemis, itulah kebenarannya.” Orang-orang pilihan Allah hanya dapat membanggakan kasih karunia ilahi yang diungkapkan di dalam seorang Juruslamat yang tersalib. Allah telah membuat mereka yang bukan apa-apa menjadi apa-apa karena pertama-tama Kristus oleh Allah, telah menjadi segala-galanya bagi mereka. Kita adalah ciptaan-ciptaan baru di dalam Kristus. Sebagai pernyataan sempurna dari rencana keselamatan Bapa, Ia adalah hikmat bagi kita. Hanya iman di dalam Kristuslah yang dapat memberikan orang “hikmat …. dan menuntun….. kepada keselamatan” (2 Timoteus 3:15). Amin!

Renungan: Melalui Dia, Allah membenarkan, menguduskan dan menebus kita.
Pokok Doa: Terima kasih ya Tuhan untuk pengorbananMu di Kayu Salib sehingga dosa-dosa kami Kau ampuni. Amin

Disadur dari Buku Renungan harian HKBP: “Mendekat kepada Allah”
HKBP Lubuk Baja, Batam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *