Puisi: Jejak-jejak kaki

Suatu malam aku bermimpi
Aku berjalan di tepi pantai dengan Tuhan
Di bentangan langit gelap tampak kilasan-kilasan adegan hidupku

Di tiap adegan, aku melihat dua pasang jejak kaki di pasir
Satu pasang jejak kakiku, yang lain jejak kaki Tuhan.

Ketika adegan terakhir terlintas di depanku
Aku menengok kembali pada jejak kaki di pasir.

Di situ hanya ada satu pasang jejak.
Aku mengingat kembali bahwa itu adalah bagian yang tersulit
Dan paling menyedihkan dalam hidupku.

Hal ini menganggu perasaanku maka aku bertanya
Kepada Tuhan tentang keherananku itu.

“Tuhan… Engkau berkata ketika aku berketetapan mengikut Engkau.
Engkau akan berjalan dan berbicara dengan aku sepanjang jalan.

Namun ternyata pada masa yang paling sulit
Dalam hidupku hanya ada satu pasang jejak.

Aku tidak mengerti mengapa justru pada saat aku sangat membutuhkan Engkau,
Engkau meninggalkan aku?”

Tuhan berbisik, “Anakku yang Kukasihi”
Aku mencintai kamu dan takkan
meninggalkan kamu.
Pada saat sulit dan penuh bahaya sekalipun.

Ketika kamu melihat hanya ada satu pasang jejak ,
ltu adalah ketika Aku menggendong kamu.”

Puisi ditulis ulang oleh: St.G.A.F. Siahaan, ST (Wijk Batam Center)
Original version: Footprint by Margaret Fishback
HKBP Lubuk Baja, Batam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *