Humor Paskah

Kebaktian Paskah Sekolah Minggu
Agar lebih menghayati kebangkitan Yesus, sebuah sekolah minggu mengadakan kebaktian Paskah pada waktu subuh. Seperti biasa, anak-anak diberitahu bahwa selain ibadah Paskah, akan ada juga acara mencari telur. Anak-anak pun senang dan datang dengan penuh sukacita pada hari Paskah. Mereka bergembira memuji Tuhan dan mendengarkan kisah Paskah dari guru sekolah minggunya.
Guru: Adik-adik, pagi-pagi benar, ada serombongan wanita datang ke kuburan Yesus. Mereka datang untuk apa, ada yang tahu?
Anak-anak: (Dengan serentak) Mencari telur, Bu …!

“Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.” (Markus 16:6)

Ingin Mati Seperti Yesus
Pada suatu hari, seorang pendeta tua terbaring sekarat di tempat tidurnya. Dia meminta dokter dan pengacara, anggota jemaatnya, datang ke rumahnya.
Ketika mereka tiba, mereka langsung diantar ke kamar pendeta tua itu. Saat pendeta melihat keduanya masuk, dia mengulurkan tangannya dan mengisyaratkan agar mereka duduk di samping kiri dan kanan tempat tidurnya. Kemudian dia meraih tangan mereka, mendesah puas, lalu tersenyum.
Waktu berjalan cukup lama, tanpa ada yang berkata-kata. Diam-diam, dokter dan pengacara tersentuh dan tersanjung karena pendeta menginginkan mereka menemaninya di saat-saat terakhirnya. Padahal, pendeta itu tidak pernah menunjukan rasa suka kepada mereka. Khotbah-khotbahnya selalu menegur keras mengenai keserakahan dan tingkah laku buruk lainnya, sehingga mereka acapkali gelisah ketika mendengar khotbah pendeta tersebut.
Akhirnya si dokter memberanikan diri menanyakan, “Pendeta, mengapa Anda memanggil kami untuk menemani Anda?”
Pendeta tua mengerahkan sisa-sisa kekuatannya, dan berbicara dengan lemah, “Yesus mati di antara dua pencuri… dan aku ingin mati seperti-Nya.”

Bertobat Keduluan Ayam Jago
Suatu hari Minggu, Pak Bambang sekeluarga pergi ke gereja. Minggu itu adalah Minggu Paskah. Itu sebabnya banyak spanduk maupun poster yang menghiasi gedung gereja tersebut.
Pak Bambang begitu kagum, memperhatikan porter Tuhan Yesus disalib bersama dua penjahat di kiri kanan-Nya. Melihat poster itu jiwa kepahlawanan Pak Bambang kontan tersentuh.
“Kalau waktu itu aku menjadi salah satu penjahat yang disalib itu, aku pasti jadi penjahat yang bertobat.” katanya dengan bersemangat.
Seketika itu juga ayam jago di belakang gereja berkokok tiga kali.

Di Kiri dan Kanan Salib

Suatu siang serombongan polisi memasuki rumah Pak Petrus dengan marah-marah.
“Pak Petrus, apakah Anda tahu bahwa perbuatan Anda melecehkan lambang negara?” bentak seorang polisi.
“Apa salah saya?” Pak Petrus menjawab dengan ketakutan.
“Anda memasang potret presiden dan wakil presiden di kiri dan di kanan salib Kristus, Pak Petrus tahu tidak, siapa yang berada di kiri dan di kanan Yesus waktu Dia disalib? Mereka adalah penjahat!” seorang polisi lain malah menjelaskan.

Agen Rahasia
Suatu hari, saat berjalan keluar dari gereja, seorang teman yang berada di depanku berpapasan dengan pendeta yang berdiri di pintu gereja untuk memberi salam. Ia meraih tangan temanku dan menariknya keluar dari rombongan jemaat yang akan keluar dari gereja. Pendeta itu berkata, “Kamu harus bergabung dengan Bala Tentara Allah!”
Temanku berkata, “Saya sudah bergabung dengan Bala Tentara Allah, Pak Pendeta.”
Pendeta bertanya, “Bagaimana bisa, aku tidak pernah melihatmu ke gereja kecuali saat Natal dan Paskah?”
Ia berbisik balik, “Aku ini agen rahasia!”

Golongan darah Yesus
“Tahukah kamu golongan darah Yesus?”
“Tak mungkin ada yang tahu. Kamu tahu?”
“Ya, golongan darahNya ‘O'”
“Bagaimana kamu tahu?”
“Kan ada di Kidung Jemaat no. 36,
“O…darah Tuhanku.”

Doa Paskah “Humor”
Seorang anak diajak oleh orang tuanya pergi ke kebaktian Jumat Agung. Pada malamnya, sebelum tidur ia ingat kotbah yang didengarnya pagi itu, lalu dengan pelan-pelan ia berdoa:
“Terima kasih Yesus, karena Engkau mau disalib bagi aku. Terima kasih juga karena aku tidak harus ada di sana melihat Engkau disalib, karena aku nggak mungkin tahan …”

Saya Ingin Belajar dari Anda
Seperti biasanya, setiap hari Minggu pagi orang-orang datang ke gereja dan langsung memilih tempat duduk di bangku bagian belakang. Demikian juga dengan pagi ini, kecuali seorang pendatang baru yang langsung menuju ke bangku paling depan.

Setelah kebaktian, Pendeta memberi salam kepada pendatang baru ini sambil bertanya mengapa ia duduk di bangku paling depan. “Saya seorang sopir bus,” jawabnya, “dan saya datang untuk belajar dari anda bagaimana caranya membuat orang-orang berebut duduk di bangku yang paling belakang.”

Orang Baru
Seorang pria baru saja percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juru Selamatnya. Tapi, semangatnya untuk bersaksi ngga kalah besar sama yang udah puluhan tahun percaya Yesus.

Selesai dibaptis, ia pergi ke desa pamannya di pedalaman untuk bersaksi pada orang yang ditemuinya di jalan. Begitu turun dari bis, ia ketemu orang yang ngga ia kenal. Spontan, ia bertanya, “Mas, kenal Yesus, ngga?”

Spontan orang itu geleng-geleng kepala, jawabnya, “Belum, sori aku orang baru di sini. Coba tanya Ibu yang jualan di warung itu!”

Sumber : Sabda.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *