Mana janji manismu?

Ayat harian dari Almanak HKBP: 2 Korintus 1:20
Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah.

Janji adalah hutang adalah istilah yang sangat familiar di masyarakat. Demikian halnya dalam tradisi orang Batak, janji sangat penting dan tidak boleh tidak ditepati. Dengke ni sabulan, tu tonggina do tabona. Ise si ose padan, tu ripurna do magona. Inilah umpasa orang Batak yang menggambarkan pentingnya menepati janji, jika orang tersebut tidak menepatinya maka ia akan lenyap dari muka bumi ini. Seiring dengan berjalannya waktu, ada banyak orang yang dapat mengumbar janji dan tidak menepatinya.

Demikian halnya dalam kehidupan politik negara, dimana banyak calon-calon pemimpin, selalu saja mengumbar janji manis agar terpilih di kedudukan yang ia mau. Mengatasnamakan masyarakat miskin, mencari kesalahan pemimpin terdahulu dan menggunakan  money politik untuk melancarkan kampanye. Namun setelah terpilih apa yang terjadi, apakah janji tersebut ditepati? Lucunya, masyarakat yang kecewa hanya bisa diam karena sudah mendapat sedikit uang sebelum pemilihan, merasa takut untuk menyuarakan kebenaran. Akhirnya negara terpuruk dalam ekonomi, sosial, dan mental.

Itulah bedanya janji Allah dengan janji manusia. Dimana janji Allah adalah kekal dan pasti terjadi. Dalam Mazmur 12:7 dikatakan, “Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah”. Janji Allah bukanlah hutang Allah terhadap manusia, namun janji Allah adalah anugerah yang diberikan kepada manusia. Janji Allah bagi keampunan dosa-dosa manusia. Hanya saja, janji Allah hanya berlaku bagi orang-orang yang setia pada aturan, perintah dan ketetapan-ketetapan Allah. Jika tidak demikian, maka janji keselamatan Allah akan berpaling selama manusia tidak menjalankan yang dikehendaki Allah. Oleh karenanya, orang yang sudah mendapat janji keselamatan dari Allah hendaknya sadar bahwa janji harus ditepati. Sebab jika Allah tidak setia pada janjiNya maka manusia akan binasa, untuk itulah umat Kristen bukanlah umat yang mengumbar janji manis kepada setiap orang. Pastikan diri kita bisa melaksanakannya sebelum ditepati sehingga kita dapat mengatakan Amin pada janji Allah untuk memuliakan Dia. Amin!

Renungan: Berjanjilah untuk hidup setia di dalam Tuhan.
Pokok Doa: Kiranya Tuhan menggerakkan hati pemerintah untuk menepati janji dan meminta petunjuk Tuhan dalam memerintah Negara. Amin.

Disadur dari Buku Renungan Harian HKBP: Mendekat kepada Allah
HKBP Lubuk Baja, Batam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *