FB

Ulangan 6:6-9
6:6 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,
6:7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
6:8 Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu,
6:9 dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.

Bagi pengguna internet, nama FACEBOOK bukan lagi sesuatu yang asing. Bahkan sebagian di antara mereka berkata: “tiada hari tanpa membuka facebook”. Harus diakui kegandrungan akan FACEBOOK ada di mana-mana tanpa memandang usia. Bukan hanya kaum remaja, bahkan sampai kepada kakek nenekpun rajin mengunjungi jejaring sosial ini. Hal ini disebabkan karena dengan facebook kita bisa berhubungan dengan siapa saja, dari mana saja dan dengan kepentingan apa saja. Tidaklah heran sampai media masa memberitakan bahwa pengakses facebook pada musim tertentu, seperti Natal, telah melebihi pengakses Google, sang mesin pencari. Bisa saja itu terjadi, karena saat ini facebook bukan hanya bisa diakses melalui PC atau notebook, tetapi dengan ponsel yang sebagian besar menawarkan fitur facebook dijual dengan harga miring dan bisa dibawa kemana-mana.

Namun akhir-akhir ini, media masa juga diramaikan dengan berbagai peristiwa yang menyangkut nama facebook. Mulai dari kejahatan penipuan hingga pada hal-hal yang berhubungan dengan rumah tangga, perselingkuhan dan juga penculikan, pemerkosaan bahkan pembunuhan. Awalnya dimulai dengan “iseng” berkenalan, kemudian berlanjut dengan pertemuan darat hingga terjadilah tindak kejahatan.

Jika demikian, apakah kita harus berhenti ber-facebook ria? Tentu bukan itu maksudnya. Namun kita perlu memberikan masukan dan rambu-rambu yang perlu dicermati agar fungsi facebook tidak memberikan dampak negatif apalagi merugikan hidup kita sendiri.

Berikut beberapa saran agar Facebook bisa menimbulkan dampak positif bagi kehidupan kita maupun juga bagi orang lain.

Jujurlah dengan jati diri anda
Tidaklah perlu memasukkan semua data atau jatidiri kita di facebook karena itu bisa disalahgunakan oleh orang-orang tertentu. Namun kita perlu juga jujur dengan jati diri atau identitas kita. Kejujuran justru menghindari kita untuk tergoda dan digoda. Misalnya, jika kita sudah menikah, katakan bahwa kita sudah menikah. Status sudah menikah tidak akan mengurangi minat orang untuk bisa menjadi teman. Justru dengan kejelasan status tersebut menutup kesempatan untuk orang “mencoba” menjadikan teman hidupnya. Hal inipun juga berlaku dengan status lainnya, misalnya: Pacaran. Kalau sudah punya pacar, katakan sudah punya. Gak perlu ditutupi dengan istilah ‘complicated’, yang justru memberikan ruang dan kesempatan kepada orang-orang tertentu untuk mengambil kesempatan.

Hindari keputusan penting “hanya” melalui facebook
Mencari teman melalui facebook adalah wajar. Tetapi mengambil keputusan penting, apalagi berpacaran dengan orang yang kita kenal hanya melalui facebook adalah beresiko tinggi. Masa berpacaran adalah masa untuk saling mengenal. Pengenalan yang dilakukan secara biasa (bertatap muka) saja belum menjamin pengenalan yang baik, apalagi pengenalan yang sifatnya jarak jauh melalui facebook. Banyak hal-hal kamuflase bisa dilakukan di facebook. Jadi berhati-hatilah dalam mengambil keputusan penting di facebook

Jangan membuka segala sesuatu di facebook
Tidak jarang orang menjadikan facebook tempat curhat. Apa yang dirasakan ditulis: senang, bosan, frustasi, putus cinta dan sebagainya. Tidak jarang juga komentar bermunculan dalam status yang kita tulis. Ada yang dianggap sebagai gurauan, namun juga ada yang menanggapi dengan nasihat atau juga hal yang tidak pantas. Facebook bukanlah tempat untuk kita mendapatkan jawaban atas persoalan, ketidakpuasan kita. Sebaliknya secara tidak sadar, dengan apa yang kita lakukan, kita sedang membukakan jati diri kita, siapakah sebenarnya kita. Dan ini sangat merugikan diri kita sendiri dan bisa dimanfaatkan oleh orang mengambil keuntungan melaluinya, sehingga timbulkan laporan-laporan kejahatan melalui facebook.

Gunakan facebook sebagai sarana yang membangun
Tidak dapat disangkal bahwa pengaruh internet saat ini begitu terasa. Namun saat ini sebagian besar dunia maya lebih banyak digunakan untuk hal-hal yang tidak membangun bahkan cenderung dimanfaatkan untuk kejahatan, tidak terkecuali facebook. Apa yang salah dengan facebook? Tentu saja tidak. Masalahnya adalah sebagai orang percaya, bagaimana kita bisa memberikan dampak positif melalui setiap posting yang kita kirimkan. Apakah kalimat-kalimat yang kita ketik dalam setiap update status kita bernuasa membangun atau hal yang sia-sia bahkan cenderung menjatuhkan. Karena itu, sudah saatnya kita menggunakan facebook untuk hal yang berguna. Perhatikan dan baca kembali apa yang kita ketik sebelum kita menekan tombol UPDATE atau SEND.

Awas! Jangan ketagihan facebook
Sadar atau tidak, untuk sebagian orang, facebook sudah menjadi bagian dalam hidupnya. Bahkan bukan hanya dalam hitungan hari, tapi dalam hitungan jam. Sepertinya kalau tidak buka facebook rasanya kurang lengkap hidup ini.

Faithbook (Connect, Confirm and Witness)
FB yang satu ini juga memiliki fungsi yang mirip namun lebih lengkap dengan FB yang di atas. Faithbook juga mampu menghubungkan kita dengan siapa saja, dimana saja dan dengan kepentingan apa saja. Namun yang lebih penting, FB ini mampu memberikan jalan dan panduan lengkap yang benar agar kita bisa berhubungan dengan sang pemilik FB.
Namun, mari kita cermati dan bertanya kepada diri sendiri, apakah FB ini lebih kita utamakan dari FB yang di atas? Kalau kita jujur, kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk Facebook dan jarang atau sedikit sekali membaca Faithbook (Alkitab).
Jangan sampai kerinduan kita akan Faithbook “digerogoti” oleh Facebook, seolah-oleh Facebook lebih penting daripada Faithbook. Tidak heran banyak orang Kristen imannya menjadi lemah karena lebih menghabiskan waktu di Facebook daripada membaca Faithbook. Kita hanya asyik meng ’update’ status tanpa pernah meng ’update’ iman. Alangkah indahnya jika di dalam account facebook, kita juga memasukkan Faithbook. Sehingga facebook tidak sekadar wadah untuk happy dan waste the time, tetapi menjadi wadah dimana kita mampu bertumbuh dan we can make the time live

Jangan jadikan Facebook menjadi “berhala modern” dalam hidup kita.

Selamat ber FACEBOOK ria! Dan yang utama “SELAMAT ber FAITHBOOK RIA”

Disadur dari Bahan PA Gabungan NHKBP Lubuk Baja-Ressort Batam oleh Pdt. PT. Sitio, S.Th

Publikasi > Artikel Rohani, Kategorial Pemuda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *