2 Comments

  1. sarma sariah saragih

    Saya ingin menanyakan :
    1.Apakah salah seorang memberi perpuluhan padahal untuk memenuhi kebutuhannya sendiri masih kurang?
    2.Apakah salah jika seorang mengembalikan perpuluhan dengan kerelaan hati ke gereja tapi ada anggota keluarga yang kekurangan yang membutuhkan dan tidak dapat dibantu karena budgetingnya pas-pasan? Apakah boleh perpuluhan tersebut dialihkan kepada keluarga yang membutuhkan?
    3. Apakah benar bila seorang anak bisa memberi perpuluhan ke gereja tapi tidak cukup untuk menyisihkan kepada orang tuanya?
    4. Apakah boleh dikatakan benar bila perpuluh tersebut dikelola sendiri untuk kepentingan pelayanan ( bila Si A seorang pelayan tapi tidak mendapat kontribusi dari gereja untuk transportasi, fotocopy, alat peraga dll )
    Mohon pejelasannya, terima kasih.

    • parhobas

      Syalom buat Ito Sarmah.

      Dalam Perjanjian Lama, perpuluhan itu wajib bagi umat Allah. Dengan pemahaman bahwa perpuluhan itu adalah bahagian yang menjadi milik Allah yang dipergunakan oleh para imam bait Allah untuk pelayanan, termasuk kebutuhan para imam, membantu orang-orang miskin, para janda, dll.
      Perpuluhan adalah bagian yg paling baik dari yang kita miliki, dalam pengertian bukan perpuluhan dari sisa-sisa yg kita miliki. Tetapi dari keseluruhan yg kita miliki, juga dengan kesadaran bahwa segala sesuatu itu berasal dari Allah.

      HKBP sendiri tidak terlalu menekankan perpuluhan tetapi juga tidak menolak jika ada jemaat yg memberikan perpuluhan kepada Gereja. Hal ini disebabkan ‘mungkin’ antara lain karena: HKBP telah memilii yayasan orang buta, penyakit kusta, yatim piatu, yang semua dana untuk itu telah dialokasikan atau diterima dari donateur, dalam hal ini jemaat, atau Gereja luar negeri. Sementara itu, untuk para imam; pelayan fulltimer (Pdt, Guru, Bibelvrow, Diakones) telah juga dicukupkan oleh jemaat lokal lewat persembahan, ucapan syukur dan iuran tahunan jemaat (tehnisnya boleh berbeda-beda).

      Kembali kepada pertanyaannya: mana lebih baik, memberikan perpuluhan kepada Gereja atau membantu saudara atau bahkan orang tua yang kekurangan ekonomi? Maka saya berpendapat, lebih baik membantu saudara atau orang tua atau bahkan orang-orang miskin yang ada di sekitar kita. Bukankah Yesus berkata, apa yg kamu lakukan kepada salah seorang saudaraku yang kecil ini ( orang miskin, sakit, para janda dan anak-anak telantar), kamu telah melakukannya untuk aku. Sekali lagi saya katakan LEBIH BAIK….bukan harus. Artinya kalau memungkinkan memberi perpuluhan, baiklah kita memberikannya sepanjang itu didasari oleh Syukur kepada TUHAN, bukan dengan sungut-sungut dan dengan tepaksa.
      Salam,
      Pdt. P.T. Sitio, STh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *