Muara Takus mencekam

Sabtu, 26 Februari 2011

Pagi tadi, sekitar jam 10.00 WIB kami mendengarkan kabar yang sangat mengejutkan karena areal pemukiman yang berada di Muara Takus terbakar. Belum diketahui dengan jelas Muara Takus mencekampenyebab kebakaran tersebut, namun sesuai dengan informasi dan keterangan yang didapat dari masyarakat, bahwa sumber api itu berasal dari rumah yang berada di tengah area kebakaran tersebut.

Para pelayan HKBP Lubuk Baja; Pdt. JR. Sitorus, Pdt. PT. Sitio dan Biv. TR. Sitompul segera berangkat begitu mendengar kabar tersebut. Di lokasi kejadian, kami menyaksikan api yang sedang berkobar menghabiskan puluhan rumah warga. Terlihat masyarakat bahu-membahu bersama-sama berusaha memadamkan Si Jago Merah. Namun angin yang bertiup kencang dan medan pemukiman yang sulit dijangkau menyusahkan masyarakat memadamkan api. ditambah lagi dengan keterbatasan air di sekitar area kebakaran.

Mobil Pemadam Kebakaran (DAMKAR, red) yang segera tiba di lokasi juga kesulitan menembus area kebakaran. Namun karena kegigihan dan kerja keras seluruh warga masyarakat dan Petugas Damkar selama lebih kurang 2 jam, akhirnya si jago merah dapat ditaklukkan. Api perlahan-lahan mulai mengecil dan akhirnya padam.

Tinggal kini puluhan keluarga dan ratusan warga yang meratapi puing-puing rumah mereka. Duka mendalam terlihat di wajah mereka yang berusaha mengumpulkan sisa-sisa dari kebakaran tersebut. Sampai berita ini dituliskan, belum diketahui adanya korban jiwa, namun kerugian ditaksir sekitar ratusan juta rupiah.

Laporan  ini dikirimkan oleh Pdt. P.T. Sitio, S.Th.

HKBP Lubuk Baja, Batam

6 thoughts on “Muara Takus mencekam

  1. Horas,

    Salut untuk Fulltimer HKBP Lubuk Baja, yang begitu tanggap dan langsung turun kelapangan (tempat musibah kebakaran). Dengan perhatian dari para Fulltimer, jemaat yg terkena musibah dapat sedikit terhibur dan dikuatkan akan musibah yang menimpa keluarganya.

    Tuhan memberkati…

  2. Hendaknya semua pekerja Fulltimer diseluruh dunia bekerja layaknya fulltimer HKBP Lubuk Baja Batam. Akan tetapi mohon jgn hanya sampai disini saja ketanggapan Fulltimer dan parhalado. Terus bantu saudara saudara kita di Kampung Seraya sebagaimana mereka adalah jemaat kita dan kita semua hidup di dalam Tuhan

  3. Buat Pdt. PTS, terima kasih untuk laporan pandangan mata mengenai musibah ini.

    Belajar dari peristiwa ini, perlu dirancang untuk membuat dana tanggap bencana di HKBP Lubukbaja. Dana tersebut dikelola oleh Dewan Diakonia dan digunakan untuk membantu ruas HKBP Lubukbaja yang terkena bencana, baik bencana alam maupun musibah seperti kebakaran/kebanjiran.
    Semoga korban musibah ini dapat tabah dan tetap kuat dalam iman kepada Tuhan kita.

    • Puluhan anak di permukiman liar Seraya terancam tak bisa sekolah, mulai hari ini, Senin (28/2). Kebakaran hebat yang menghanguskan 73 unit rumah di sana, Sabtu (26/2), tak hanya membuat mereka bersama keluarga kehilangan tempat tinggal, tapi juga seragam dan aneka perlengkapan sekolah. Menurut Eka, Sekretaris Posko Pengungsi Korban Kebakaran Seraya, sedikitnya ada 70-an anak-anak usia sekolah dari TK hingga SMA yang seragam sekolah dan bukunya hangus terbakar.Akibat kebakaran yang terjadi, ada 324 jiwa dari 85 kepala keluarga yang mengungsi di tenda darurat yang dibangun Pemko Batam. dikutip dari Batam Pos, 28 Februari 2011

  4. Mari bersama-sama menjadi garam dan terang bagi dunia.
    Kita diberkati untuk menjadi berkat bagi dunia…
    Kita pikirkan bersama jalan untuk membantu saudara-saudara kita.

  5. Alangkah indahnya jikalau kasih itu bisa terlihat dalam wujud nyata pelayanan dan perbuatan.
    Saudara2 kita di Muara Takus saat ini sedang membutuhkan bantuan dan uluran tangan kasih kita…
    (1 Kor. 13:1-13).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *