Hidup dalam anugerah

Ayat harian dari Almanak HKBP: Keluaran 19:6
Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel.

Nas hari ini merupakan salah satu perintah dan ketetapan Allah kepada Musa ketika bangsa Israel berjalan di padang gurun. Ketetapan yang dimaksud ialah, bangsa Israel akan menjadi umat pilihan Allah. Tentunya hal ini hanya anugerah Allah semata, bukan karena kehebatan bangsa Israel atau bukan karena kelebihan umat Israel, tetapi hanya karena pilihan Allah, pemberian Allah. Anugerah atas terpilihnya bangsa Israel mewajibkan mereka untuk taat dan terwujudnya sikap penyerahan diri kepada Allah. Bangsa Israel ditetapkan menjadi imam, maksudnya ialah dipisahkan atau dikhususkan untuk pelayanan Allah. Dengan ketentuan ini orang Israel tidak boleh sama dengan bangsa lain yang belum mengenal Allah. Tentunya perbedaan itu terlihat dari sikap perilaku kehidupan sehari-hari bangsa Israel sebagai umat pilihan Allah. Dan Umat Israel harus menjadi bangsa yang kudus, sebab Allah itu kudus. Hal itu dijiwai oleh hubungan iman kepercayaan dan hubungan cinta kasih yang timbal balik antar Allah dengan umat-Nya. Sama seperti hubungan seorang bapak dengan anaknya. Dia memilih bangsa Israel sebagai milik-Nya untuk menjadikannya bangsa yang kudus, jika bangsa itu mendengar suara-Nya dan memelihara perjanjian-Nya.

Seperti bangsa Israel, orang-orang percaya kepada-Nya adalah milik Tuhan Yesus yang telah ditebus lewat pengurbanan-Nya di salib. Melalui darah-Nya yang dicucurkan, Ia menjembatani suatu perjanjian baru antara orang percaya dengan Allah (Luk. 22:20). Sungguh suatu anugerah besar bagi kita untuk menjadi milik Tuhan. Namun sama seperti umat Israel (band. 1 Pet. 2:9) , kita ditebus untuk suatu misi yang serupa, yaitu untuk menjadi umat yang kudus dan yang membawa jiwa kepada Tuhan. Oleh sebab itu hidup kita pun selayaknya sesuai dengan yang Allah inginkan. Di Keluaran 19:5 “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri.” Mendengarkan firman Tuhan dan berpegang pada perjanjianNya, merupakan seruan kepada kita untuk tetap hidup di dalam Allah. Berserah kepada pimpinan Roh Kudus agar kita berjalan di dalam kebenaran dan berdasarkan kehendak Allah. Amin!

Renungan: Allah telah menetapkan kita menjadi Umat-Nya, maka kita mensyukuri penetapan itu dalam hidup sehari-hari.
Pokok Doa: Teguhkanlah kami Tuhan untuk hidup di dalam firman-Mu. Amin.

Disadur dari Buku Renungan Harian HKBP: Mendekat kepada Allah
HKBP Lubuk Baja, Batam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *