Pengakuan

Ya Tuhan, kami datang dengan pengakuan diri bahwa kami hidup dalam ketidaktaatan menjalankan perintah-Mu. Seharusnya kami mengasihi, dimana ada kebencian…

(sebaliknya kami menebar kebencian, dimana seharusnya kami menabur kasih. Akibatnya hidup kami dengan orang-orang yang kami kasihi menjadi tidak rukun.)

Seharusnya kami memaafkan, dimana ada saling menghina…

(sebaliknya kami menyimpan maaf itu dan menggantinya dengan dendam ketika dihina. Akibatnya kami tidak mengalami damai-Mu dan merusak hubungan kasih dengan sesama.)

Seharusnya kami mempersatukan, dimana ada pertentangan…

(sebaliknya kami mengobarkan semangat permusuhan sehingga persatuan hanya menjadi kenangan masa lalu. Akibatnya kami sulit menemukan kawan ditengah pergumulan hidup ini.)

Seharusnya kami membawa pengharapan ditengah ketidakpastian…

(sebaliknya kami menawarkan keputusasaan ketika kami pun tidak pernah berhenti mengeluhkan perjalanan hidup yang kami tempuh.)

Seharusnya kami menyatakan terang dimana kegelapan berkuasa…

(sebaliknya kami malah senang tinggal dalam kegelapan sehingga terang yang kami bawa menjadi redup dan mati. Akibatnya orang lain malahan menghina Kristus karena kegelapan yang menguasai kami lebih benderang daripada terang yang kami miliki.)

Seharusnya kami membawa kegembiraan dimana kesedihan mencekam…

(sebaliknya kami membiarkan kesedihan itu semakin menggunung ketika kata-kata kami menghukum sesama yang berduka. Akibatnya kegembiraan dan sukacita sulit ditemukan di dunia yang kami diami.)

AJARI KAMI, BUKAN UNTUK DIHIBUR MELAINKAN MENGHIBUR, BUKAN UNTUK DIMENGERTI MELAINKAN UNTUK MENGERTI, BUKAN UNTUK DICINTAI MELAINKAN UNTUK MENCINTAI. KARENA BARANGSIAPA MEMBERI MENERIMA, YANG MELUPAKAN DIRINYA AKAN MENEMUKAN, BARANGSIAPA YANG MEMAAFKAN AKAN DIMAAFKAN DAN BARANGSIAPA YANG MATI AKAN MENDAPAT HIDUP YANG KEKAL. AMIN.

Sumber: PAK MIPA-USU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *