Ku tau yang Tuhan mau

Bahan PA NHKBP Pos. PHD
Rabu, 20.07.2011
Nas : II Korintus 5 : 16 – 21
Topik : Berdamai dengan Allah di dalam Kristus

“Waktu muda foya-foya, sudah tua kaya-raya, lalu mati masuk sorga” sebuah anekdot yang menggambarkan kenikmatan hidup tanpa perlu kerja keras tetapi mampu memperoleh kesempurnaan hidup. Bahkan perilaku hidup yang menggampangkan sesuatu makin sering terdengar. Sikap hedonis berkembang yang melihat bahwa kehidupan di dunia ini yang hanya sekali seumur hidup harus dinikmati sepuas-puasnya tanpa menghiraukan kepentingan orang lain.

Sikap acuh tak acuh menjadi pilihan setiap kali berhadapan dengan orang-orang sekitar sampai kita betul-betul membutuhkan bantuan orang lain. Kesibukan dengan dunia sendiri membuat kehadiran orang-orang disekitar kita menjadi terlupakan terutama di rumah kita masing-masing. Kecanggihan teknologi saat ini pun mulai mendidik generasi muda untuk mulai secara perlahan meninggalkan pola hidup bersama menjadi pola hidup yang individualis. Rasul Paulus bisa juga menjadi teladan yang tepat untuk kaum muda-mudi. Kisah hidup Paulus setelah mengenal Kristus memberikan teladan berupa respons positif. Dalam nas ini Rasul Paulus memberikan kesaksian bahwa setiap umat telah didamaikan dengan Allah didalam Kristus. Selayaknya pula pendamaian tersebut disambut dengan perubahan pola pikir yang lama dalam memandang kehidupan.

Kehidupan yang dianugerahkan kepada kita di dunia ini bukan kesempatan untuk digunakan sebebasnya tanpa ada batasan-batasan. Hal ini menjadi tegas bagi kaum muda agar melihat kehidupan sebagai sebuah kesempatan untuk terus mengembangkan bakat dan kemampuan yang ada dalam diri untuk dipergunakan dalam bentuk pelayanan. Sehingga setiap yang pekerjaan dan pelayanan yang kita lakukan itu adalah bentuk ucapan syukur kita kepada Tuhan karena telah diperdamaikan dengan Allah sang pemilik kehidupan ini.

Ketika menyadari bahwa kehidupan kita ini adalah milik Allah maka sudah seharusnya kita mengerahkan segala kemampuan dan bakat yang ada untuk memuliakan nama Allah di dunia ini. Bukan berarti karena kita muda jadi tidak bisa berbuat apa-apa. Justru sebaliknya, karena kita muda maka kita bisa tunjukkan apa yang Tuhan kehendaki dalam kehidupan kita. Tahun Jubileum memang tahun pembebasan bagi seluruh umat Tuhan. Namun, itu tidak berarti ketika kita bebas kemudian menjadi tidak memiliki arah. Arah itu tetap berangkat dari tiap rumah tangga.

Kehidupan yang senantiasa berakar di dalam Tuhan terwujud melalui keseharian kita sebagai kaum muda baik dalam sikap dan tutur kata kepada orang yang kita temui dan bertemu dengan kita. Mengendalikan apa yang menjadi keinginan daging dan mendahulukan apa yang Tuhan kehendaki adalah jawaban yang diharapkan dari kaum muda saat ini. Jangan kecewakan hati Tuhan.

Bahan Diskusi:

1. Apakah yang menjadi bakat dan kemampuanku?

2. Bagaimana aku harus memanfaatkan talenta yang Tuhan anugerahkan?

Pdt. Tumpal Pandiangan
HKBP Lubuk Baja, Batam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *