Percaya dan dipercayai

Ayat harian dari Almanak HKBP: Yohanes 10:10-11
Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.

Suatu hubungan antar manusia di dunia ini baik dalam persahabatan, keluarga, bisnis dan pekerjaan terjalin karena kepercayaan. Oleh karenanya kepercayaan menjadi modal yang berharga dalam suatu hubungan. Kepercayaan menjadi suatu hal yang mahal dan sangat sulit dicari di tengah dunia yang semakin menua ini. Sulit untuk mencari orang yang dapat dipercaya dan sulit untuk mempercayai orang lain. Sebab sekali kepercayaan itu dikhianati maka akan sulit mengembalikannya bahkan cenderung orang yang dikhianati mencabut kepercayaannya selama-lamanya. Inilah akhirnya yang membuat manusia cenderung menarik diri dari kehidupan sosial dan timbullah masyarakat yang bersifat indifidualis.

Yesus dalam nats ini menggambarkan kepercayaan dalam bentuk metafora seorang gembala dengan domba-dombanya. Dimana seorang Gembala yang baik akan memberikan nyawanya bagi domba-dombanya ketika ada ancaman bagi domba-dombaNya. Kepercayaan ini timbul karena pengorbanan Sang Gembala. Dalam hidup kekristenan, kepercayaan/iman itu sendiri adalah suatu hal yang Allah tanamkan dalam hati umatNya untuk mengenal siapa Penciptanya. Manusia hanya butuh menyelidiki hatinya untuk lebih mengenal siapa Penciptanya dan menjaga hati dimana kepercayaan itu tinggal supaya jangan dicuri oleh iblis.

Menjaga kepercayaan adalah hal yang mutlak yang harus dilakukan umat Allah, dan untuk hal ini Allah sudah memberikan Roh Kudusnya bagi umatNya. Kepercayaan bukanlah barang yang dapat diperjualbelikan. Kepercayaan itu harus dinyatakan dan dibuktikan dalam perkataan, perbuatan dan pemikiran. Sebab orang yang dapat menyatakan dan menunjukkan kepercayaannya kepada Tuhan adalah orang yang dapat dipercayai oleh siapapun di dunia ini. Ia menjaga hatinya dan menunjukkan apa yang ia imani kepada setiap orang yang berada disekitarnya. Inilah yang disebut dengan buah kepercayaan, yakni kepercayaan kepada Allah Sang Khalik Langit dan Bumi. Amin!

Renungan: Tunjukkanlah kepercayaanmu kepada setiap orang yang berada disekitarmu.
Pokok Doa: Kiranya setiap orang yang percaya kepada Allah dapat menunjukkan buah kepercayaannya di tengah-tengah dunia yang penuh kebohongan.

Disadur dari Buku Renungan Harian HKBP: “Mendekat kepada Allah”
HKBP Lubuk Baja, Batam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *