Bagaimana jika…

Bagaimana jika Tuhan tidak sempat memberkati kita hari ini,
karena kita tidak sempat mengucap syukur kepada-Nya?

Bagaimana jika Tuhan memutuskan untuk tidak membimbing kita hari ini,
karena kita tidak sudi mengikuti jejak-Nya?

Bagaimana jika kita tidak lagi melihat bunga-bunga mekar hari ini,
karena kita bersungut-sungut ketika Tuhan mengirimkan hujan?

Bagaimana jika Tuhan tidak bersedia lagi menyertai kita hari ini,
karena kita merasa tidak membutuhkan-Nya?

Bagaimana jika Tuhan melenyapkan Alkitab hari ini,
karena kita menolak membacanya?

Bagaimana jika Tuhan tidak akan mengirimkan Putra Tunggal-Nya,
karena kita tidak mau bebas dari dosa?

Bagaimana jika pintu gereja tertutup sejak Minggu besok,
karena kita tidak mau membuka pintu hati kita?

Bagaimana jika Tuhan tidak lagi mengasihi dan mempedulikan kita,
karena kita tidak mengasihi dan mempedulikan orang lain?

Bagaimana jika Tuhan tidak mau mendengarkan kita hari ini,
karena kita tidak mau mendengar-Nya?

Bagaimana jika Tuhan tidak akan lagi memenuhi kebutuhan kita,
karena kita tidak sudi memberikan hidup bagi-Nya?
Bagaimana jika….

tulisan ini dikirim oleh: Yudy Himawan (Kisah ulang dari sebuah cerita anonim)

Publikasi > Tulisan > Kumpulan Puisi, Rohani
HKBP Lubuk Baja, Batam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *