Hachiko

Ayat harian dari Almanak HKBP: Yeremia 32:41
Aku akan bergirang karena mereka untuk berbuat baik kepada mereka dan Aku akan membuat mereka tumbuh di negeri ini dengan kesetiaan, dengan segenap hati-Ku dan dengan segenap jiwa-Ku.

Hachiko adalah sebuah kisah nyata yang terjadi tahun 1924 di Jepang. Hachiko anjing ras Alkita, milik Ueno Hidesaburo (professor jurusan ilmu pertanian di Universitas Tokyo) setiap pagi, Hichiko selalu berada di depan pintu rumah mengantar keberangkatan Ueno ke kantor, dan senja harinya ia berlari ke stasiun kereta api Shibuya menyambut kedatangan tuannya dari kantor. Kebahagiaan dan kebersamaan mereka terus berlangsung hingga 1925. Hingga pada suatu malam, Ueno tidak pulang seperti biasanya, sebab ia mendadak terserang stroke di Universitas dan tidak tertolong lagi. Sejak itu ia tidak pernah kembali ke stasiun kereta api dimana temannya Hachiko tetap setia menunggu. Sepeninggal Hidesaburo, Hachiko dipelihara oleh Kobayashi Kikasaburo, namun Hachiko seringkali melarikan diri dari rumah Kobayashi dan secara rutin kembali ke tempat tinggalnya yang lama. Hachiko tidak mengetahui kalau tuannya telah meninggal.

Kisah yang mengharukan sangat menekankan kesetiaan seekor anjing kepada pemiliknya, hingga sampai sekarang anjing menjadi ikon binatang yang setia di dunia. Tidak untuk membandingkan manusia dengan binatang setia ini, namun hendak mengambil hikmat kesetiaan yang begitu dalam dari seekor binatang yang tidak punya logika. Jika seekor anjing bisa setia kepada pemilik yang bukan menciptakannya, maka lebih dari itu pula kiranya manusia setia kepada Allah yang menciptakannya.

Kitab Yeremia ini juga menekankan kesetiaan Allah kepada umatNya yang acapkali meninggalkan kesetiaannya kepada Allah. Allah setia kepada umatNya yang acapkali meninggalkan kesetiannya kepada Allah. Allah setia kepada perjanjianNya dan kasih kepada umat pilihanNya, memelihara umatNya dengan kesetiaan dengan segenap hati dan jiwaNya, namun balasan yang diberikan manusia adalah dosa dan meninggalkan Allah. Manusia sering mengingkari kata hati dan panggilan Tuhan sehingga jauh dari pada Allah. Allah tidak pernah meninggalkan kita dan melepaskan tangan penyertaanNya, namun manusialah yang sering melepaskan tangannya dari perlindungan Allah. Padahal manusia itu tahu bahwa tanpa Allah mereka bagaikan ranting yang terlepas dari batang dan kesetiaan Allah melebihi segala sesuatu yang ada di muka bumi ini. Amin!

Renungan: Kesetiaan adalah barang berharga yang tidak dapat dibeli dengan uang.
Pokok Doa: Kiranya Tuhan memberikan Roh Kudusnya kepada setiap umat agar teguh dalam kesetiaan di dalam panggilan dan pelayanan kepada Tuhan di tengah-tengah keluarga dan masyarakat. Amin

Disadur dari Buku Renungan Harian HKBP: Mendekat kepada Allah
HKBP Lubuk Baja, Batam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *