Alfa dan Omega

Ayat harian dari Almanak HKBP: Wahyu 21:6
Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.

Kalau seseorang mendengar kata “kiamat”, maka cenderung ada 2 respon terhadap kata/cerita tersebut. Pertama merasa takut dan kedua merasa bahagia. Orang yang takut tentunya menyadari bahwa dirinya penuh dengan dosa dan pasti tidak akan selamat (ay. 8), namun orang yang bahagia bisa jadi adalah orang yang sadar akan pergumulan dunia ini yang begitu berat dan hanya Allah saja yang bisa menyelamatkan dirinya, ada pula yang merasa frustasi terhadap kehidupan dunia ini dan mengharapkan hari kiamat segera datang.

Dilihat dari sikap diatas, berapakah presentase umat Kristen yang berada di bagian pertama dan bagian kedua? Apapun posisi kita sekarang tidak menjamin iman kita dimasa yang akan datang. Sebab tidak ada iman manusia yang menetap selalu bergejolak, terkadang sangat percaya, terkadang sangat meragukan kuasa dan keberadaan Allah. Oleh karenanya nas ini berkata kepada kita bahwa hanya Allah saja yang kekal yang awal hingga akhir. Dialah Alfa dan Omega. Semua yang terjadi di alam semesta ini adalah rangkaian kerja Allah. Tidak ada yang melihat bagaimana awal terciptanya dunia ini dan tidak ada yang dapat menyaksikan bagaimana akhir dari dunia ini. Oleh karenanya Allah berkata semuanya telah terjadi. Dia yang menentukan semuanya sehingga tidak ada seorangpun yang dapat menyombongkan diri atas keberadaannya di dunia ini.

Semua manusia adalah sama di hadapan Allah, memiliki tugas dan panggilan yang sama dalam memberitakan Injil Kerajaan Allah. Apapun pekerjaan dan jabatan kita di dunia ini tidak menjadi ajang untuk menyombongkan diri di hadapan orang lain. Namun hendaklah jabatan, pekerjaan dan posisi kita menjadi sarana untuk memuji memuliakan Tuhan. Tidak tidak mencipta manusia dengan satu macam pekerjaan, tetapi berbagai macam pekerjaan agar manusia saling memperlengkapi. Jangan memandang rendah seseorang karena pekerjaannya yang rendah menurut dunia ini. Tetapi, hargai dan hormati setiap orang sebagai utusan Kristus untuk kemuliaan Tuhan, sebab melalui orang-orang hina di mata dunia inilah kita dapat melihat rupa Allah yang sesungguhnya. Amin!

Renungan: Siap siagalah setiap waktu dan teladanilah Kristus.
Pokok Doa: Ya Tuhan, jagai hati dan pikiran kami untuk setia sampai akhir zaman. Amin.

Disadur dari Buku Renungan Harian HKBP: Mendekat kepada Allah
HKBP Lubuk Baja, Batam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *