Humor di akhir bulan Maret

Shalom,

Apakah Anda punya seorang idola? Siapakah idola Anda? Tokoh kartun, film, atau tokoh yang lain? Anak-anak pasti banyak yang memilih Batman, Spiderman, Supermen, dll. sebagai idola mereka karena tokoh-tokoh kartun ini menarik hati mereka — khususnya anak laki-laki. Ternyata ada seorang anak yang mengidolakan Yesus lho! Yuk, simak humornya.

1. TUHAN YESUS
Ada beberapa anak Papua yang senang mandi di sungai, suatu saat mereka sepakat untuk meloncat dari sebatang pohon yang tumbang ke tengah sungai, mereka sepakat juga untuk meyebutkan setiap tokoh yang mereka kagumi saat melompat, lalu mereka memulai;
Anak pertama ketika melompat menyebut: “Betmen …”
Anak kedua ketika melompat menyebut: “Supermen …”
Anak ketiga ketika melompat menyebut: “Spidermen …”
Giliran anak keempat melompat, dia lupa tokohnya, sambil termangu dia berusaha mengingat siapa tokohnya, lalu kemudian terpaksa dia melompat karena teman-temannya mendesak. Karena terdesak, ia melompat sambil berkata, “Tuye …”
Teman-temannya bingung lalu bertanya, “Pace coba ko jelaskan Tuye itu sapa ka?”
Lalu anak itu menjawab, “Tuhan Yesus”
Sumber: Kiriman dari Malihu Jopy,

Tetapi Yesus memanggil mereka dan berkata: “Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (Lukas 18:16)

 

Apakah Anda sedang ingin belajar menyetir mobil? Atau apakah Anda sedang sedih karena gagal lulus ujian menyetir? Yuk, langsung saja kita simak humor hari ini tentang menyetir mobil. Tuhan memberkati. :>

2. MENYETIR MOBIL
Doni: “Menyetir mobil itu gampang-gampang susah”
Divo: “Gampangnya apa?”
Doni: “Tinggal duduk di belakang setir, putar kunci kontak, injak pedal kopling, masukkan persneling satu, angkat pedal kopling pelan-pelan, injak gas pelan-pelan, mobil langsung jalan.”
Divo: “Lha susahnya?”
Doni: “Susahnya… kalau mobilnya tidak ada.”
[Sumber: Diambil dan disunting seperlunya dari Majalah Humor April 1991, 61]

TUHAN, Allah kita, memerintahkan kepada kita untuk melakukan segala ketetapan itu dan untuk takut akan TUHAN, Allah kita, supaya senantiasa baik keadaan kita dan supaya Ia membiarkan kita hidup, seperti sekarang ini. Dan kita akan menjadi benar, apabila kita melakukan segenap perintah itu dengan setia di hadapan TUHAN, Allah kita, seperti yang diperintahkan-Nya kepada kita.” (Ulangan 6:24-25)

Sewaktu kita sekolah Minggu pasti guru pernah mengajarkan “Jika pipi kananmu ditampar, berikan pipi kirimu”. Tapi, sudahkah kita mengaplikasikannya dalam kehidupan kita sehari-hari? … Mungkin Anda berpikir, “Wah, berat sekali jika hal itu dilakukan. Membayangkannya saja sudah tidak enak.” Betul tidak? Eits, jangan salah. Anak kecil saja sudah bisa melakukannya, lho! Contohnya ada di humor hari ini. Selamat menyimak. Tuhan memberkati.

3. PIPI KIRI DAN KANAN
Setiap kali ke sekolah Minggu, Yohanes mendengarkan pesan gurunya yaitu, “Kasihilah sesamamu manusia, jika pipi kananmu ditampar, berikan pipi kirimu.”

Sepulang sekolah Minggu Johannes ditampar temannya, Markus.
Setelah Markus menampar pipi kanannya, Yohanes berkata, “Markus… kamu lupa menampar pipi kiriku… Ayo, ini pipiku…!”
Markus: (Sambil berlari ketakutan Markus berpikir) Dia sakit ya…??

Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. (Matius 5:39)

4. NABI YUNUS DI PERUT IKAN
Seorang anak yang baru pulang dari sekolah Minggu langsung menemui ibunya dan mengadu bahwa gurunya hanya memberi nilai “5” pada gambar yang sudah susah payah ia kerjakan.

Si ibu penasaran dan meminta si anak untuk menunjukkan gambar itu. Ketika ibu melihat gambar yang ditunjukkan, ia heran karena gambar itu hanyalah gambar sepasang bola mata dengan latar belakang seluruhnya warna hitam. Ibu bertanya, “Memangnya apa sih yang kamu gambar?”

Dengan polos si anak menjawab, “Nabi Yunus yang sedang berada dalam perut ikan, Bu.”
[Sumber diambil dan diedit dari: Obat Surgawi, 31]

Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya. (Yunus 1:17)

5. MENJADI GARAM DUNIA
Budi adalah seorang murid Sekolah Minggu dari suatu gereja. Walaupun ibunya belum mengenal Tuhan Yesus, ia tidak pernah melarang Budi untuk pergi ke Sekolah Minggu.

Pada suatu hari Minggu, sesampainya Budi di rumah, ibunya bertanya, “Pelajaran apa yang kamu dapatkan di Sekolah Minggu tadi pagi?”

Budi dengan bersemangat menjawab, “Tadi pagi guru Sekolah Minggu saya, Ibu Meliati bersama dengan asistennya Ibu Hartatik, mengajarkan saya untuk menjadi garam bagi dunia ini.”

Ibunya terkejut dan berkata, “Hah, kamu mau jadi garam?! Budi, jangan kecewakan mama, mama mau kamu menjadi dokter atau tukang insinyur!”
[Sumber: Obat Surgawi, 23]

“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. (Matius 5:13)

Publikasi > Tulisan > Humor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *