129 pertanyaan tentang cinta

Judul asli: SERIBU PERTANYAAN TENTANG CINTA
Tanya Jawab ini dikumpulkan dari 13 edisi tulisan Amang Pdt. Daniel T.A. Harahap

Pendahuluan
Hampir saban hari saya menerima email dan message bertanya soal bagaimana kaum muda Kristen sebaiknya berpacaran atau melakukan kencan, menentukan batas-batas keintiman sebelum menikah, mengetahui jodoh “pilihan Tuhan” atau menentukan pasangan hidup dan lain-lain. Saya berpikir, daripada harus merespons berulang-ulang pertanyaan yang satu dan seragam itu, mending ditulis sekaligus saja, semoga ada manfaatnya bagi kawan-kawan kaum muda. Untuk memudahkan menuliskannya dan mengenakkan membacanya, saya sengaja memilih bentuk TANYA-JAWAB saja.

Selamat merayakan cinta,

Horas GBU
Pdt Daniel T.A. Harahap
_______________________________________

1. Tanya:
Bagaimana saya bisa mengetahui bahwa dia adalah orang yang dipilihkan Tuhan untuk menjadi pasangan hidup saya?

Jawab:
Saya malah mau balik bertanya: kenapa malah berpikir Tuhan yang harus memilihkan suami atau istrimu? Kenapa tidak memilih sendiri saja, lantas laporkan kepada Tuhan meminta pertimbangan dan persetujuanNya?

Ini pertanyaan serius. Banyak orang muda beranggapan (entah ajaran dari mana) Tuhanlah yang memilihkan dan menentukan pasangan hidup kita. Setahu saya dari Alkitab, hanya Adam-lah satu-satunya manusia yang dipilihkan Tuhan jodoh atau pasangan hidupnya. Selebihnya harus mencari sendiri (seperti Yakub) atau meminta bantuan ayahnya seperti Ishak. Mengapa Tuhan menyuruh kita memilih sendiri jodoh kita?

Pertama: karena Tuhan menganggap kita sudah dewasa, tahu mana yang baik dan cocok untuk kita. Ketika kita makan di restoran, tentu kita tidak bertanya agar Tuhan yang memilihkan menu. Mungkin karena bingung dengan banyaknya pilihan kita akan meminta rekomendasi pelayan, namun tetap kita juga yang harus menentukan apa yang hendak kita makan. Ketika kita hendak membeli sepatu, kita juga tidak meminta Tuhan yang memutuskan model, warna dan ukurannya. Kenapa dalam hal memilih istri atau suami kita “menyerahkan” segala-galanya kepada Tuhan? Pertanyaan saya nakal: yang mau married Tuhan atau kamu?

Kedua: Tuhan ingin kita bertanggungjawab. Dengan memberikan kebebasan kepada kita memilih, Tuhan mau menuntut kita bertanggungjawab atas pilihan jodoh kita. Jika kelak pernikahan kita bermasalah atau bahkan “gagal” agar kita jangan berdalih dan menyalahkan Tuhan. Ingat: kebebasan mengandaikan tanggungjawab. Sebab itu pilihlah sendiri siapa yang kauanggap cocok diajak menikah dan membangun rumah tangga, dan sampaikanlah pilihanmu itu kepada Tuhan. Namun bukan berarti Tuhan lepas tangan. Dia tetap membantu kita, mencerahkan hati dan pikiran, serta menyempurnakan keputusan kita, serta memberkati kita.

2. Tanya:
Bolehkah saya berdoa meminta tanda dari Tuhan apakah orang yang saya pilih itu memang benar-benar cocok menjadi pasangan hidup saya?

Jawab:
Boleh. Namun hati-hati. Jangan berdoa begini: “Ya Tuhan, berilah aku tanda: siapa orang yang pertama kali datang kepadaku menyatakan cintanya dialah jodohku.” Bagaimana kalau yang tiba-tiba pertama kali datang mengetuk pintu itu tukang sayur yang sudah beristri? Ini menyadarkan kita bahwa sulit sekali untuk mengenali tanda dari Tuhan. Kita bisa saja tertipu, dan ingat banyak orang yang terkecoh karena terlalu cepat mengambil kesimpulan tentang tanda dari Tuhan. Mending kita menggunakan baik-baik pertimbangan akal budi dan hati nurani yang dikaruniakan Tuhan.

3. Tanya:
Saya hanya mau mengenal dan pacaran dengan satu orang cowok sebelum menikah. Bagaimana?

Jawab:
Alangkah beruntungnya laki-laki yang mengetahui pikiranmu itu. Dia akan besar kepala dan berbuat sesuka-sukanya, karena tahu kamu tidak akan pernah melepaskannya. Jika dia jahat (ingat: semua manusia punya bakat menjadi jahat) dia akan berusaha agar kamu terikat selamanya. Salah satu caranya: mengajak kamu melakukan hubungan intim. Saran saya bertobatlah dari pikiran naif itu. Sebelum kamu berdiri di depan altar ibadah pemberkatan nikah jangan pernah katakan inilah dia pasangan hidupku itu.

4. Tanya:
Saya sudah pacaran beberapa tahun. Kami saling mencintai dan merasa cocok satu sama lain. Dia baik dan penuh perhatian. Namun saya tetap meragukan keseriusannya. Bagaimana saya bisa tahu bahwa dia serius?

Jawab:
Jika pacarmu Batak, salah satu tanda kesungguhannya adalah mengajak kamu mengenal orangtuanya dan saudara-saudara orangtuanya, selain dikenal keluargamu. Mengapa? Sebab jika dia “main-main” akan terjadi perang saudara. Selain itu dia mengajak kamu menentukan tanggal, bulan dan tahun pernikahan dan memulai perhitungan mundur (count down). Tanda yang lebih konkret, orangtuanya akan datang bersilaturahmi ke rumahmu, dan membayar panjar gedung pesta. Tanda lain: (jika dia tidak punya warisan rumah) dia sudah mengontrak rumah minimal dua tahun. Masih ada lagi: dia tidak lagi sms-sms-an dengan mantan pacarnya.

5. Tanya:
Kami saling mencinta, tapi ada perbedaan yang sangat besar di antara kami, yang membuat orangtua tidak setuju, yaitu: status ekonomi dan tingkat pendidikan. Jika kami nekas meneruskan hubungan ini, apakah kami berbahagia nanti?

Jawab:
Tunggu. Dasar pernikahan adalah cinta atau rasa sayang. Namun cinta saja tidak cukup untuk membangun pernikahan. Kita membutuhkan logika. Banyak konselor mengatakan: semakin banyak persamaanmu dengan pasanganmu peluang semakin besar membangun pernikahan dan rumah tangga yang kuat dan berhasil. Persamaan itu antara lain: iman, falsafah hidup, budaya, juga tingkat intelektualitas, dan gaya hidup.
Namun jangan salah tafsir. Bukan berarti pasangan yang datang dari dua latar belakang berbeda pasti gagal. Namun perlu perjuangan dan kerja keras menyamakan persepsi dan pandangan.

6. Tanya:
Saya laki-laki lulus S1 sementara pacar saya sedang menempuh program doktoral. Dari sudut penghasilan finansial dia juga lebih besar. Jika kami menikah, apakah kami bahagia? Bagaimana?

Jawab:
Pernikahan ibarat gapura yang ditopang oleh dua tiang. Supaya gapura itu kuat maka kedua tiangnya harus kuat, tidak hanya salah satu saja. Pernikahan yang bahagia hanya bisa dibangun oleh dua pribadi berbahagia. Jika Anda merasa bahagia, bangga, berhasil dengan diri Anda sendiri tidak ada masalah, teruskanlah hubungan kalian. Namun jika Anda dalam hati yang terdalam merasa sebagai orang yang gagal atau kurang berhasil dibanding calon istri Anda, sebaiknya berpikir ulang. Ada bahaya di kemudian hari Anda akan melakukan kompensasi yang tidak sehat untuk mengimbangi istri Anda, antara lain: bertindak sewenang-wenang dan melakukan kekerasan.

7. Tanya:
Saya ditempeleng oleh pacar saya. Katanya itu karena rasa cemburu dan sayangnya. Perasaan saya sakit sekali. Dia sudah meminta maaf, dan ingin memulihkan hubungan. Apa yang harus saya lakukan?

Jawab:
Dengar baik-baik: tinggalkanlah dia selama-lamanya. Jika dia sudah berani menamparmu sebelum menikah, maka dia akan berani menendang dan melukaimu nanti sesudah menikah. Maafkan dia, tetapi putuskan saja hubungan. Mending cari laki-laki lain yang sehat jiwanya, punya karakter yang kuat dan kepribadian baik, dan tidak suka melakukan kekerasan.

8. Tanya:
Saya jatuh cinta kepada seseorang. Saya sudah berkali-kali berdoa agar Tuhan menyuruh dia mendekati saya.

Jawab:
Kenapa bukan kamu saja yang mendekati dia? Minimal kamu bisa kirim sms, kartu elektronik, coklat kecil, atau apa saja menarik perhatiannya. Jika dia memang tertarik pastilah dia menyambut. Jika dia tidak berminat, apa boleh buat. Namanya juga usaha, kadang untung kadang rugi. Namun ada yang lebih penting: buatlah dirimu begitu cantik, menarik, pintar, baik dan berharga, sehingga dia yang balik mengejarmu. Dan kamu lebih bebas menilai apakah dia cocok dan pantas untukmu.

9. Tanya:
Saya ditinggalin oleh pacar saya tanpa alasan. Berkali-kali saya mencoba menghubunginya namun dia hilang lenyap dan tak bisa dikontak. Saya merasa sakit dan kecewa sekali. Namun saya masih berharap dia kembali.

Jawab:
Menangislah. Kamu pantas merasa sedih dan kecewa. Dia tipe orang tidak bertanggungjawab. Seharusnya dia menjelaskan terus-terang bahwa dia tidak suka lagi padamu dan ingin memutuskan hubungan. Namun tidak banyak gunanya mempersoalkan itu lagi. Fakta menunjukkan kamu sudah ditinggal. Kacian. Pertanyaannya: lantas kamu mau bikin apa? Hidupmu adalah milikmu. Jangan mau menggantungkan perasaan kepada orang lain, apalagi jika orang itu memang sudah tidak ada. Bagaimanapun sedih, kecewa dan sakitnya, bangkitlah. Bangunlah kembali pribadimu tanpa dia. Balaskanlah “dendam”-mu dengan membuat dirimu begitu indah, baik dan berhasil, supaya suatu saat dia menyesal telah meninggalkanmu. Sebaliknya jangan larut dalam kesedihan dan kekecewaan yang tidak berujung. Itu hanya membuat dirimu makin tidak menarik. Ingat: jangan mau jadi keset kaki. Mending kamu jadi pelangi, bintang, bunga tulip atau sekalian panda betina.

11. Tanya
Saya naksir seorang cowo dan sudah beberapa kali mengirim “sinyal” padanya, tapi kayaknya dia “telmi” (telat mikir). Bolehkah cewe lebih dulu menembak, menyatakan cinta?

Jawab:
Boleh saja. Kitab Suci tidak pernah melarang perempuan mengambil prakarsa menyatakan cinta. “Larangan” perempuan menyatakan cinta lebih dulu adalah konstruksi budaya kuno yang menganggap perempuan adalah objek dan bukan subjek, properti dan bukan pribadi, penerima dan bukan pemberi. Bagi masyarakat moderen yang menganut kesetaraan laki-laki dan perempuan inisiatif silahkan datang dari siapa saja. Namun masalahnya: apakah laki-laki itu sudah berpikir moderen? Jangan-jangan dia masih menganut pikiran kuno, sehingga ketika kamu menyatakan terus-terang mencintainya, dia malah ketakutan dan kabur. Sebab itu mungkin harus diambil langkah-langkah yang lebih cantik, misalnya memakai orang ketiga (yang dipercaya, hati2 pagar makan tanaman) untuk menyampaikan sinyal yang lebih jelas. Selamat berburu eh mengekspresikan cinta.

12. Tanya:
Saya seorang gadis, 24 dan saya sudah tamat kuliah dan kerja. Pacar saya berusia dua tahun lebih tua dan juga sudah bekerja. Kami sudah berpacaran cukup lama, namun pacar saya sama sekali tidak pernah membicarakan soal rencana pernikahan. Saban kali saya singgung soal itu dia menghindar. Apa yang mesti saya bikin?

Jawab:
Seorang perempuan usia 24 sudah merasa sangat dewasa dan matang dan siap menikah. Namun seorang laki-laki usia 26 tahun seringkali menganggap dirinya masih terlalu muda untuk menikah. Bagi kamu pacaran adalah dalam rangka pernikahan. Sementara mungkin bagi dia pacaran adalah demi pacaran itu sendiri, sekedar untuk bersenang-senang. Di sinilah masalahnya. Saran saya: jangan buang-buang waktu, desak dan kalau perlu paksalah dia untuk berbicara baik-baik. Jika dia memang belum siap untuk menikah, mending akhiri hubungan dan segera cari laki-laki lain yang lebih dewasa, matang dan mau memikul tanggungjawab berumah tangga.

Catatan: alasan banyak pemuda takut menikah adalah belum cukup modal (rumah? mobil? tabungan ratusan juta?). Itu sebenarnya alasan konyol. Kecuali punya warisan, atau pengusaha kaya, atau dalam sinetron, hampir tidak pernah ada orang muda yang ketika memulai pernikahan telah memiliki begitu banyak hal. Yang menarik: biasanya malah laki-laki bisa menabung justru setelah menikah! Jika dia punya pekerjaan tetap, uang kontrakan rumah, dan beli kasur yang cukup tebal untuk kalian berdua, sebenarnya itu sudah cukup untuk memulai berumah tangga.

13. Tanya:
Saya mencintai seorang lelaki yang sudah beristri. Dan sepertinya dia juga mencintai saya. Kami tidak bisa berbohong: kami saling mencintai. Bagaimana?

Jawab:
Yesus mengatakan segala sesuatu yang kamu inginkan dilakukan orang kepadamu, lakukanlah seperti itu. Jika dibalik: segala sesuatu yang tidak kauinginkan dilakukan orang padamu, jangan lakukan. Pertanyaan saya: apakah kamu ingin suamimu kelak dicintai dan mencintai orang lain?

14. Tanya:
Saya belum menikah dan hamil. Namun pacar yang menghamili saya sudah beristri dan punya anak. Keluarganya tidak tahu hubungan kami. Saya panik, takut dan merasa berdosa.

Jawab:
Oala. Itu jelas masalah gawat dan dilematis. Kamu memerlukan seorang konselor (pendeta, psikolog, dan orangtua) yang bisa membantumu mencarikan jalan keluar. Namun secara singkat saya bisa menyampaikan ada dua prioritas yang harus diselamatkan. Pertama: dirimu sendiri. Kamu harus tetap sehat, kuat dan gembira. Sebab itu kamu, bagaimanapun beratnya, harus mencintai dan menghormati dirimu sendiri. Tuhan maha pengampun. Jangan putus asa apalagi melakukan tindakan jahat: bunuh diri, membunuh bayi atau membunuh orang lain. Kedua: bayi yang di kandunganmu tidak bersalah. Dia pantas hidup dan mendapatkan cintamu. Namun disini ada masalah berat. Jika kau memaksa pacar gelapmu bertanggungjawab, maka bayimu akan mendapatkan ayah, namun di pihak lain di sebelah sana ada anak-anak lain yang kehilangan ayah. Lantas bagaimana? Saran saya: jadilah ibu merangkap ayah bagi bayimu. Lahirkanlah dia dengan penuh cinta, lantas besarkanlah sendiri, atau berikanlah dia kepada pasangan yang sudah lama merindukan anak, agar si bayi memiliki ayah dan ibu yang penuh kasih dan tanggungjawab. Tentang pacar gelapmu itu: lupakan saja. Dia manusia brengsek yang tidak pantas menjadi ayah.

15. Tanya:
Saya gadis 23 tahun dan baru kali ini pacaran. Selama ini saya punya prinsip tidak mau disentuh oleh yang bukan suami saya. Namun bulan lalu bibir saya dicium oleh pacar saya. Dan anehnya saya mau. Setelah itu hampir setiap bertemu dia mencium saya. Tapi setiap kali sesudah itu saya merasa berdosa. Menurut dia itu biasa dan normal-normal saja bagi orang berpacaran, tapi bagi saya itu salah. Apakah hubungan kami bisa bertahan?

Jawab:
Ini soal perbedaan prinsip. Kamu berprinsip tidak mau melakukan sentuhan fisik saat pacaran. Sementara pacarmu berprinsip pacaran tanpa sentuhan fisik ya tidak enak. Lantas bagaimana? Menurut saya seharusnya masing-masing berpegang pada keyakinannya dan menghormati keyakinan orang yang dicintainya. Jika pacarmu benar-benar tahu kamu tidak suka, kenapa dia memaksa melakukannya? Sebaliknya: jika kamu tahu pacarmu sangat intens melakukan sentuhan fisik, kenapa masih mau pacaran dengannya?

Mungkin kalian harus lebih banyak berdiskusi tentang keyakinan, prinsip dan pandangan hidup masing-masing. Lantas belajar saling menghormati, saling menyesuaikan diri dan saling menerima. Ada 3(tiga) hal yang bisa diubah. Pertama: mengubah kebiasaan pasangan kita. Itu sangat sulit. Sebab pacaran atau bahkan pernikahan tidak mengubah kepribadian seseorang. (Jauh lebih mudah mengganti pacar daripada mengubah kebiasaan pacar). Kedua: mengubah diri kita sendiri. Pertanyaan: apa dan sejauhmana kamu atau dia mau mengubah prinsip dan keyakinan? Apakah keadaanmu lebih baik, sehat dan bahagia dengan mengubah prinsip dan keyakinan itu? Ketiga: mengubah situasi. Lebih banyaklah di tempat terang dan ramai. Atau, cari dan temukanlah aktivitas yang membuat kalian berdua gembira dan semangat, serta tidak kehilangan kontrol atas emosi dan nafsu. Contoh: latihan paduan suara di gereja (tapi pulangnya jangan terlalu malam, atau malah menyimpang ke Ancol atau Puncak).

16. Tanya:
Saya jomblo. Itu membuat saya merasa minder dan iri.

Jawab:
Jomblo atau tidak punya pacar itu bukan aib apalagi dosa. Sambil menunggu kamu bertemu dengan seorang yang kamu sayangi dan menyayangi kamu, silahkan mengkreasi kepribadian sendiri. Cari dan temukanlah sebanyak-banyaknya kekuatan dan kelebihanmu. Bangunlah kepribadianmu (jangan hanya penampilan) seindah-indahnya. Selesaikan tugas dan tanggungjawab di kampus. Lakukanlah hal-hal yang membuat kamu bangga dan bahagia dengan dirimu sendiri. Perbanyak daftar sukses dan kebaikan. Percayalah kamu akan segera dikerubutin lalat-lalat eh para calon pacar.

17. Tanya:
Saya masih berusia 18 tahun dan punya pacar. Saya ingin hubungan kami abadi sampai pernikahan. Bagaimana resepnya?

Jawab:
Jika kamu merencanakan menikah usia 25 tahun, itu artinya masih ada tujuh tahun lagi. Pertanyaan saya: apakah tidak ada lagi kemungkinan kamu bertemu dengan seorang yang jauh lebih baik selama tujuh tahun ini? Waktu masih banyak, kenapa buru-buru menentukan pilihan? Ibarat belanja di Pasar Baru, kenapa berhenti di toko pertama, sementara kalau mau berjalan lebih panjang akan ketemu dengan banyak toko yang mungkin menawarkan kain dengan mutu lebih bagus dan harga lebih murah?

18. Tanya:
Bolehkah saya memegang buah dada pacar saya?

Jawab:
TIDAK. Mending kamu pegang punya kamu saja.

19. Tanya:
Pacar saya sangat “nafsu”. Dia selalu mengajak dan bahkan mendesak saya selalu bercumbu. Sebenarnya saya tidak begitu suka, tapi dia selalu “memaksa”, katanya itu bunga-bunga cinta dan pacaran. Bagaimana?

Jawab:
Banyak sekali motif (tersembunyi) seorang muda yang belum menikah untuk bercumbu atau melakukan sentuhan fisik dengan pacarnya. Salah satu adalah: melarikan diri dari masalah. Mungkin pacarmu sedang punya masalah di tempat lain (gagal di kampus, tertekan di pekerjaan dll) dan menjadikan kamu sebagai pelarian dari masalahnya. Bisa juga, dia punya “agenda tersembunyi” hendak mengikat dan menguasai kamu. Sebab makin intens sentuhan fisik yang kalian lakukan semakin sulit kamu melepaskan dia. Sebaiknya kamu berbicara terus-terang padanya, dan kalau perlu menganjurkan dia ke dokter jiwa.

20. Tanya:
Kami merencanakan membuat foto “pre wedding” di Bunaken. Itu pasti akan jadi kenangan yang sangat indah sekali. Bolehkah?

Jawab:
Jujur, kamu sedang bertanya atau meminta pembenaran? Jika kamu serius bertanya, saya jawab: tidak boleh. Nanti sesudah menikah saja kalian ke Bunaken, Bali, Hawaii atau ke tempat-tempat lain dan silahkan sepuas-puasnya di sana.

21. Tanya:
Apakah sebenarnya makna berpacaran?

Jawab:
Menurut saya pertama kita harus membedakan dua tahap dalam pacaran. Pertama: pacaran demi pacaran. Kedua: pacaran dalam rangka persiapan pernikahan. Sebaiknya kalian berdua harus berada pada tahap yang sama.

Lantas apa maknanya?
Pertama: pacaran adalah proses pengenalan. Melalui pertemanan spesial atau pacaran kita mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih mendalam teman kita. Jika memang belum waktunya menikah, tentu kita juga tidak perlu mengenalnya-dikenalnya terlalu mendalam. Namun melalui proses berpacaran kita tidak hanya belajar mengenal pasangan kita, tetapi juga diri kita (keinginan, harapan, ambisi, kecemasan dan hal-hal lain).

Kedua: pacaran adalah latihan kesetiaan. Melalui pacaran kita berlatih memfokuskan perhatian dan rasa sayang kepada seseorang. Juga belajar bertanggungjawab kepada orang yang kita sayangi. Dengan kata lain pacaran adalah latihan kesetiaan. Namun ini hanyalah sebuah latihan. Kesetiaan yang sesungguhnya nanti sesudah pernikahan. Sebab itu jika merasa tidak cocok dengan pacar kita, tidak masalah jika kita berbicara terus-terang untuk menghentikan hubungan dan memulai latihan dengan orang yang baru lagi. Karena itu saya berpendapat makna “kesetiaan” dalam berpacaran harus dibedakan dengan kesetiaan dalam pernikahan. “Kesetiaan” dalam pacaran belum permanen atau final.

22. Tanya:
Aku diduakan pacarku. Mulanya dia tidak ngaku, tapi akhirnya ngaku memang selingkuh, dan dia minta maaf dan janji untuk berubah. Aku maafin dia walau nggak bisa lupa kelakuannya itu. Kemarin kami ribut soal itu lagi, soalnya cewe itu datang dan cerita padaku semuanya bahwa mereka sudah berhubungan. Aku langsung mutusin dia, tapi dia datang lagi dan minta maaf dan benar-benar janji tidak akan mengulangi lagi. Aku bingung mau menerima apa tidak. Tapi dalam hati sebenarnya aku masih sayang padanya.

Jawab:
Mungkin pacarmu itu mirip seterikaan atau retsluiting yang maju-mundur terus. Memang benar Tuhan menyuruh kita memaafkan orang yang bersalah tujuh kali tujuh puluh kali, tetapi setahu saya Tuhan tidak pernah menyuruh kita agar mau dibodoh-bodohi, termasuk oleh perasaan kita sendiri. Daripada capek-capek mikirin apakah dia benar-benar bisa berubah, mending cari pacar baru sekalian. Sekaligus kasi pelajaran kepadanya bahwa kamu tidak suka dan tidak bisa dipermainkan.

23. Tanya:
Saya laki-laki 24 tahun dan baru saja berangkat studi S2 di Amerika. Sebelum berangkat saya mengatakan kepada pacar saya agar kami putus, dan sebaiknya dia mencari teman lain, sebab kami harus dipisahkan oleh jarak yang sangat jauh dan itu akan membuat dia dan saya menderita. Berdosakah saya mengambil keputusan itu?

Jawab:
Bukan berdosa, malah baik dan bertanggungjawab. Pacaran jarak jauh bukan saja mahal tetapi juga kurang realistis. Pacaran artinya berteman secara dekat. Kecuali sudah sampai pada tingkat bertunangan, berpacaran sangat membutuhkan kehadiran fisik dan kedekatan ruang. Itulah yang membuat kedua pribadi saling mengenal dan saling memperkaya. Jadi apa yang kamu lakukan sudah benar. Toh kalian belum saling terikat secara hukum negara, gereja atau adat. Lebih baik membiarkan masing-masing berkembang dan menentukan jalannya. Bahwa suatu ketika ada kemungkinan kalian bertemu lagi dan masih saling sayang (semoga masing-masing belum terikat janji), itu soal lain.

24. Tanya:
Saya seorang wanita. Pacar saya tujuh tahun lebih muda dari saya. Akankah kami berbahagia jika menikah?

Jawab:
Kebahagiaan pernikahan tidaklah ditentukan oleh kesamaan umur atau jarak umur menurut pandangan tradisional (laki-laki harus lebih tua). Kebahagiaan pernikahan lebih ditentukan oleh kekuatan karakter dan kepribadian serta kualitas cinta kalian berdua. Namun menurut saya baik juga jika kalian berdua menyadari bahwa perbedaan umur seringkali juga berkorelasi dengan perbedaan tingkat kematangan jiwa. Umur berhubungan dengan proses penuaan, dan bagi perempuan sedikit-banyak mempengaruhi proses kehamilan. Jika semua itu sudah dipertimbangkan tentu tidak ada masalah. Apalagi jika masing-masing juga jujur dan terbuka kepada motif-motif tersembunyi mengapa menghendaki umur pasangan yang jauh lebih muda atau jauh lebih muda. Misalnya: ingin dikelonin dan diasuh, atau sebaliknya ingin melindungi atau mengatur.

25. Tanya:
Saya remaja putri 16 tahun sekarang sudah SMU. Saya ingin bertanya: apa sih rasa dicium?

Jawab:
Seperti disengat tawon. Kamu suka?

26. Tanya:
Saya putri tunggal. Ayah saya mantan pejabat dan sekarang pengusaha. Saya punya pacar teman kuliah. Dia sangat baik dan memperhatikan saya, dan saya sangat sayang padanya. Namun ayah dan ibu sangat menentang hubungan kami. Mereka tidak pernah berterus terang, tetapi menurut saya karena pacar saya berasal dari keluarga sederhana.

Jawab:
Mungkin saja bapakmu sangat kuatir dan takut bahwa seluruh kekayaannya akan jatuh dan dikuasai oleh calon mantunya yang miskin. Mungkin juga dia merasa malu dan tidak siap besanan dengan orang tak punya, yang dianggapnya tidak selevel dengannya. Mungkin pula dia curiga bahwa pacarmu hanya pura-pura mencintaimu dan sebenarnya lebih berminat kepada warisan yang bakal jatuh padamu. Semua kemungkinan itu terbuka. Lantas bagaimana?

Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah berbicara jujur dan terbuka baik kepada pacarmu maupun kepada orangtua. Setelah itu berpulang kepada pacarmu. Jika dia memang benar-benar mencintaimu, tugasnya adalah belajar sebaik-baiknya, menjadikan dirinya pintar dan berhasil di masyarakat. Bersamaan dengan itu dia harus membangun karakter, sikap dan nilai yang benar-benar kuat. Sebelum dia berhasil meyakinkan kedua orangtuamu, maka yang pertama-tama harus dilakukannya adalah meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia adalah tipe orang yang sangat menghormati kejujuran dan tidak menilai orang lain (bukan hanya dirimu) berdasarkan pemilikan materi dan status sosial orangtua. Itu sangat sulit tapi bukan mustahil.

27. Tanya:
Di ruang tamu rumah tempat saya kos teman-teman sangat biasa berciuman dan bercumbu. Mereka cuek saja. Saya tidak berani menegur karena takut dianggap kolot atau dimusuhi. Namun saya sangat terganggu. Apa yang mesti saya lakukan?

Jawab:
Ada 3(tiga) pilihan: Pertama: kamu ikut melakukan apa yang biasa dilakukan teman temanmu. (akibatnya apa?) Kedua: kamu bertahan di sana, tapi tidak melakukan yang seperti itu. (sampai kapan?) Ketiga: kamu cari dan pindah ke tempat kos baru yang lebih tertib, disiplin dan santun. (bagaimana kalau ternyata di sana juga begitu?)

Kamu mau pilih yang mana? Coba pikir matang-matang sambil terus berlatih keras merumuskan dan melakukan sendiri mana yang kamu anggap baik, benar dan bertanggungjawab.

28. Tanya:
Kami sudah berusaha keras meyakinkan orangtua dengan berbagai cara dan upaya bahwa kami saling mencinta dan ingin melanjutkan membangun rumah tangga, namun orangtua saya tetap menentang hubungan kami dan bahkan mengancam akan mencoret saya dari daftar anak jika saya nekad. Apakah saya berdosa dan terkutuk jika “melawan” keinginan orangtua dalam hal ini?

Jawab:
Alkitab berkata kita harus lebih taat kepada Allah daripada manusia (Kis 5:29). Jika kalian yakin bahwa hubungan cinta kalian baik dan benar serta tidak bertentangan dengan firman Allah (salah satu alat mengeceknya: hati nurani) maka tentu saja tidak salah mengambil sikap yang berbeda dengan keinginan atau bahkan perintah orangtua. Ketaatan kepada orangtua bukan di atas, melainkan di bawah ketaatan kepada Tuhan dan hati nurani.

Walaupun tidak salah dan tidak dosa, namun harus disadari memilih jalan sendiri yang bertentangan dengan kemauan keluarga bukanlah jalan yang mudah dan tanpa masalah. Salah satu resikonya adalah: kehilangan dukungan orangtua (secara finansial, psikologis maupun moral). Berhubung kamu akan bentrok habis dengan orangtuamu, logis saja kamu bisa sangat tergantung kepada pasanganmu. Syukur-syukur dia benar-benar orang baik dan bertanggungjawab serta mengasihimu. Jika tidak maka dia akan merasa di “atas angin” dan dapat berbuat sesuka-sukanya. Seandainya suatu ketika kalian konflik maka kamu akan benar-benar sendirian. Namun seandainya kamu sangat yakin kepada pertolongan Tuhan, kekuatan dan kemampuanmu memikul diri sendiri dan menghadapi masalah, ya silahkan teruskan saja hubungan kalian. Namun kalau kamu ragu-ragu, sebaiknya turuti saja ikhlas saja keinginan orangtua dan coba melihat aspek positifnya.

Saran saya sebelum mengambil keputusan, bicarakanlah secara jujur dan mendalam (serta tenang) semua aspek baik-buruk, positif-negatif, keputusan kalian dan baik juga mencari pihak ketiga (pendeta, konselor, kerabat yang arif dan dituakan) untuk memberikan kalian pertimbangan. Ingat: ketika jatuh cinta ada godaan kita cenderung hanya mendengar nasihat dari orang-orang yang kita tahu betul mendukung atau membenarkan tindakan kita, dan itu tidak menolong kita melihat permasalahan secara jernih. Jangan takut mendengar nasihat yang berbeda dari keinginanmu. Jangan lupa juga berdoa memohon bimbingan Tuhan untuk mengambil keputusan yang paling baik bagi diri kalian dan meneguhkan hati melaksanakannya. Di atas semua itu, apapun keputusanmu: jangan sesali apa-apa atau siapa-siapa di kemudian hari.

29. Tanya:
Saya seorang pemuda, 27 tahun, dan sudah bekerja. Saya sangat mencintai pacar saya, demikian juga sebaliknya. Namun ibu saya sangat tidak menyetujui hubungan kami dan saya tidak kuasa menyakiti hatinya, apalagi beliau mengidap penyakit jantung. Saya merasa terjepit. Di satu sisi saya mencintai pacar saya namun di lain sisi saya juga sangat mencintai ibu yang telah melahirkan dan membesarkan saya. Bagaimana?

Jawab:
Saya kurang tahu latar belakangmu dan keluargamu. Namun menurut saya seorang laki-laki yang tidak berani mengatakan TIDAK kepada ibu kandungnya dan memilih jalan yang berbeda dengan kehendak ibunya sebenarnya belum siap untuk menikah dan mempunyai istri. Sebab jika kamu menikah, kamu akan terus-menerus terjepit, dan kemungkinan besar kamu akan condong mendahulukan atau memprioritaskan ibumu. Itu akan membuat istrimu sangat menderita karena merasa dinomor-duakan. Saran saya sebaiknya temui psikolog untuk membantu kamu mengatasi problem “anak mami” dan belajar menjadi laki-laki dewasa yang mandiri secara emosional.

30. Tanya:
Saya seorang gadis, 25 tahun, dan sudah bertunangan. Saya sangat menyayangi tunangan saya, dan menurut saya dia laki-laki baik dan penuh perhatian. Namun ada beberapa hal kebiasaannya yang sangat sulit saya terima, dan sangat sulit untuk diubahnya. Antara lain: dia selalu angkat kaki ketika makan. Satu lagi: dia selalu membaca koran dan majalah sambil makan (dan ke toilet). Mungkinkah dia berubah setelah kami menikah?

Jawab:
Pernikahan tidak pernah otomatis mengubah kepribadian seseorang. Pernikahan justru cenderung mendorong seseorang menunjukkan karakter dan kepribadian sesungguhnya. Jadi jangan mengharapkan pernikahan akan mengubah sifat-sifat tunanganmu itu, nanti kamu akan kecewa. Lebih baik belajar menerima kenyataan kamu akan menikahi seorang yang kalau makan suka “angkat kaki” dan membaca koran.

Atau ada cara lain, ajaklah dia berunding baik-baik dan mencari win-win
solution. Silahkan masing-masing mengungkapkan apa yang tidak bisa diterimanya dari pasangannya dan lantas bagaimana jalan keluarnya. Jika kalian memang saling mencintai (dan karena itu mau bertunangan) tentu kalian mampu mengatasi masalah “kecil” ini. Salah satu: tawarlah dia agar hanya baca koran dan majalah saat sarapan pagi, dan bukan makan siang atau makan malam. Selanjutnya: koran, majalah atau buku yang dibawa ke toilet tidak boleh basah dan harus dikembalikan ke tempat asalnya. Adil kan?!

31. Tanya:
Saya sangat benci pacar saya merokok. Saya menegurnya dan dia malah marah. Salahkah jika saya melarangnya merokok?

Jawab:
Istri saya juga sangat tidak suka saya merokok saat pacaran, dan lebih tidak suka lagi setelah menikah. Tegur saja sampai akhirnya dia berhenti. Jika dia marah dan malah meninggalkan kamu, apa boleh buat, memang dia lebih mencintai rokoknya daripada pacarnya. Cari saja orang yang lebih mencintai kamu daripada kebiasaan buruknya.

32. Tanya:
Saya sedang membina hubungan serius dengan seseorang. Pacar saya mengatakan orangtuanya akan datang melamar ke rumah untuk melamar. Saya sangat takut dan panik. Saya sebenarnya tidak perawan lagi namun pacar saya yang sekarang tidak tahu hal itu. Saya takut kehilangan dia jika saya memberitahukan kepadanya keadaan saya. Sebaliknya, saya juga takut setelah malam pernikahan dia kecewa dan menganggap saya bohong jika tidak memberitahu bahwa saya pernah berhubungan intim di masa lalu. Apa yang harus saya lakukan?

Jawab:
Kejujuran dan ketulusan hati jauh lebih berharga daripada keperawanan (istilah keperawanan seharusnya mengacu kepada laki-laki dan perempuan). Masalahnya di jaman moderen ini masih saja ada orang yang menganggap keperawanan sebagai sesuatu yang absolut atau segala-galanya, melampaui cinta yang murni dan tulus.

Kejujuran adalah jalan terbaik. Namun kejujuran tidak harus diartikan secara gampang. Kamu bisa memulai menyelidiki bagaimanakah pikiran dan sikapnya tentang nilai keperawanan, misalnya dengan mengajaknya mendiskusikan topik itu yang kebetulan ada di buku atau film. Selanjutnya kamu bisa mengatakan kebenaran secara perlahan dan bertahap. Jika dia memang seorang yang benar-benar dewasa, mencintaimu dan yakin kamu sangat mencintainya, tentulah dia tidak akan memutuskan hubungan kalian hanya karena kamu pernah melakukan suatu kesalahan di masa lalu. Namun ada lagi yang terpenting: jika kamu sudah jujur kepada Tuhan, diri sendiri, dan kekasihmu: jangan lagi hukum dirimu dan jangan anggap dirimu rendah. Tuhan tidak pernah melihat masa lalu seseorang, Dia hanya mementingkan siapa kita sekarang dan besok.

33. Tanya:
Bagaimanakah kita bisa tahu bahwa seorang gadis masih perawan (belum pernah melakukan hubungan seks) atau tidak?

Jawab:
Bagaimanakah kita bisa tahu bahwa seorang laki-laki masih perjaka (belum pernah melakukan hubungan seks) atau tidak? Jika kita tidak pernah (ingin) tahu bahwa seorang laki-laki pernah atau tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah, maka kita juga tidak pernah boleh (ingin) tahu seorang gadis pernah atau tidak melakukannya. Adil kan?

34. Tanya:
Mengapa gereja melarang seks sebelum pernikahan? Apa alasannya selain hal itu dosa dan dilarang Tuhan?

Jawab:
Seks (yang baik) adalah penyerahan tubuh dan jiwa kepada seorang yang kita kasihi dan mengasihi kita. Penyerahan tubuh dan jiwa secara total itu harus disambut dan dibalas dengan komitmen penerimaan dan perlindungan yang total juga. Itu hanya bisa dilakukan dalam pernikahan. Di luar pernikahan penyerahan diri total itu hanya dibalas dengan perlindungan sebagian atau setengah. Itu curang atau tidak adil.

Pernikahan kristiani mengajarkan kesetiaan permanen atau kekal. Ketika seseorang menyerahkan tubuh dan jiwanya kepada kita dalam hubungan seks, maka kita wajib menjaga dan melindunginya selama-lamanya, termasuk ketika dia tidak lagi sehat, tidak lagi memikat secara seksual, dan tua-renta.

35. Tanya:
Berapa lamakah waktu berpacaran yang ideal sebelum memutuskan menikah?

Jawab:
Tidak ada ukuran durasi atau jangka waktu yang pasti. Berpacaran adalah suatu proses pengenalan dan latihan kesetiaan sebelum mengambil keputusan hidup bersama – diikat oleh janji pernikahan – sampai mati. Sebagian orang membutuhkan waktu cukup lama agar dapat mengenal pasangannya dengan mendalam dan meyakinkan dirinya bahwa orang itu cocok dan pantas menjadi suami atau istrinya. Sebagian orang lagi hanya membutuhkan waktu sebentar.

Selanjutnya dapat kita katakan proses pengenalan itu juga sangat dipengaruhi oleh frekuensi pertemuan, tingkat dan cakupan percakapan, pengalaman bersama, dan kesesuaian tujuan dan cita-cita. Namun ada hal menarik, biasanya semakin kita mengenali diri kita (pikiran dan perasaan, sejarah hidup pribadi kita secara mendalam) semakin mudah juga kita mengenali pasangan kita. Semakin kita menerima keberadaan diri kita semakin mudah pula kita menerima keberadaan diri pasangan kita.

Di sini kita membutuhkan kejujuran. Sejauh mana kita jujur kepada diri kita dan kepada Tuhan. Sebab seringkali ketika kita baru jatuh cinta kepada seseorang, kita cenderung “melupakan” dengan murah atau mengabaikan kekurangan-kekurangannya. Memang Rasul Petrus mengatakan “kasih menutupi banyak sekali pelanggaran” dan Paulus mengatakan “kasih menutupi segala hal”, namun yang dimaksudkan bukanlah mengabaikan atau melupakan, tetapi menerima segala kekurangan itu dengan sadar dan ikhlas.

36. Tanya:
Saya boru Batak, menurut umur sudah telat menikah, pernah enam tahun di Inggris dan kini bekerja di salah satu perusahaan multi nasional. Tadinya saya punya pacar bule tapi tidak disetujui oleh orangtua. Mereka menuntut saya harus menikah dengan Batak. Saya entah kenapa tidak pernah cocok dengan pria Batak.

Jawab:
Ini memang PR (= pekerjaan rumah) berat bagi komunitas Batak. Jaman sudah berubah. Gadis-gadis Batak telah mencapai pendidikan yang sangat tinggi (sebagian di luar negeri), memiliki pekerjaan dan penghasilan yang sangat bagus, serta menjadi bagian masyarakat global moderen. Sementara itu adat Batak belum cukup banyak berubah merespons perkembangan jaman khususnya menyangkut hubungan laki-laki dan perempuan.

Jika kamu menerima permintaan orangtua wajib menikah dengan Batak (maklumlah hari begini banyak orangtua masih berpikir sempit), tentu kamu harus menemukan-ditemukan pria Batak yang berpendidikan minimal sama tingginya, walaupun belum pernah tinggal di luar negeri tetapi berpikiran luas dan global, dan menjunjung pemahaman kesetaraan gender.

Saya tidak menganjurkan kamu “asal comot”. Sebagai seorang pendeta di gereja batak, saya tahu ada banyak sekali masalah yang terjadi ketika suami tidak sanggup menerima keberadaan istrinya yang jauh lebih pintar, hebat dan kaya dibanding dirinya. Akibat merasa “kalah dan rendah” suami jadi aneh-aneh. Baru-baru ini masuk koran seorang suami menembak istrinya, karena pangkat istrinya lebih tinggi dibanding dia. Di banyak kasus, suami melakukan kekerasan sebagai kompensasi.

Pesan moral: laki-laki Batak belajar dan bekerjalah lebih keras dan terutama bersyukurlah bahwa partnermu perempuan Batak masa kini bukan saja makin cantik dan menarik, tetapi juga pintar dan hebat.

37. Tanya:
Saya beberapa kali pacaran tetapi semua kandas di tengah jalan. Akhirnya orangtua menjodohkan saya dengan seseorang pria. Kami baru berkenalan kurang lebih dua bulan dan segera hendak menikah. Bagaimana?

Jawab:
Jaman dahulu perempuan dan laki-laki umumnya dijodohkan atau dipilihkan pasangan hidupnya oleh orangtuanya. Kemudian jaman berubah, orang ingin bebas dan memilih sendiri pasangan hidupnya dan bukan menerima begitu saja pilihan orangtuanya. Namun jaman berubah lagi, kita sekarang hidup di masyarakat global yang sangat majemuk dan kompleks. Berhubung terlalu banyak pilihan, akhirnya sebagian orang kembali ke pola lama, meminta orangtuanya mencarikannya pasangan hidupnya.

Tidak ada salahnya meminta orangtua mencarikan atau merekomendasi pasangan hidup kita. Mereka sangat menyayangi dan mengenal anaknya, dan karena itu sedikit-banyak tahu juga mana yang cocok dan pantas menjadi pendamping anaknya. Biasanya mereka akan mencari dari lingkungan sendiri yang tentu saja memiliki kesamaan dalam banyak hal. Masalahnya, menurut saya, hanyalah soal waktu yang pendek. Dua bulan mungkin tidak cukup bagi kalian untuk saling mengenal dan menerima. Keputusan kalian untuk menikah walau baru berkenalan justru menghambat kalian untuk saling mengenal secara jujur dan mendalam. Kenapa? Karena ada bahaya rencana pernikahan bubar. Saran saya daripada menyesal di kemudian hari, dan itu sering terjadi, mending kalian menunda pernikahan beberapa bulan lagi, lantas memakai jasa konselor pernikahan profesional untuk membantu kalian melakukan analisis apakah kalian cocok menjadi pasangan suami-istri.

38. Tanya:
Apakah modal pernikahan selain cinta?

Jawab:
Pertama: kesehatan fisik dan psikis. Ini modal pertama dan utama. Pernikahan membutuhkan kesehatan. Sebab itu jaga kesehatanmu baik-baik dan jangan ragu memeriksakan kesehatan berdua sebelum menikah. Bukan hanya kesehatan fisik, tetapi kesehatan jiwa juga sama pentingnya dicek. Sebab banyak orang fisiknya tampak sehat dan bagus, namun jiwanya sakit.

Kedua: kedewasaan. Biasanya kedewasaan sejalan dengan umur. Tapi jaman sekarang umur tidak bisa dijadikan patokan mutlak. Banyak juga orang yang sudah berumur 25 tetapi masih seperti kanak-kanak atau berumur di atas 30 tetapi masih seperti remaja belasan tahun. Apa kriteria orang dewasa? Ini: (1) tahu membedakan yang baik dan yang buruk (dan mampu memilih yang baik), (2) setia (kepada iman, tujuan, cita-cita, prinsip dan pasangan) dan tidak gampang berubah-ubah (3) bertangggungjawab atas hidupnya sendiri (tidak menjadi beban orang lain secara finansial atau emosional), (4) tidak gampang terpengaruh oleh sensasi dan rumor, (5) dapat dipercaya dan diandalkan (dalam tugas, waktu, uang, janji, cinta dan seks).

Ketiga: pekerjaan tetap dan tabungan secukupnya (minimal untuk kontrak rumah beberapa tahun).

39. Tanya:
Pacar saya sangat pencemburu. Dia selalu ingin memeriksa isi ponsel saya dan saban kali mengecek dimana dan apa yang saya kerjakan. Setelah pacaran dengannya saya malah jadi kehilangan teman-teman dan sahabat-sahabat saya. Saya sayang padanya. Mungkinkah dia berubah?

Jawab:
Kecemburuan sering dianggap tanda sayang. Namun kecemburuan yang sangat besar dan tidak terkendali sebenarnya tanda ketidakpercayaan diri. Pacarmu mungkin memiliki masalah dengan dirinya sendiri. Dia tidak cukup yakin bahwa dirinya spesial, kuat dan berharga. Itu bisa disebabkan oleh banyak faktor. Salah satu: pendidikan keluarga. Berhubung kamu sudah memilihnya jadi pacar dan sayang padanya, terimalah secara ikhlas perasaan cemburunya itu. (dan bantu juga dia mengakui terus terang dan jujur bahwa dia cemburu). Sejalan dengan proses waktu, bila kamu mencintainya sungguh-sungguh, dia juga akan bertumbuh dan berkembang baik sehingga tidak terlalu kuatir lagi kehilangan kamu. Jangan-jangan sebaliknya nanti kamu yang balik cemburu dan takut dia pergi.

40. Tanya:
Pacar saya mencuri uang di dompet saya. Tidak banyak memang, tetapi saya tidak suka sebab dia mengambilnya tanpa permisi.

Jawab:
Laporkan saja ke polisi. Jika takut malu, cukup pecat dia sebagai pacar

41. Tanya:
Apakah seorang Guru Sekolah Minggu boleh berpacaran?

Jawab:
Kenapa tidak? Selayaknya orang-orang normal, sehat dan baik-baik lainnya guru-guru Sekolah Minggu sangat boleh berpacaran. (Yang tidak boleh pacaran lagi hanya guru SM yang sudah menikah!).

Kita seringkali lupa bahwa guru Sekolah Minggu, juga penatua dan pendeta, adalah manusia yang punya kebutuhan (biologis dan psikologis), harapan, cita-cita, juga kecemasan dan hasrat. Guru-guru SM adalah manusia yang juga
memiliki keinginan mencintai-dicintai, memiliki-dimiliki, serta mengaktualisasi diri. Pengabaian atau penyangkalan kebutuhan ini justru membuat si guru SM menjadi tidak normal dan tidak sehat. Itu, sadar atau tidak sadar, akan berpengaruh kepada pengajarannya. Bisa saja terjadi guru SM yang menyangkal kebutuhan biologisnya tanpa sadar menjadi sangat ekstrim, selalu tegang dan marah-marah kepada anak-anak didiknya. Sebaliknya guru SM yang mempunyai hubungan cinta yang sehat dan indah bersikap lebih rileks dan toleran. Tentu saja sebagai guru SM atau pelayan muda kita dituntut memiliki integritas dan tidak memberikan contoh buruk kepada anak-anak didik, misalnya mojok berdua di gereja saat kelas berlangsung atau nongkrong sampai tengah malam di warung dan lain sebagainya. Dengan kata lain, guru SM atau pelayan gereja, dituntut agar membangun hubungan berpacaran yang sehat, baik dan indah, serta sesuai norma gereja.

42. Tanya:
Kami sudah berhubungan intim. Tapi sebentar lagi kami terpaksa harus berpisah karena tamat SMA. Pacar saya melanjutkan studi ke pulau lain, sementara saya tinggal di sini. Saya merasa semuanya gelap. Bagaimanakah nasib saya? Apa yang mesti saya lakukan?

Jawab:
Pertama: jangan bunuh diri atau menghancurkan diri sendiri karena menganggap “nasi sudah jadi bubur, dan buburnya sudah basi”. Dunia belum berakhir. Sesakit apapun perasaanmu, kamu harus berani hidup dan melangkah lagi. Ini memang harga yang sangat mahal yang mesti kamu bayar akibat “kebodohan” atau “keluguan”.

Tuhan itu baik dan penuh pengampunan. Datanglah kepadaNya meminta kekuatan membangun kembali cita-cita, kepribadian dan imanmu. Jika dia masih mencintaimu dan kamu juga masih mencintainya ya teruskanlah hubungan kalian namun dengan komitmen yang baru (walau itu sangat sulit dan hampir mustahil). Namun seandainya dia suatu saat meninggalkanmu, kamu harus siap mental, dan jangan mau hancur. Hormati dan cintai dirimu sendiri. Saran saya sementara konsentrasilah dan fokuskanlah seluruh enerji kepada studi. Jika kamu sukses gemilang, luka-luka itu akan lebih mudah disembuhkan.

43. Tanya:
Kami mengaku berpacaran terlalu bebas. Mungkin karena keadaan. Orangtua saya jarang di rumah, sehingga saya dan dia bebas sekali bercumbu di rumah walau belum sampai intercourse. Kami beberapa kali berdoa dan berjanji agar tidak mengulang lagi perbuatan ini namun selalu gagal. Kami setiap kali melanggar lagi janji itu. Saya merasa sangat berdosa. Apa yang harus saya lakukan?

Jawab:
Seks sering diumpamakan seperti jalan satu arah, atau one way traffic. Jika kita sudah melaluinya maka tidak ada jalan kembali. Jika kita umpamakan seperti penggaris, maka jika kita sudah sampai ke tahap 3 maka satu-satunya adalah meneruskan ke tahap 5 dan terus hingga ke sepuluh. Contoh lebih konkret: jika sepasang remaja yang berpacaran sudah berciuman bibir, maka tidak mungkin lagi besok atau lusa mereka hanya ciuman pipi atau berpegangan tangan. Jika sudah bercumbu, maka tidak mungkin lagi mundur hanya mencium bibir (sebentar). Lantas bagaimana?

Ada 3(tiga) pilihan:
Pertama: kalian berjanji tidak akan mengulangi lagi bercumbu. Perhitungan saya minggu depan atau tiga hari lagi, bila ada kesempatan, pasti kalian akan melanggar janji itu dan mengulangnya lagi.

Kedua: kalian meneruskan saja hasrat dan keinginan yang ada. Perhitungan saya, tak lama lagi kalian akan melakukan hubungan seks total, dan ada kemungkinan kamu hamil dan membuat berantakan hidupmu.

Ketiga: kalian memutuskan hubungan (sesakit apapun). Dan mulailah lagi pacaran dengan orang lain dari titik nol. Dan jangan tersandung di batu yang sama untuk kedua kalinya. Ingat ada pepatah: keledai (yang sering dianggap bodoh) tidak mau terantuk di batu yang sama dua kali.

44. Tanya:
Saya mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Jawa dan tinggal kos. Orangtua saya tinggal di kampung Tapanuli. Bisakah memberi resep agar saya tidak jauh ke dalam pola pergaulan yang liar?

Jawab:
Kesadaran akan situasi dan kondisi lingkungan merupakan suatu langkah yang sangat bagus untuk bisa tetap eksis. Hidup jauh dari orangtua artinya hidup jauh dari kontrol dan pengawasan (sebenarnya pada jaman sekarang, walaupun
tinggal se rumah dengan orangtua, kemampuan orangtua mengontrol hidup anak-anaknya sudah sangat lemah). Itu artinya kamu bisa melakukan apa saja yang kamu kehendaki tanpa sepengetahuan orangtua. Kamu sangat bebas, sebab tidak ada satu orang pun yang mengawasimu. Satu-satunya yang tinggal adalah kontrol diri sendiri. Celakanya kemampuan kita mengontrol diri sendiri adalah yang paling lemah. Tinggal di rumah kos jauh dari orangtua sebenarnya ibarat membawa mobil di jalan menurun dengan rem yang tidak begitu bagus. Sebab itu hati-hatilah terutama saat-saat kamu merasa sangat kesepian, menghadapi banyak masalah di kampus, dan kehilangan mood untuk belajar. Jika kamu benar-benar fokus kepada studi (tidak menjadikan pacaran lebih penting dari segalanya) maka saya yakin kamu bisa survive. Selanjutnya: pilihlah secara sadar untuk hanya berteman dengan orang-orang baik dan punya karakter. Sebab mengatakan TIDAK kepada teman sebaya kadang sangat sulit.

45. Tanya:
Ini untuk ke tiga kalinya saya dipukul oleh tunangan saya. Yang pertama dan kedua saya hanya bisa menangis, tak menyangka orang yang saya sayangi bisa berbuat seperti itu. Saya mengaku saya memang salah tetapi saya tidak menerima diperlakukan hina. Tadi, saat dia memukul, saya refleks membalas. Kebetulan waktu SMA saya pernah belajar taekwondo. Saya menendangnya dan dia langsung terhuyung-huyung dan hidungnya berdarah membentur meja. Sesudah itu saya menyesal setengah mati.

Jawab:
Bagus. Kamu hebat. Latih terus teknik taekwondomu.

46. Tanya:
Apakah pernikahan merupakan kewajiban atau keharusan?

Jawab:
Tidak. Pernikahan adalah pilihan dan bukan kewajiban. Kamu bebas memilih untuk menikah atau tidak menikah. Kamu bebas memilih menikah dengan si A atau si B (yang penting dia mau). Apa pun pilihanmu sampaikanlah dan pertanggungjawabkanlah kepada Tuhan dan minta pertolonganNya meneguhkan hatimu.

Pernikahan juga tidak menaikkan status seseorang di hadapan Allah dan manusia (moderen). Memang dalam budaya Batak lama, pernikahan dan melahirkan anak (apalagi laki-laki) dianggap menaikkan status sosial. Namun jaman sudah berubah. Pemahaman itu harus dikoreksi, sebab makna dan nilai seseorang bukanlah ditentukan oleh menikah atau tak menikah, tetapi kepada karakter dan karyanya bagi dunia. Banyak orang yang tidak menikah mengabdi bagi Tuhan dan kemanusiaan serta membuat dunia ini lebih baik.

Menurut saya, yang penting kamu benar-benar yakin kepada pilihanmu sendiri. Jangan juga terlalu cepat mengambil kesimpulan dan keputusan. Dan jangan ragu mengubah keputusan. Misalnya kamu sudah memutuskan tidak menikah, namun kemudian berubah pikiran, dan ingin menikah, itu bukan dosa. Begitu juga sebaliknya. Yang penting keputusanmu berakar dalam hati terdalam dan tidak merugikan orang lain.

47. Tanya:
Katanya Tuhan menyediakan segala sesuatu pada waktunya. Saya sudah lama sekali dan letih berdoa agar dipertemukan dengan “tulang rusuk” atau jodoh saya, namun sampai saat ini belum dikabulkan. Sampai kapan saya harus menunggu?

Jawab:
Selain Adam dan Hawa sebenarnya tidak ada lagi manusia yang disediakan Tuhan di depan matanya jodoh atau pasangan hidupnya. Kita harus mencari. Pertanyaan saya: mengapa menunggu? Di dunia moderen ini perempuan harus sama proaktif, kreatif dan dinamisnya dengan laki-laki.

Pemahaman yang mengatakan perempuan harus pasif dan laki-laki harus aktiv adalah konstruksi budaya (lama) dan bukan kehendak Tuhan. Begitu juga pemahaman perempuan adalah penerima dan laki-laki pemberi. (Catatan: bentuk alat kelamin laki-laki dan perempuan tidak boleh dijadikan simbol laki-laki memberi dan perempuan menerima, tetapi saling memberi dan saling menerima).

Sebab itu ciptakanlah kesempatan menjumpai-dijumpai oleh banyak orang. Buatlah kepribadianmu bukan saja sedermikian baik dan menarik, tetapi juga terbuka untuk diketahui dan disapa oleh orang-orang baru. Dan tidak perlu malu mengakui jujur, santun dan terhormat kamu memiliki keinginan dicintai-mencintai, dinikahi-menikahi.

48. Tanya:
Pernikahan orangtua saya gagal. Saya takut bila saya menikah hanya akan mengulangi kegagalan yang merupakan mimpi buruk puluhan tahun itu.

Jawab:
Kita bersyukur Tuhan tidak menciptakan kita sebagai korban nasib atau tawanan masa lampau. Alkitab menyaksikan Tuhan merancang masa depan yang sejahtera dan gemilang bagi kita. Menurut saya yang kamu harus lakukan adalah membuka dan menyingkapkan luka-luka bathin sejak masa kanak-kanak itu agar sembuh. Luka batin yang dipendam bukan saja tidak akan pernah sembuh, tetapi semakin parah dan membusuk. Hadirkanlah kembali dalam permenungan-permenunganmu semua kejadian-kejadian buruk itu secara mendetil, sampai kamu bisa merasakan kembali seperti saat itu terjadi. Jangan takut mengenangkan kembali pengalaman-pengalaman perih itu. Masa lalu itu tidak mampu menyakitimu. Semua itu sudah berlalu dan akan benar-benar berlalu jika kamu menyingkapkannya. Selanjutnya berdamailah dengan masa lalu itu, terimalah ikhlas sebagai bagian sejarah hidupmu. Lihatlah: Tuhan menciptakan segalanya jadi baru.

49. Tanya:
Saya masih SMU dan belum pernah sama sekali pacaran. Benarkah pacaran menambah semangat belajar?

Jawab:
Benar. Tapi ada kalaunya. Yaitu kalau pacarnya teman sekelas atau sesekolah, dan sedang tidak ada masalah. Jika ada masalah dengan pacar (sekelas, sesekolah) justru bisa merusak semangat dan konsentrasi belajar. Artinya: motivasi belajar jangan dikaitkan dengan pacar supaya bisa tetap konstan dan tidak gampang dipermainkan oleh suasana hati dan pasang-surut hubungan cinta.

50. Tanya:
Saya mahasiswi tingkat persiapan. Saya belum pernah pacaran alias jomblo abis. Kadang-kadang saya suka iri, minder dan penasaran (ingin tahu dan mengalami sendiri) jika mendengar cerita teman-teman yang kencannya sangat heboh.

Jawab:
Penelitian menunjukkan orang muda yang berpacaran apalagi telah melakukan hubungan intim kadang atau selalu membesar-besarkan cerita. Padahal kenyataannya belum tentu sehebat, senikmat atau seindah yang diceritakan. Jadi tidak usah iri apalagi merasa rendah diri karena belum pernah pacaran apalagi cumbu-cumbuan. Bersabarlah sedikit lagi, terutama selesaikan saja dulu tugas-tugas di tingkat persiapan. Sebab seringkali kegagalan (awal kegagalan) justru karena mahasiswa bermain-main atau lengah di tingkat persiapan.

Penasaran dan ingin tahu serta mengalami kencan? Boleh-boleh saja. Asal ingat baik-baik: rasa penasaran dan ingin tahu (contohnya: bagaimana kalau leher atau kuping dicium) pada tingkat tertentu sangat sulit dikendalikan. Banyak gadis muda melakukan kebodohan (yang harganya sangat mahal) karena tiba-tiba menjadi “kambing lugu” yang membiarkan saja tubuhnya digerayangi maling bertampang beriman karena tidak mampu menstop rasa ingin tahunya. Kamu mau menambah jumlah mereka?

51. Tanya:
Mungkinkah pada jaman sekarang anak muda berpacaran tanpa melakukan sentuhan fisik sama sekali, seperti yang pernah diajarkan pembimbing rohani saya di kampus?

Jawab:
Mungkin saja. Yaitu jika yang seorang tinggal di Dubai (Arab) dan yang satu lagi di California dan mereka baru bertemu sehari menjelang pernikahan di Jakarta.

Maksud saya, kita sekarang hidup di suatu masyarakat yang hampir tidak lagi mengenal pemisahan ruang berdasarkan jenis kelamin (kecuali toilet umum, dan beberapa sekolah agama). Laki-laki dan perempuan duduk bersama di kelas atau ruang kuliah berjam-jam, dua kali sehari berhimpit-himpit di bus atau kereta api, dan bertemu dengan pacarnya kadang dua atau tiga kali seminggu (sebagian tiap hari, sebagian lagi malah sudah tinggal di bawah satu atap rumah kontrakan atau kost). Melarang sentuhan fisik sama sekali menurut saya bukan hanya naif tetapi juga tidak berguna, sebab tanpa direncanakan dan disengajakan pun laki-laki dan perempuan yang tak saling mengenal pun sudah berdempetan di metromini yang melaju dengan kecepatan tinggi lantas merem mendadak.

Lantas bagaimana? Menurut saya yang paling pokok adalah menempatkan sentuhan fisik saat pacaran (mulai dari berpegangan tangan, berangkulan, mencium pipi dan bibir, dan apa lagi?) pada proporsinya. Sentuhan fisik tidak boleh dijadikan tujuan apalagi menu acara satu-satunya saat berpacaran. Sebab itu akan mengurangi kesempatan bagi pasangan itu untuk benar-benar saling mengenal secara mendalam melalui percakapan serius. (ingat: aktivitas sentuhan fisik berbanding terbalik dengan percakapan verbal). Juga menggoda pasangan itu untuk melupakan tugas-tugas utamanya: belajar atau berkarya.

Lebih dalam sentuhan fisik saat berpacaran, yang diakui atau tak diakui, didorong dan mendorong hasrat seksual seringkali bukan ekspresi cinta kasih dan hormat. Namun lebih dipengaruhi oleh nafsu, keinginan untuk menguasai tubuh orang lain, keisengan, penasaran, pelarian dari masalah, atau pemberontakan kepada otoritas, atau ketakutan kepada dialog. Sebab itu pasangan berpacaran harus benar-benar kritis dan jujur: apakah dia sedang mengekspresikan cinta dan hormatnya atau hanya ingin memanipulasi tubuh pasangannya demi kepuasannya sendiri.

52. Tanya:
Sebenarnya sampai mana sih batas sentuhan fisik yang dibolehkan dalam berpacaran?

Jawab:
Itu pertanyaan sulit dan bisa menjebak. Terus-terang saya tidak mampu merumuskan secara konkret dan tegas sejauhmanakah batas sentuhan fisik yang diijinkan bagi anak-anak muda kristen berpacaran. Di satu pihak saya sadar betul bahwa jaman sudah berubah total. Semangat emansipasi dan kesetaraan telah mendorong anak-anak perempuan keluar dari rumah ayahnya pada usia yang sangat dini dan hidup sendiri di kota-kota atau bahkan negara lain. Era kebebasan telah mendorong orang-orang muda bisa berjalan berdua dengan pacarnya kemana saja yang mereka kehendaki. Di sentra-sentra pendidikan dan industri rumah-rumah kost dan kontrakan dihuni bersama oleh perempuan dan laki-laki. Sementara di pihak lain, iman Kristen mengajarkan tentang kekudusan pernikahan dan perayaan seks sebagai privilese atau hak istimewa pernikahan. Lantas bagaimana?

Walaupun sangat sulit membuat batas konkret dan tegas, menurut saya kita harus membuat beberapa pedoman sebagai tuntutan:

Pertama: tingkat umur. Penelitian menunjukkan usia pernikahan rata-rata bagi perempuan 25 tahun dan bagi laki-laki 28 tahun. (ingat: jika seorang gadis mulai pacaran pada saat berusia 18 tahun maka dia akan pacaran selama 7 tahun sebelum menikah) Mungkin kita sepakat bahwa sentuhan fisik pasangan yang berusia 18 tahun harus berbeda gradasinya dengan yang sudah berusia 25 tahun dan siap menikah.

Kedua: tingkat komitmen. Saya selalu membedakan dua jenis pacaran, yaitu (1) pacaran demi pacaran dan (2) pacaran dalam rangka pernikahan. Sentuhan fisik harus seimbang dengan tingkat komitmen yang ada. Di sini pun kita harus hati-hati sebab komitmen dalam masa pacaran itu pun sebenarnya sangat “rapuh” dan setiap saat bisa hilang tanpa bisa dituntut secara hukum.

Ketiga: ketahanan fisik. Sebagian orang bisa kehilangan kontrol diri ketika dicium tengkuknya, namun sebagian lagi masih mampu tenang dan “siaga”. Menurut saya setiap orang muda harus tahu batas ketahanannya sendiri dan menghentikan sentuhan. Namun, tingkat ketahanan fisik ini sejalan dengan waktu akan bergeser dan pada tahap tertentu akan ambruk.

Keempat: norma gereja dan masyarakat. Bagaimanakah norma gereja dan masyarakat? Mungkin secara umum bisa dikatakan bahwa berciuman bibir dianggap pantas oleh kebanyakan orang. Hati-hati juga. Biasanya norma suatu komunitas khusus seperti kampus atau pemukiman mahasiswa berbeda dengan masyarakat kebanyakan. Yang pertama jauh lebih bebas.

Kelima: hati nurani. Patokan terakhir adalah hati nurani, dan menurut saya inilah yang paling bisa diandalkan. Jika hati nurani menolak, jangan lakukan.

Selanjutnya: terserah kamu. Namun jika sebagai pendeta saya dimintai pendapat, saya mau ajak bikin hitung-hitungan. Jika kamu mulai berpacaran usia 18 tahun dan merencanakan menikah nanti setelah 25 tahun, itu artinya kamu pacaran selama tujuh tahun. Tujuh tahun itu sama dengan 2555 hari dan 364 malam minggu. Jika segalanya sudah kamu berikan hari ini, apa lagi yang mau kasi besok, lusa, tahun depan, dan tujuh tahun lagi?

53. Tanya:
Pacar saya cantik dan tubuhnya sempurna. Dia sadar betul akan hal itu dan selalu ingin memperlihatkan sebagian dan samar keindahan tubuhnya kepada banyak orang, dengan mengenakan pakaian seksi. Akibatnya kalau kami jalan berdua di mal atau bahkan di gereja, selalu saja banyak mata memelototi kami eh dia. Saya tidak suka dan merasa dia telah jadi “batu sandungan”, tapi menurut dia semua oke-oke saja.

Jawab:
Wah pacarmu dan kelak suaminya (kamu?) harus bersyukur dikaruniai Tuhan wajah cantik dan tubuh indah sempurna. Dia memang berhak berbahagia dan berbangga memiliki tubuhnya. Namun baik juga mengatakan kepada pacarmu keindahan tubuh tidak sekuat keindahan karakter dan akal budi. Dia juga harus melengkapi dirinya dengan pengetahuan dan pemahaman, nilai dan sikap yang baik. Sebab suatu ketika keindahan tubuh dan wajah pasti memudar sejalan dengan penuaan. Tanpa keindahan jiwa dan kekuatan karakter, pada suatu saat yang tidak terlalu lama lagi dia tidak menarik dan memikat.

Soal mode pakaian, jangan terlalu kuatir. Mode datang dan pergi, silih berganti. Dari maksi ke mini, kembali ke maksi lewat midi. Dari ketat ke longgar, pulang-pergi. Pakaian seksi? Saya pernah tiga bulan di lembah Yali di pedalaman Papua. Di sana pakaian laki-laki dan perempuan jauh lebih seksi dibanding di kota-kota besar. Tidak ada masalah. Tidak pernah ada kasus pelecehan dan pemerkosaan sama sekali. Artinya letak masalahnya bukan di mode pakaian yang digunakan, tetapi di kepala orang yang melihat dan mengenakannya. Saya tidak hendak membenarkan pacarmu. Mungkin bisa ajak dia minta bantuan perancang untuk memilihkan pakaian yang menunjukkan kebanggaannya kepada keindahan tubuhnya tetapi tetap santun dan anggun, terutama ketika dia hendak beribadah. Mode yang bagaimana ya? Saya tidak tahu.

54. Tanya:
Ibu saya ngotot bahwa saya harus menikah dengan Batak. Sementara pacar saya bukan Batak. Apa yang harus saya dan pacar saya lakukan meyakinkan Ibu saya untuk merestui hubungan kami?

Jawab:
Mungkin kita harus kembali ke sejarah sebentar. Dahulu orang Batak hidup terisolir selama berabad-abad di punggung pegunungan Bukit Barisan, sekitar danau Toba. Kontak orang Batak kepada dunia luar sangatlah minim sekali. Sebab itu tidak heran jika kultur Batak sangat eksklusif. Dalam benak orang Batak (jaman dahulu) hanya dialah satu-satunya suku manusia di dunia ini. Orang di luar Batak cenderung dianggap bukan manusia (yang baik) dan tidak punya adat (yang baik).

Namun Injil dan kemerdekaan Indonesia telah membuka isolasi masyarakat Batak. Suku Batak pun melakukan migrasi besar-besaran ke Sumatera Timur (Tanah orang Melayu) dan ke Jawa. Globalisasi terjadi, orang Batak semakin tersebar di seluruh Indonesia dan dunia. Namun sayangnya kultur eksklusif itu sedikit-banyak masih dipertahankan. Padahal orang Batak tidak lagi hidup di Tanah Batak, dan saban hari berinteraksi dengan orang-orang yang bukan Batak di kantor, pasar, kampus dll. Menurut orang Batak harus belajar menerima keberadaan orang-orang yang beradat dan berbudaya lain. Lain lubuk lain ikannya. Lain suku lain budayanya. Namun semua ikan eh manusia dan budaya sama baiknya.

Kembali ke masalahmu. Menurut saya jika memang kalian tetap menginginkan restu Ibu untuk pernikahan, yang harus dilakukan adalah meyakinkan Ibu bahwa pacarmu baik, setia dan bertanggungjawab, dan juga mau masuk sepenuhnya ke dalam kehidupan keluargamu. (seperti kamu juga akan mau masuk sepenuhnya ke dalam kehidupan keluarganya). Biasanya penolakan kepada orang yang bukan Batak menjadi menantu bukan karena dia jahat, tetapi karena dia dianggap sulit untuk masuk dan membantu keluarga dalam acara-acara adat sebagai boru (marga penerima perempuan). Jika pacarmu bisa meyakinkan dia siap memikul konsekuensi adat itu, siapa tahu saja Ibu berubah pikiran.

Pokoknya jangan hanya diam dan menunggu Ibumu berubah dengan sendirinya. Untuk mempercepat proses bisa juga minta bantuan pihak ketiga, terutama orang-orang yang sangat dipercaya dan dihormati Ibumu (di Batak biasanya: saudaranya laki-laki, tulang atau pamanmu, atau minta orang yang paling dekat dengan Ibu yaitu adik atau kakak perempuannya).

55. Tanya:
Membaca tulisan Amang, saya mendapat kesan memilih jodoh adalah urusan mudah atau gampang. Padahal yang diajarkan oleh pembimbing saya di kampus memilih jodoh benar-benar rumit. Jika kita naksir kepada seseorang maka kita harus membisikkannya kepada pembimbing agar didoakan dan itu bisa memakan waktu selama dua bulan atau lebih. Selama proses kita belum boleh mengontak orang tersebut atau memberitahu kepada yang lain. Selanjutnya pembimbing memutuskan kita apakah orang itu sepadan dengan kita.

Jawab:
Jika memang mudah untuk apa dipersulit? Mungkin pembimbingmu memakai pepatah orang Medan: Jika bisa dipersulit untuk apa dipermudah? Saya tidak mengerti sama sekali apa kapasitas pembimbing rohani kampus (mana?) untuk menentukan calon pasangan hidup seseorang. Saya ambil contoh simpel saja: mengapa ketika memilih sepatu (warna, model, dan ukuran, serta harga) kita tidak pernah meminta bantuan pembimbing rohani? Paling-paling kita hanya mengajak teman dan meminta pertimbangannya, selanjutnya kitalah yang memutuskan apakah sepatu itu cocok dengan selera, kepribadian, kebutuhan dan kemampuan kita. Mengapa dalam urusan yang jauh lebih pribadi dan eksistensial, kita justru menyerahkan keputusan kepada orang lain? Atas dasar apa sang pembimbing lebih mengetahui siapa orang yang paling pas hidup serumah, sekamar, seranjang, serta berbagi dalam segala hal dengan kita bertahun-tahun sampai mati? Lebih dari sepatu, pemilihan pasangan hidup juga sangat berkaitan dengan selera, kepribadian, kebutuhan, harapan dan kemampuan keuangan kita.

Saya setuju jika pendeta, konselor atau orangtua memberikan sejumlah pertimbangan berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya. Namun keputusan tetap di tanganmu. Kamulah yang kelak harus bertanggungjawab atas pernikahan kalian sebab itu kamu harus memilih dan memutuskan sendiri siapa yang mau kamu ajak menikah. Saran saya: pilihlah yang terbaik di antara yang ada dan tersedia. Jangan pilih yang tidak ada.

56. Tanya:
Benarkah jodoh di tangan Tuhan?

Jawab:
Saya menerima istri saya sebagai (salah satu) anugerah Tuhan yang terbesar dalam hidup saya. Saya percaya Dialah yang mempertemukan kami di masa muda. Namun saya dan dia bertanggungjawab penuh atas pernikahan kami. Jika pernikahan kami bermasalah atau gagal (kami berjuang agar tidak) maka tanggungjawab ada pada saya dan dia. Saya tidak bisa menyalahkan Tuhan kenapa mempertemukan dia kepada saya. Saya bebas untuk menerima atau menolak. Dan di altar saat menerima pemberkatan saya sudah menyatakan terbuka di hadapan Tuhan dan sidang jemaatNya bahwa sayalah yang menginginkan dia menjadi istri saya (begitu juga sebaliknya).

Sebab itu kita harus berhati-hati mengatakan “jodoh di tangan Tuhan”. Sebab ada godaan kita akan menyalahkan Tuhan atas kegagalan pernikahan kita. Kenapa Dia memberikan suami atau istri pemabuk, suka memukul, boros, tidak punya tanggungjawab dll? Padahal kitalah yang menginginkannya dan memutuskan orang itu menjadi pasangan hidup kita. Selanjutnya saya lebih suka mengartikan “jodoh” sebagai “kata kerja”. Kitalah yang harus berusaha membuat suami atau istri kita menjadi jodoh kita, dengan saling mendengarkan, memberi, menerima, dan menyesuaikan diri.

57. Tanya:
Saya sudah lama jatuh hati kepada teman sekantor saya. Sepertinya dia juga penuh perhatian kepada saya. Tapi saya tidak pernah berani mengungkapkan perasaan cinta saya. Baru-baru ini dalam suatu gathering yang dilakukan kantor tiba-tiba dia membawa pacarnya dan memperkenalkannya kepada saya. Saya merasa marah dan kecewa sekali.

Jawab:
Oala. Darimanakah dia bisa tahu perasaanmu yang sebenarnya jika tidak diungkapkan secara eksplisit, jelas, konkret dan mudah dimengerti? Sedangkan diungkapkan saja belum tentu dimengerti dan diterima, apalagi jika hanya dipendam. Tapi sudahlah. Kadang memang keterlambatan bisa sangat menyakitkan. Kalau kamu mau marah, pertanyaan saya marah kepada siapa? Dia tidak salah. Kalau mau marah kepada diri sendiri juga tidak banyak gunanya. Mending cari orang lain, atau kalau mau tunggu saja (sampai kapan?) siapa tahu dia bosan dan melihat kamu sebenarnya jauh lebih baik dan cocok dengannya.

58. Tanya:
Pacar saya workholik atau gila kerja. Dia sepertinya cuma menjadikan saya selingan kecil dalam hidupnya. Saya tidak suka.

Jawab:
Kasihan. Kalau memang benar dia “gila kerja” suruh saja dia pacaran dengan laptop atau map-map kerjanya.

59. Tanya:
Sebenarnya apakah fungsi seks?

Jawab:
Ada 2(dua) fungsi seks.
Pertama: prokreasi atau perkembang-biakan manusia. Seks membantu manusia berkembang biak.
Kedua: rekreasi atau kesenangan manusia. Seks melengkapi kesenangan dan kebahagiaan.

Menurut etika Kristen kita harus menerima kedua fungsi seks itu sekaligus, dan tidak boleh hanya menerima yang satu dan menolak yang lain. Dalam hubungan seks yang benar kedua fungsi itu diterima dengan penuh sukacita. Contohnya: jika kehamilan terjadi dalam hubungan seks suami-istri tentulah akan disambut gembira sebagai buah cinta mereka. Tetapi sebaliknya jika kehamilan terjadi dalam hubungan seks dua orang yang berpacaran tentulah akan dianggap sebagai kecelakaan, aib, dan penderitaan. Itu artinya hubungan seks dua orang yang berpacaran menolak fungsi seks sebagai alat prokreasi atau perkembangbiakan, dan itu artinya hubungan seks itu tidak dapat dibenarkan secara moral Kristen. Namun sebaliknya bisa juga terjadi pasangan suami-istri yang sah hanya menghayati seks sebagai alat berkembang-biak, dan lupa bahwa Tuhan juga memberikannya sebagai rekreasi. Akibatnya seks menjadi kewajiban, rutinitas, dan aktivitas yang membosankan dan bahkan menyengsarakan.

59b. Tanya:
Bisakah kita menghilangkan seks sebelum menikah?

Jawab:
Sebagaimana Lewis katakan kali kita membicarakan seks maka kita harus memahami seks 3(tiga) level pada saat yang sama.

Pertama: level biologis. Tuhan menciptakan manusia sebagai mahluk biologis. Setiap manusia yang normal memiliki hasrat seksual sejak lahirnya dan berkembang sesuai umurnya. Hasrat seksual itu melekat dalam diri manusia. Pengingkaran atau menolak mengakui hasrat seksual itu biasanya akan menimbulkan masalah. Sebab itu hasrat seksual ini jelas tidak bisa dihilangkan.

Kedua: level psikologis. Namun manusia bukanlah binatang yang bisa melakukan hubungan seksual hanya untuk memuaskan insting atau naluri mahluk hidupnya. Manusia melakukan aktivitas seks selalu dengan perasaan-perasaannya yang mendalam. Sebab itu manusia bisa melakukan seks dengan penuh sukacita dan bahagia, atau sebaliknya mengakhiri hubungan seks dengan kekecewaan, kehampaan jiwa atau rasa bersalah.

Ketiga: level teologis. Kekristenan menerima seks sebagai pemberian Allah dan bahkan mengangkatnya sebagai simbol sempurna hubungan Allah dan gerejaNya. Seks tidak hanya sekedar aktivitas dua manusia tetapi diterima sebagai anugerah Allah. Di sini kita perlu menggaris bawahi kekristenan memandang manusia sebagai pribadi: “tubuh yang berjiwa” dan “jiwa yang bertubuh”. Tidak ada manusia tanpa tubuh, dan tidak ada juga yang sungguh-sungguh manusia tanpa jiwa.

Kembali kepada pertanyaan “bisakah kita menghilangkan sama sekali seks sebelum menikah” ? Jawabnya: TIDAK. Masalahnya apakah kita mau menerima seks sebagai anugerah Allah dan karena itu harus menjaga, menghayati dan mempertanggungjawabkannya?

60. Tanya:
Menurut saya seks itu indah, tetapi guru saya mengajarkan seks itu kotor dan jahat. Seks adalah produk kejatuhan manusia ke dalam dosa. Benarkah?

Jawab:
Siapakah yang pertama sekali memiliki pikiran tentang seks di dunia ini? Jawab: Tuhan Allah. Dialah yang menciptakan manusia bertubuh dan berjiwa serta memiliki hasrat seksual. Pertanyaan lanjutan: apakah ada sesuatu yang kotor atau jahat dalam pikiran Allah? Jawab: tidak ada. Semua yang ada dan berasal dari Allah baik adanya. Itu artinya seks ciptaan Allah itu juga baik adanya.

Dulu ada bapa gereja yang berpikir bahwa sebelum jatuh ke dalam dosa Adam dan Hawa tidak melakukan hubungan seks. Pertanyaan saya: apakah saja yang mereka lakukan di Taman Eden itu dalam keadaan tanpa busana? Pastilah mereka juga melakukan hubungan seks dengan penuh sukacita dan bahagia. Sebab itu tidak benar bahwa seks baru ada sesudah Adam dan Hawa berdosa. Yang benar adalah setelah kejatuhan ke dalam dosa, seks menjadi tidak sempurna. Karena berdosa, manusia juga bisa menyimpang atau berbuat jahat dalam hal seks.

Sebab itu manusia harus rendah hati, jujur dan kritis kepada dirinya bahwa sebagai orang berdosa dia memiliki potensi, bakat dan kecenderungan untuk menyimpang juga dalam seks. Syukur kepada Allah, Dia ingin memulihkan kehidupan manusia termasuk seks. Dia mengutus para nabi dan terakhir PutraNya mengajar manusia tentang pengampunan, cinta kasih, kesetiaan dan hidup baru. Dalam terang iman itulah kita sekarang menerima dan merayakan seks. Pertanyaan saya: apakah dua muda-mudi yang belum menikah melakukan seks dalam terang pengampunan, cinta kasih, kesetiaan dan hidup baru? Ayo, jawab jujur!

61. Tanya:
Saya pemuda, 28 tahun, kecanduan membuka situs porno di internet di sela-sela pekerjaan kantor. Apakah bahaya atau efek negatif melihat-lihat situs porno?

Jawab:
Bahaya yang paling dekat dan konkret adalah jika kamu ketahuan bossmu asyik membuka situs porno pada jam kerja, apalagi jika tugas yang diberikannya kepadamu belum beres. Bisa-bisa kamu dipecat atau sulit dapat promosi.

Efek negatif lain waktumu terbuang habis untuk suatu aktivitas artifisial atau semu yang sama sekali tidak produktif atau menghasilkan uang. Selanjutnya: kepalamu akan pusing-pusing sendiri tidak karuan.

Namun ada masalah lebih mendasar. Harus disadari pornografi adalah pereduksian makna seks ke tingkat yang paling rendah, yaitu menjadikan seks sekedar mesin kenikmatan. Pornografi memahami seks sekadar permainan satu, dua atau lebih alat kelamin (penis dan atau vagina) yang tidak perlu berhubungan dengan perasaan cinta, kesetiaan dan kekudusan. Tubuh hanyalah daging anonim atau tidak bernama dan tidak berjiwa yang dieksploitasi habis-habisan memuaskan berahi.

Keranjingan pornografi dapat mempengaruhi pikiranmu mengamini pemahaman dan penghayatan seks yang sedemikian rendah itu. Padahal bagi manusia beradab dan beriman seks bukanlah sekedar “mesin kenikmatan” tetapi dihayati sebagai perayaan penyerahan dan penerimaan diri seutuhnya berdasarkan kasih dan kesetiaan. Efek yang paling buruk, sadar atau tidak, kamu bisa memandang diri sendiri, pacar atau pasangan hidupmu kelak juga hanya sebagai objek atau alat pemuas nafsu belaka.

62. Tanya:
Bagaimana saya bisa menghilangkan kebiasaan buruk menonton dan mengkoleksi pornografi?

Jawab:
Mirip masturbasi (merangsang diri sendiri untuk memperoleh kepuasan seksual) kebiasaan menikmati pornografi juga lebih merupakan akibat dari pada penyebab. Biasanya pecandu pornografi tanpa sadar memiliki masalah yang sangat berat dalam bidang lain namun tidak mampu mengatasinya (bahkan tidak mengakuinya) sehingga akhirnya menjadikan pornografi sebagai pelarian. Masalahnya bisa macam-macam: perasaan rendah diri dan takut berhubungan dengan pribadi lain, beban kerja yang terlalu berat, problem keluarga traumatik dan lain-lain. Sebab itu untuk mengatasi kecanduan pornografi maka akar-akar masalah yang lebih dalam itulah yang harus dicari dan diselesaikan tuntas. Jika berhasil, kebiasaan mencandu pornografi itu akan hilang dengan sendirinya. Namun jika gagal mungkin sebaiknya harus meminta bantuan psikolog atau psikiater.

63. Tanya:
Saya seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri. Sejak SMP saya memiliki kebiasaan onani dan setelah saya kuliah bukannya berkurang malah semakin sering. Saya selalu merasa berdosa saban selesai melakukannya. Saya sudah sering berjanji untuk menghentikannya, namun saban kali janji itu saya langgar lagi. Bagaimana saya bisa keluar dari kebiasaan terkutuk ini?

Jawab:
Walaupun banyak penelitian menunjukkan 99% laki-laki yang belum menikah pernah atau sesekali melakukan masturbasi, dan itu dianggap normal-normal saja, namun jika dilakukan terlalu sering, artinya adanya gangguan atau masalah dalam kejiwaan dalam dirimu. Para pemuda yang merasa sukses dan bangga dengan dirinya, serta mampu mengatasi masalah-masalah dan melaksanakan tugas-tugasnya sangat jarang melakukan masturbasi. Namun sebaliknya pemuda yang merasa gagal dan kecewa dengan dirinya sendiri terdorong untuk terus-menerus masturbasi. Pertanyaan: apakah kamu merasa bangga dan bahagia dengan dirimu serta mampu mengatasi masalah-masalah hidupmu? Atau sebaliknya kamu merasa orang yang gagal dan kecewa? Masturbasi seringkali merupakan akibat kegagalan menerima diri sendiri dan ketidakmampuan mengatasi masalah-masalah utama. Sebab itu satu-satunya cara menghilangkan masturbasi adalah dengan belajar menerima keberadaan diri, menyelesaikan tugas dan tanggungjawab, dan membangun perasaan bangga dan berhasil.

64. Tanya:
Saya mahasiswa tingkat dua. Akhir-akhir ini saya sangat keranjingan masturbasi. Akibatnya nilai saya anjlok semua.

Jawab:
Saya ingin balik bertanya, mana yang benar: kamu keranjingan masturbasi akibatnya nilai-nilaimu anjlok semua ATAU nilai-nilaimu anjlok semua akibatnya kamu keranjingan masturbasi.

65. Tanya:
Apakah masturbasi dosa?

Jawab:
Saya sudah sampai pada suatu kesimpulan bahwa masturbasi bukanlah bentuk kejahatan atau dosa. Masturbasi lebih merupakan suatu “pintu darurat” atas keadaan yang sangat gawat atau mendesak yang dihadapi oleh orang-orang yang belum menikah untuk menyalurkan desakan hasrat seksualnya yang tidak terbendung.

Pada jaman sekarang hidup di suatu masyarakat dimana pemuda-pemudi dirangsang secara seksual sangat intens melalui berbagai media. Boleh dikatakan pemuda digoda secara seksual dari berbagai penjuru selama hampir dua puluh empat jam. Sebab itu kadang diperlukan mekanisme darurat agar pemuda tidak mencari pelampiasan kepada pekerja seks komersial (lantas ketularan penyakit kelamin), merusak pacar atau istri/suami orang lain. (Tetapi tidak setiap hari kita dalam keadaan darurat kan?)

Namun harus kita sadari tegas masturbasi bukanlah ekspresi seks yang ideal sebagaimana dimaksudkan Tuhan untuk manusia. Ada beberapa alasan mengatakan masturbasi bukan bentuk seks ideal. Pertama: masturbasi cenderung untuk memuaskan diri sendiri, padahal seks yang sehat justru untuk menyenangkan dan membahagiakan orang lain. Kedua: masturbasi tidak membantu manusia untuk setia kepada pasangan. Ketika masturbasi umumnya fantasi pemuda berganti-ganti. Padahal dalam seks pernikahan subjeks seks haruslah tetap dan orang yang sama. Ketiga: masturbasi sangat artifisial atau semu. Keempat: masturbasi adalah sebuah pelarian dari masalah lain dan bukan suatu tindakan spesifik yang berdasarkan cinta kasih dan ketulusan. Saran konkret: jangan merasa berdosa bila melakukan masturbasi, namun sadarilah ekspresi seks yang indah dan sehat bukanlah masturbasi.

Ada suatu hal yang menarik. Kadang seorang remaja atau pemuda merasa dirinya sangat berdosa dan terkutuk karena melakukan masturbasi. Biasanya mereka berjanji tidak mengulangnya lagi, namun “pasti” jatuh lagi, akibatnya makin lama citra diri mereka makin rusak, dan mereka merasa sebagai orang yang paling hina di dunia. Hal ini justru tidak menolong mereka keluar dari kebiasaan masturbasi itu. Pengalaman penulis melakukan pendampingan kepada remaja-remaja yang gandrung masturbasi, mereka justru menghentikan kebiasaan masturbasinya setelah mengubah paradigmanya dan tidak lagi menganggap masturbasi sebagai dosa atau kejahatan besar, namun hanya sekedar efek dari masalah lain.

65. Tanya:
Apakah akibat komersialisasi seks bagi kaum muda gereja?

Jawab:
Menurut saya mudah saja. Dampak komersialisasi seks adalah pemuda gereja tergoda untuk ikut-ikutan membeli atau sebaliknya menjual seks dalam bentuk informasi atau pengalaman. Teknologi cakram telah membuat film porno menjadi sangat murah dan bisa dibuat dalam jumlah besar dalam waktu sekejap. Ambiguitas masyarakat dan pemerintah membuat perdagangan seks bisa sangat bebas (dan hanya dikecam atau diberantas pada bulan-bulan keagamaan tertentu).

66. Tanya:
Keluarga saya masih menganggap seks sebagai tabu. Saya tidak pernah mendapatkan pendidikan seks di rumah juga di sekolah. Saya tahu seks dari teman-teman, majalah dan sekarang dari internet. Salahkan saya?

Jawab:
Penelitian saya sewaktu menyelesaikan disertasi S2 di STT Jakarta menghasilkan bahwa sebagian besar warga gereja dan bahkan pendeta HKBP di Jakarta masih menganggap seks sebagai tabu (baca: sesuatu yang tidak boleh dibicarakan secara terbuka walaupun mungkin sudah dilakukan sembunyi-sembunyi). Akibatnya ada dua. Pertama: keluarga dan gereja HKBP tidak tahu-menahu tentang kehidupan seks kaum mudanya. Kedua: kaum muda HKBP juga tidak mendapat pendidikan seks dari dua lembaga yang paling kredibel dalam hidupnya: keluarga dan gereja. Kamu sudah menjawab dari mana mendapatkan pendidikan seks. Pertanyaan saya: sejauhmanakah pendidikan seks yang diperoleh dari teman, majalah dan internet (situs apa dan siapa?) akurat dan bertanggungjawab?

Kamu harus selektif membaca pengetahuan seks yang disampaikan lewat media massa. Sebab dalam iman kristiani seks harus dipahami sebagai anugerah Tuhan yang dihayati dalam cinta kasih sejati dan kesetiaan kekal pernikahan. Seks adalah perayaan dua orang yang saling mencintai dan terikat kepada janji setia sampai mati. Sementara media apalagi situs-situs porno cenderung mempropagandakan seks anonim, massal, insidental atau mekanistik belaka. Jika kamu kritis: berapa kalikah mendengar kata “setia” dan “kudus” diucapkan dalam talkshow seks di stasiun-stasiun televisi atau radio swasta?

67. Tanya:
Saya seorang remaja putri 17 tahun. Saya belajar seks lewat chatting. Apakah itu baik?

Tanya:
Oala. Belajar seks lewat chatting di internet sama seperti bertanya tentang seks di pasar atau mal kepada orang asing yang sama sekali tidak dikenal. Dari manakah kamu tahu bahwa dia sedang mengajarkan seks yang baik dan benar kepadamu, sedangkan kamu (apalagi orangtuamu) tidak pernah tahu dia ada di dunia mana, bahkan tidak tahu apakah dia manusia atau bukan? Itu sangat riskan sekali. Usiamu masih sangat muda dan belum banyak pengalaman dengan dunia yang penuh tipu daya dan godaan manis maut. Sebelum saya lupa: jangan pernah memberikan nomor ponsel dan alamat rumah lewat chatting kepada orang yang belum dikenal. Terakhir: jangan chatting mulu, apakah PRmu sudah selesai?

68. Tanya:
Saya ketahuan guru menyimpan gambar orang telanjang di ponsel. Saya malu sekali. Rasanya kiamat.

Jawab:
Untuk apa sih menyimpan gambar porno di ponsel? Untuk dinikmati saat bete, tidak bisa bikin PR, atau mau ditunjukkan kepada teman-teman? Saya pikir kenikmatannya tidaklah sebesar jika kamu berenang di kolam ramai-ramai dengan keluarga atau teman-temanmu. Kehebatannya juga tidaklah setinggi bila kamu juara cheer leaders. Dan tidak pernah menyelesaikan masalah. Malu ketahuan? Ya tak apalah. Hayati dan nikmati saja rasa malu itu dan jangan ulangi lagi. Dunia kiamat? Belum.

Catatan:
Menyimpan gambar orang lain telanjang di ponsel adalah selangkah lebih awal daripada menyimpan gambar diri sendiri(atau pacar sendiri) telanjang, cepat atau lambat itu juga pasti (baca: pasti) ketahuan. Hati-hati dan jangan buat kebodohan yang lebih membuat malu.

69. Tanya:
Saya seorang pemuda. Kadang saya sangat terangsang di gereja saat ibadah, melihat cewe-cewe berpakaian seksi duduk dekat saya. Berdosakah saya?

Jawab:
Kita tidak harus merasa berdosa atau bersalah atas perasaan-perasaan spontan yang terjadi. Misalnya: ketika camping di desa tiba-tiba melihat gadis-gadis mandi, dan terangsang, itu sangat normal, dan syukuri saja Tuhan menciptakan kamu sehat. Jangan merasa bersalah. Namun segala tindakanmu sesudah perasaan spontan itu jelas adalah tanggungjawabmu. Jika kamu turun ke sungai, kamu bukan saja salah secara moral, tetapi ada kemungkinan digebuk orang sekampung. Kembali ke gereja, jika saat duduk ibadah kamu terusik dengan pakaian gadis manis dekatmu, itu juga wajar, syukuri saja Tuhan memberi kamu jiwa yang sehat. Tetapi apa yang kamu lakukan setelahnya? Jika selanjutnya konsentrasimu terganggu, dan malah kamu tidak lagi beribadah tetapi melakukan hal-hal lain, itu jelas salah dan tanggungjawabmu. Ada pertanyaan penting: di sini kamu diuji nyata, mana yang lebih memikat perhatianmu: Tuhan atau tubuh orang lain?

70. Tanya:
Pacar saya selalu mengajak saya berdoa sebelum dan sesudah berciuman dan bercumbu. Apakah itu benar?

Jawab:
Jika diumpamakan binatang melata, maaf, maka pacarmu bisa diumpamakan kadal beracun yang berbahaya sekali. Jika diumpamakan binatang pemangsa, maka dia adalah musang yang sangat suka mengenakan mantel bulu ayam untuk menerkam anak-anak ayam yang tidak begitu cerdas. Membungkus kegiatan bercumbu saat pacaran dengan doa jelas-jelas sangat berbahaya. Remaja yang tidak kritis dan cerdas akan terkecoh,
seolah-olah kegiatan cumbu saat pacaran menjadi “boleh” dan “sah” karena telah didoakan. Itu mirip dengan seorang yang berdoa sebelum “mencuri”. Kemungkinan hanya ada tiga. Pertama: jika dia benar-benar berdoa maka dia akan menghentikan niatnya mencumbu. Kedua: jika dia benar-benar nafsu mencumbu, maka dia tidak akan
berdoa, sebab tahu bahwa Tuhan tidak suka. Ketiga: dia pura-pura berdoa untuk
pamit atau meminta ijin atau menyamarkan kegiatan bercumbu itu. Saran saya ringkas: lain kali jika pacarmu mengajakmu berdoa sebelum mencumbumu, tempeleng saja pipinya pelan, supaya dia kaget dan sadar.

71. Tanya:
Orangtua saya tidak menyetujui hubungan kami. Tapi kami sudah terlanjur saling mencinta. Karena itu kami pacaran lewat “jalan belakang” atau “back street” saja. Apakah itu salah?

Jawab:
Ini bukan soal salah atau benar semata. Tapi mari kita lihat lebih jelas permasalahannya. Tempat kencan yang paling ideal sekaligus aman adalah rumah orangtua. Mengapa? Dengan berpacaran di rumah, maka kalian akan lebih banyak kesempatan saling mengenal keluarga masing-masing dalam keseharian dan melakukan berbagai aktivitas yang baik dan berguna. Selain itu memudahkan juga orangtua mengenal “teman spesial” atau calon menantu anaknya dan memberikan dukungan atau pengawasan.

Namun jika kalian pacaran sembunyi-sembunyi atau lewat “jalan belakang” maka kalian berdua boleh jadi sangat dekat dan intim satu sama lain, tetapi kurang mengenal-dikenal oleh keluarga. Berhubung kalian pacaran jauh dari mata orangtua, maka kalian juga tidak mungkin didukung dan diawasi oleh orangtua. Apa yang kalian lakukan di tempat “tersembunyi” tidak ada yang mengetahui kecuali kalian sendiri. Sebab itu jika kalian melakukan kesalahan maka tak ada juga yang menegur atau mengkoreksi. Itu ibarat membawa mobil tanpa rem.

72. Tanya:

Saya sudah lama sekali naksir seseorang tapi tidak punya keberanian mengungkapkan cinta saya. Bisa bantu memberikan contoh bagaimana “menembak” (= menyatakan cinta)?

Jawab:
Oala. Apakah sampai perlu contoh konkret segala. Baiklah. Pertama: kumpulkanlah segala keberanian dan kekuatanmu untuk mengatakan isi hatimu. Kedua: yakinkanlah dirimu bahwa kemungkinan terburuk yang bisa terjadi adalah DITOLAK, dan itu paling hanya membuat kamu “demam dan meriang” tiga malam. Tak lebih. Ketiga: mintalah dia menyediakan waktu untuk berbicara padamu. Keempat: mandilah segar-segar dan tampillah penuh percaya diri (jangan pake jaket kulit itu mengesankan bandit, jangan juga pake parfum nanti kamu disangka genit). Kelima: tarik nafas berulang dan senyum agar rileks. Keenam: katakanlah singkat, tegas dan jelas: aku sayang kamu, aku ingin kamu jadi pacarku dan aku jadi pacarmu. Bagaimana? Kalau mau bilang mau, kalau belum mau, bilang mau!

73. Tanya:
Saya seorang pemuda, ganteng, berpenghasilan bagus, dan pintar. Hasrat seksual saya selalu meluap-luap. Namun terus terang saya tidak pernah merasa bahagia sesudah melakukan aktivitas seks.

Jawab:

Tuhan menganugerahkan kita seks sebagai bagian dari kehidupan, cinta yang penuh hormat dan kesetiaan. Ketika dicabut atau dipisahkan dari kehidupan, cinta yang penuh hormat dan kesetiaan, seks tidak memberikan lagi rasa bahagia dan sukacita penuh namun hanya kenikmataan sesaat yang diakhiri dengan kekecewaan dan kehampaan. Kadang atau selalu juga dibarengi rasa waswas atau rasa bersalah. Itulah yang kamu alami.

Saran saya carilah seseorang yang mau kamu ajak menikah dan membangun rumah tangga bahagia, dan rayakanlah seks yang indah dan bahagia bersamanya kelak dalam ikatan kasih dan kesetiaan. Percayalah pengalamanmu akan berbeda sama sekali. Ada pepatah Romawi kuno: binatang selalu sedih sesudah melakukan seks. Apa arti pepatah itu? Jika kita manusia selalu saja merasa sedih sesudah melakukan seks itu artinya pasti ada yang salah dalam hubungan kita. Sebab seks yang benar selalu melahirkan sukacita dan bahagia yang besar.

74. Tanya:

Pacar saya sampai saat ini belum memiliki pekerjaan. Saya selalu mendoakannya agar Tuhan menunjukkan jalan dan dia diberi pekerjaan. Salahkah jika kami menikah sebelum dia mendapat pekerjaan?

Jawab:

Kita bekerja agar dapat hidup dan tidak menjadi beban atau tanggungan orang lain. Bahkan kita bekerja agar dapat menanggung orang lain (istri, suami, anak-anak) dan melakukan berbagai kebajikan. Lebih dari itu seharusnya kita bekerja karena memang itulah panggilan bagi manusia. Pertanyaan saya: apakah kamu serius mau menikah dengan seorang yang tidak bekerja (baca: tidak bertanggungjawab atas hidupnya sendiri), dan menjadikan dirinya (dalam usia dewasa) tetap menjadi beban bagi orang lain?

Pekerjaan bukan dicari (apalagi ditunggu) tetapi harus diciptakan. Demi hidup, agar tidak menjadi beban bagi orang lain, seorang manusia pasti mau melakukan pekerjaan apa saja yang tidak melanggar hukum. Pedagang kaki lima lebih berharga daripada penganggur. Petani penggarap lebih hebat dari sarjana yang kerjanya tidur. Penjaja makanan/ minuman lebih pantas dinikahi daripada pangeran pelamun. Saran saya: jadikan keseriusan mau bekerja mencari nafkah sebagai parameter untuk mau menikahinya
atau harus mencari orang lain.

75. Tanya:
Katanya tanda keseriusan seorang cowo adalah dia memperkenalkan pacarnya kepada keluarganya. Saya sudah pacaran selama 4 bulan namun belum dikenalkannya kepada keluarganya, alasannya nanti saja.

Jawab:
Ya. Salah satu (bukan satu-satunya) tanda keseriusan seorang lelaki adalah bila dia berani memperkenalkan kamu kepada keluarganya. Ada banyak faktor yang membuat seorang lelaki tidak atau belum membawa pacarnya kepada keluarganya. Pertama: dia, di dasar batinnya, belum siap untuk menikah atau memulai hubungan yang mengarah kepada pernikahan. Dia masih ingin senang-senang dengan dirinya. Kedua: dia belum yakin kamu memang cocok untuknya. Sebab itu dia tidak ingin hubungan kalian begerak lebih jauh. Itu akan merepotkannya. Ketiga: dia belum yakin keluarganya bisa menerima kamu. Mungkin dia sedang menunggu waktu yang tepat (sampai kapan?).

76. Tanya:
Pacar saya anak rantau. Orangtuanya ada di kampung di Tanah Batak. Di sini dia tidak punya saudara dekat. Dari mana saya tahu dia serius menjalin hubungan dengan saya?

Jawab:
Walaupun orangtuanya jauh, tetap saja ia harus memberitahu mereka (minimal mengirimkan fotomu) tentang hubungan kalian atau mengajak kamu berkenalanan saat orangtuanya berkunjung. Sebaliknya kamu juga harus berusaha mencari tahu siapakah sebenarnya dia. Jangan-jangan dia sudah menikah dan punya anak di kampung. Siapa tahu? Jangan-jangan dia sudah terikat dengan orang lain. Dia tidak bisa mengurus pernikahannya seorang diri. Minimal dia butuh dua orang saksi. Minimal.

77. Tanya:
Kami berbeda agama. Hubungan kami jelas tidak disetujui orangtua. Sebab itu kami berpacaran sembunyi-sembunyi dan tidak mau menyinggung perbedaan agama itu.

Jawab:
Pertanyaan saya: sampai kapan kalian main petak umpet atau sembunyi-sembunyi? Selanjutnya: sampai kapan tidak mau bersentuhan dengan perbedaan agama? Itu sangat melelahkan.

Kadang orang yang lagi jatuh cinta seperti burung unta. Bila ada musuh atau masalah burung unta bukannya menghadapinya dengan berani dan tenang, tetapi memasukkan kepalanya ke pasir. Dengan tidak melihatnya ia menganggap masalah sudah selesai. Padahal sang pemburu dengan mudah menangkapnya. Orang yang lagi jatuh cinta kadang seperti burung unta itu. Alih-alih membicarakan masalah mereka berasyik-asyik kencan.

Pernikahan membutuhkan landasan bersama untuk memandang dan menghayati kehidupan. Salah satu landasan itu adalah iman. UU Pernikahan yang ada sekarang juga mewajibkan pernikahan berdasarkan kesamaan iman. Sebab itu perbedaan iman tidak bisa dianggap masalah kecil yang bisa diabaikan. Saran saya kalian membicarakannya dengan berani dan terbuka, jangan didiamkan atau ditunda. Kalau perlu minta nasihat konselor atau psikolog.

78. Tanya:
Saya baru saja memutuskan hubungan dengan seorang lelaki yang dari segi umur lebih tua dari saya, namun dari segi sifat lebih kekanak-kanakan. Dia mengancam akan bunuh diri untuk membuktikan cintanya kepada saya dan betapa dia tidak bisa hidup tanpa saya. Akibatnya saya bingung dan takut.

Jawab:
Keinginan bunuh diri adalah ciri khas orang yang memiliki jiwa kerdil dan rapuh
serta tidak mampu menghadapi kehidupan. Menekan orang lain (biasanya kekasih, suami/istri) dengan mengancam bunuh diri semakin menunjukkan kekerdilan dan kerapuhan jiwa orang yang bersangkutan. Langkahmu sudah tepat. Pacarmu bukan saja tidak akan mampu menyayangi dan membahagiakanmu, tetapi juga sepertinya memiliki masalah berat dengan jiwanya sendiri. Doakan saja dia berubah dan sembuh. Tidak usah takut atau kuatir. Dia tidak akan nekad bunuh diri (orang yang benar2 mau bunuh diri tidak akan bilang-bilang). Namun, kalaupun dia nekad dan melakukan bunuh diri (alangkah bodohnya) itu juga bukan urusanmu. Masing-masing orang bebas menentukan dan bertanggungjawab atas hidupnya.

79. Tanya:

Pacar saya sangat suka menghujani saya dengan hadiah-hadiah mahal. Saya tidak begitu bahagia. Diam-diam saya merasa dia sedang mengikat saya agar tidak bisa lagi lepas darinya.

Jawab:
Darimanakah uangnya membelikan kamu hadiah-hadiah mahal itu? Apakah dia pengusaha muda berhasil? Atau dia seorang pegawai negeri yang korupsi demi “membahagiakan” pacar? Jika yang pertama, ajar dia belajar hidup hemat. Sebab bila suatu saat usahanya menurun, apa yang bisa diberikannya kepadamu? Jika yang kedua, hati-hati, ingatkan dia negeri ini sudah berubah, kamu tidak mau dikejar-kejar KPK baru menikah. Namun lebih penting dari itu peliharalah integritas atau keutuhan jiwamu. Jika memang kamu tidak merasa nyaman, tolaklah dan kembalikanlah hadiahnya, katakan nanti sesudah menikah saja. Lihat reaksinya. Jika dia marah, mungkin dugaanmu benar dia sedang punya agenda tersembunyi dengan hadiah-hadiah mewahnya.

80. Tanya:

Pacar saya menghadiahkan saya pakaian dalam. Mahal. Saya sangat risih. Dia mengatakan itu tanda cintanya kepada saya. Bahwa tidak ada lagi rahasia antara kami berdua.

Jawab:
Tunggu. Bolehkah saya tahu lebih banyak tentang pribadi dan tingkat hubungan kalian berdua?

81. Tanya:
Apakah sebenarnya arti jodoh?

Jawab:
Suami atau istri. Sebab itu sebelum kamu mengikat perjanjian nikah dengan seseorang (secara gereja, negara, adat) jangan katakan dia adalah jodohmu. Sebaliknya kalau kamu sudah menikahi seseorang jangan pernah katakan dia bukan jodohmu. Berusahalah dengan segenap hati dan akal budi mencintainya dan menjadikan dia jodohmu.

82. Tanya:
Apakah Tuhan memilihkan jodoh kita?

Jawab:
Kecuali Adam tidak ada orang yang dipilihkan Tuhan secara langsung jodoh atau suami/istrinya. Masing-masing orang harus mencari dan memilih sendiri siapa yang dianggapnya tepat untuk diajak menjadi suami atau istrinya. Mungkin dengan meminta bantuan orangtua atau biro jodoh, tetapi prinsipnya tetap yang bersangkutan harus mencari dan memilih sendiri.

83. Tanya:
Kenapa ada sebagian orang tampaknya begitu mudah mendapatkan pasangan hidupnya dan sebagian orang lagi tampaknya sangat susah.

Jawab:
Cepat atau lambatnya seseorang bertemu dengan orang yang dianggapnya cocok dijadikan istri atau suami tergantung kepada banyak faktor: kepribadian, kesempatan, keluarga, lingkungan dan lain-lain. Orang-orang berkepribadian menarik, supel dan terbuka tentu kemungkinan lebih besar berinteraksi dengan banyak orang. Sebaliknya orang-orang pemalu, bekerja di kesunyian, dan dari keluarga eksklusif tentu sulit juga bertemu banyak orang. Jangan lupa faktor budaya juga berpengaruh. Bagi budaya yang “mengharamkan” perempuan untuk mengambil inisiatif, proaktif dan “agressif” tentu perempuan cenderung akan lebih banyak menunggu. Masalahnya: siapa yang ditunggu dan apakah yang ditunggu itu memang benar-benar ada. Saran saya: ciptakanlah sendiri sebesar-besarnya peluang untuk menemui-ditemui sebanyak-banyaknya calon, dan pilihlah satu dari antara yang ada itu.

84. Tanya:
Pacar saya sangat tidak menghargai saya. Kami seringkali bertengkar karena soal-soal kecil. Sepertinya tidak ada satu pun yang saya lakukan benar di matanya.

Jawab:
Untuk apa pacaran jika hanya untuk bertengkar? Apa artinya seorang pacar jika hanya membuat perasaan kita rendah dan kecil? Pacaran adalah sebuah latihan untuk saling mengenal lebih mendalam, selanjutnya saling menerima dan saling meneguhkan, juga saling menghargai. Bukan malah saling menegasi dan saling menyalahkan. Mungkin kalian baik mengambil jarak sejenak dan merenungkan ulang apa sebenarnya yang mendasari kalian berdua membangun pertemanan khusus? Seandainya kalian berpacaran hanya berdasarkan daya tarik fisik belaka atau kebutuhan mengatasi rasa sepi, tentu saja perbedaan sifat dan kebiasaan mudah sekali menyulut pertengkaran. Sebab itu saya ingin memberi PR: carilah alasan-alasan lain yang membuat kalian ingin tetap dekat satu sama lain.

85. Tanya:
Saya seorang mahasiswi. Ibu saya melarang saya pacaran. Katanya jaman dulu orang tidak mengenal pacaran dan pernikahan mereka juga bahagia.

Jawab:
Ibumu benar. Jaman dahulu orang tidak mengenal pacaran dan pernikahan mereka juga sukses dan bahagia (tidak semua). Mengapa? Pada jaman dahulu orang biasanya menikah dengan teman sesuku yang tinggal sewilayah. Pola pikir, adat, kebiasaan, kebutuhan dan harapan, serta pengalaman mereka boleh dibilang sama. Namun jaman sudah berubah. Manusia menikah dengan orang yang walaupun sesuku dan seagama, tetapi berbeda sekali pola pikir, adat, kebiasaan, pengalaman dan harapannya. Itu membuat pernikahan masa kini (tanpa didahului proses pengenalan dan penyesuaian diri) menjadi sangat sulit dan bisa berakhir berantakan.

86. Tanya:
Kapan saatnya saya boleh memberikan bibir saya dicium pertama kali oleh pacar saya?

Jawab:
Pada saat kamu yakin dan memperoleh kepastian bahwa pacarmu sehat dan tidak mengidap penyakit yang dapat menular melalui pertukaran air liur dan sentuhan kulit.

87. Tanya:
Pacar saya mengajak ke Puncak bermalam. Katanya dia akan manis-manis dan menjaga diri dan tidak akan macam-macam. Saya bingung: antara ingin dan takut. Bagaimana?

Jawab:
Pamit kepada orangtuamu saja. Jika orangtuamu mengijinkan, ya silahkan pergi, jika tidak, ya jangan pergi. Ingat: kadang-kadang rasa takut itu berguna.

88. Tanya:
Ini sudah jaman super moderen, tapi mengapa gereja masih mengajarkan moralitas seks kuno?

Jawab:
Apakah sebenarnya yang dimaksud moralitas seks kuno? Gereja hanya mengajarkan agar seks dihayati sebagai anugerah Allah kepada kehidupan manusia yang diberikan bersama-sama dengan cinta, penerimaan, perlindungan dan kesetiaan. Artinya seks tanpa cinta, penerimaan, perlindungan dan kesetiaan adalah manipulasi atau penyimpangan. Apakah itu moralitas kuno? Lantas apa pula yang disebut moralitas seks moderen?

89. Tanya:
Saya sedang jatuh cinta. Dunia tiba-tiba begitu indah. Hati saya berbunga-bunga. Siang dan malam, dimana-mana, saya hanya memikirkan dan membayangkan dia saja.

Jawab:
Ya, cinta memang membuat dunia menjadi luar biasa indah dan menyenangkan. Nikmatilah hari-hari indahmu. Semoga kemesraan tidak cepat berlalu. Namun tetap sediakan cukup ruang kepada akal sehat dan hati nurani ya?! Satu lagi: tetap selesaikan tugas-tugas kuliahmu.

90. Tanya:
Darimanakah saya bisa tahu bahwa pacar saya telah bebas bias gender, dan menganut kesetaraan laki-laki dan perempuan?

Jawab:
Itu pertanyaan penting namun sulit. Pertama-tama tentu melalui bahasa atau percakapan. Jika pacarmu benar-benar sadar gender maka dia akan menghindari kata-kata yang melecehkan perempuan (contoh: bukan Wanita Tuna Susila tetapi Pekerja Seks Komersial). Dalam membahas berita koran atau televisi tentang pemerkosaan maka dia cenderung melihat dari perspektif korban dan bukan sebaliknya menyalahkan korban. Kedua: melalui sikap dan tindakan sehari-hari. Dia tidak akan risih melakukan pekerjaan yang selama ini dianggap pekerjaan perempuan, yaitu: mencuci, memasak, membuat minuman. Cara yang terbaik adalah mengecek bagaimana hubungannya dengan kakak atau adik perempuannya. Jika dia masih merendahkan mereka maka besar kemungkinan dia juga akan melakukannya kepadamu sesudah menikah.

91. Tanya:
Saya benar-benar patah hati, sedih, kecewa dan marah. Ternyata saya dibohongi. Rupanya sudah setahun lebih dia selingkuh dan punya pacar lain disamping saya. Saya tak mau kehilangan dia, tapi saya juga tak mau diduakan.

Jawab:
Kamu tak mau kehilangan dia tapi tak mau diduakan. Kamu jujur dengan perasaanmu. Itu baik. Lantas bagaimana? Ada dua pilihan. Pertama: kamu memaafkannya dan tetap setia kepadanya. Semoga kesetiaan, ketulusan kebesaran hatimu dapat mengubah sifatnya. Kedua: kamu memutuskan hubungan, minimal sementara, untuk memberi kesempatan kepadanya berubah sekaligus memberikan “pelajaran berharga”. Namun ini pun hanya bisa dilakukan jika kamu benar-benar kuat dan yakin dirimu sangat spesial dan berharga, dan tidak pantas diduakan atau dipermainkan. Sebab itu apapun yang kamu pilih, jadilah kuat dan tenang.

92. Tanya:
Yang saya taksir tak suka kepada saya. Namun yang tak saya suka malah mengejar-ngejar saya. Bagaimana dong?

Jawab:
Kadang cinta memang merepotkan. Yang kita sukai malah menjauh, namun yang kurang kita sukai malah mendekat. Atau seperti menunggu taksi: pada saat butuh semua taksi yang lewat sudah terisi, namun pada saat tidak butuh taksi-taksi yang lewat depan mata malah kosong. Saat jomblo tak seorang pun ada hadir, namun setelah punya pacar, malah yang bagus-bagus berdatangan. Mungkin cinta memang seni dengan sedikit misteri perjumpaan.

Ada pepatah: mengharap burung besar di langit, burung kecil di tangan dilepaskan. (bisa malah tak mendapat apa-apa). Mengharap hujan datang, air yang sudah ada di tempayan ditumpahkan. (bagaimana kalau hujannya tak jadi datang). Namun ada juga pepatah baru: jika ada rotan kenapa harus akar. Jika ada yang terbaik kenapa harus yang sekadar baik. Namun masalahnya pacar bukanlah burung atau air setempayan atau sekedar objek, tetapi pribadi yang bernama dan punya perasaan. Kalau sudah punya pacar, belajarlah setia. Kalau belum, pilihlah satu saja. Tak ada manusia yang sempurna, tetapi cinta membuat dunia dan kehidupan ini jadi lebih baik dan menyenangkan.

93. Tanya:
Saya seorang mahasiswa, 23 tahun. Pacar saya dua tahun lebih tua dari saya dan sudah bekerja. Nafsu pacar saya sangat besar, akibatnya saya jadi ketakutan sendiri. Apa yang harus saya lakukan?

Jawab:
Kamu mau ditelan bulat-bulat atau dikunyah mentah-mentah seperti daun lalap? Dalam masyarakat Timur kuno wanita baik-baik selalu digambarkan sebagai mahluk pasif, statis dan pasrah dalam aktivitas seks. Sebaliknya wanita yang aktiv, dinamis dan proaktiv cenderung dianggap nakal atau liar. Itu adalah konstruksi budaya lama yang tidak relevan lagi dengan dunia moderen yang menjunjung kesetaraan gender. Tidak ada yang salah dengan perempuan yang memiliki hasrat seksual menggebu-gebu. Masalahnya hanyalah kalian belum menikah. Sebab itu hasrat seksual sebelum menikah itu harus dikendalikan dan sebaiknya ditransformasikan ke dalam aktivitas lain, olahraga, seni, budaya, studi dan lain-lain. Jika tak mampu, segeralah menikah.

94. Tanya:
Hubungan kami tak jelas. Kami memang pernah saling mengungkapkan sayang tapi tak membuat komitmen apa-apa. Semua mengalir begitu saja. Tiga bulan lalu tiba-tiba saja dia menghilang, rupanya diam-diam dia kembali kepada mantan pacarnya. Saya sangat sakit tapi tak bisa bilang apa-apa. Bagaimana saya mampu melupakannya?

Jawab:
Oala. Hubungan tak jelas? Bagaimana kita bisa memposisikan diri dengan jelas dan mengambil sikap tegas? Ini pelajaran berharga walaupun pastilah perasaan kamu sakit sekali. Dalam berpacaran tetap dibutuhkan suatu komitmen atau perjanjian, betapa pun sederhananya. Dan masing-masing pihak diharapkan memegang komitmen atau setia kepada perjanjian itu. Berhubung itu adalah komitmen atau perjanjian bersama, maka untuk membatalkannya pun seharusnya melalui kesepakatan bersama, minimal melalui percakapan. Itulah yang seharusnya. Namun kadang atau selalu yang terjadi tidak persis seperti yang ideal atau seharusnya. Saran saya: kendalikanlah perasaanmu. Terkatung-katung di tengah laut sangat tidak nyaman.

95. Tanya:
Saya gadis 23 tahun, dia setahun lebih muda. Dia suka sekali bercerita kepada saya tentang pengalamannya bersama mantan pacarnya, bahkan oral seks yang dilakukannya. Teman-teman saya mengatakan dia bukan orang baik, tetapi saya sangat sayang kepadanya. Tapi apa yang membuat dia suka sekali menceritakan aibnya?

Jawab:
Sangat sulit menjawab pertanyaan kamu. Namun ada beberapa hal yang harusnya menjadi pertimbangan. Pertama: orang yang sangat suka menceritakan cinta masa lalunya kepada pacar barunya biasanya bukan orang dewasa, dan kemungkinan besar belum bisa memutuskan dirinya benar-benar dengan masa lalunya itu. Kedua: orang yang gemar menceritakan aktivitas seks yang dilakukannya dengan orang lain kepada pacarnya (!) kemungkinan besar bukan orang yang sehat secara kejiwaan. Bisa jadi dia menganggap itu suatu hal yang sangat hebat dan membanggakan, atau jangan-jangan ingin secara halus mengajakmu melakukan hal yang sama. Ketiga: orang yang sedang jatuh cinta biasanya tidak suka mendengar pendapat yang berbeda dengan keinginan dan perasaannya. Hati-hati. Belajarlah mendengar apa yang tidak kamu ingin dengar. Mungkin dalam hal ini teman-temanmu benar: dia bukan orang baik.

96. Tanya:
Bagimana menghadapi seorang yang benar-benar cuek? Saya putus asa.

Jawab:
Satu-satunya cara menghadapi orang cuek atau acuh tak acuh: jangan perdulikan dia.

97. Tanya:
Umur saya sudah “meninggi”. Saya takut sekali kehilangan kesempatan untuk menikah. Kini saya cenderung ingin cepat-cepat menerima saja siapa yang datang dan mau mengajak saya menikah.

Jawab:
Suka tak suka, kadang-kadang hubungan laki-laki dan perempuan mirip “hukum dagang”. Penawaran banyak permintaan sedikit, harga turun. Penawaran sedikit, permintaan banyak, harga tinggi. Menurut saya kita tidak perlu kecil hati dengan tamsil yang tak mengenakkan itu. Yang paling penting dilakukan adalah tetap memelihara integritas atau keutuhan pribadi, agar kita tidak mengorbankan prinsip-prinsip: iman, cinta, kehormatan diri, ketulusan dan kesaling-cocokan. Juga kehati-hatian.

Selain itu baik juga diingat bahwa pernikahan bukanlah pelabuhan yang terus-menerus teduh, atau taman bunga yang sepanjang tahun bersemi, atau kehidupan damai tanpa masalah. Pernikahan adalah proses belajar dan perundingan seumur hidup yang sering melelahkan. Hidup tidak menikah punya masalah sendiri, namun hidup pernikahan juga punya masalahnya lagi.

98. Tanya:
Saya sempat pacaran berjauhan. Rupanya saya disia-siakan. Sementara saya setia menunggunya, menjalani hari-hari sepi, dia di sana senang-senang pacaran. Saya dendam.

Jawab:
Menurut saya sebenarnya tidak ada istilah pacaran jarak jauh. Pacaran ya jarak dekat dong! Kalau berjauhan itu bukan berpacaran tetapi berpencaran.

Jika memang belum pernah dekat dan mengenal secara fisik, dan juga belum bertunangan, pacaran “jarak jauh” sangat riskan dan sebenarnya tidak berguna. Berhubung pacaran itu proses pengenalan secara lebih mendalam, maka akan sangat sulit dilakukan jika berjauhan. Jadi jika memang belum bertunangan dan ada rencana pernikahan, mending cari pacar di kota sendiri. Jauh lebih murah dan hemat dan jika ada apa-apa cepat ketahuan.

99. Tanya:
Aku bingung. Pacarku beda agama, kita sama-sama nggak mau melepas iman masing-masing tapi nggak mau juga pisah. Lantas gimana? Apakah boleh menikah beda agama?

Jawab:
Pertama memang harus diakui perasaan cinta kadang melampaui batas-batas kesukuan, ras, golongan dan bahkan keagamaan. Itu sangat manusiawi dan wajar. Yang menjadi masalah ketika cinta itu hendak diteguhkan dan diresmikan ke dalam lembaga pernikahan. Di sana suka tak suka cinta harus berhadapan dengan realitas sosial, undang-undang dan sejumlah aturan.

Setahu saya UU Perkawinan di Indonesia tidak mengijinkan pernikahan dua agama. Sebab itu jika kalian ngotot ingin menikah dengan dua agama yang berbeda maka harus menikah di luar negeri dan lantas meminta pengesahannya kelak di pengadilan. Gereja HKBP sendiri (tempat saya melayani) tidak mengijinkan pernikahan dua agama. Ada beberapa gereja yang mengijinkan, tetapi setahu saya kalangan muslim sebagian besar juga menolak pernikahan beda agama.

Kalian saling mencintai namun saling taat kepada imannya. Ini suatu dilema atau pertentangan di antara dua hal yang sama-sama baik. Mencintai adalah baik. Memegang teguh iman adalah baik. Pada akhirnya toh kalian harus memilih satu dari antara dua hal yang sama-sama baik dan benar itu. Karena itu, ketika kita tidak bisa memilih dua hal yang berbeda sekaligus, pada akhirnya kita harus menentukan nilai tertinggi dalam hidup kita. Cinta kepada kekasih atau iman kepada Tuhan. Itu pastilah sangat menyakitkan.

Saran saya, jangan terlalu lama menunda mengambil keputusan, sebab makin lama keadaan makin sulit dan rumit, dan biasanya perempuan dalam posisi yang lebih lemah untuk mengambil keputusan berdasarkan kebebasan, hati nurani, kesadaran, logika, iman dan kasih.

100. Tanya:
Dulu aku menganggap bahwa menikah itu tidaklah lah sulit, tapi kenyataanya sampe sekarang aku belum dapat-dapat tuh yang namanya “rokkap” atau jodoh.

Jawab:
Ya mungkin sulit-sulit gampang, atau sebaliknya gampang-gamang sulit. Namun saya selalu berpendapat: jika memang bisa dipermudah untuk apa urusannya dipersulit? Pertama, sebelum dapat menikah kita harus memiliki tunangan atau orang yang sudah komit akan menikah dengan kita. Kedua: sebelum bisa memiliki “tunangan” tentu kita harus memiliki pacar atau teman khusus. Ketiga: sebelum memiliki pacar kita harus punya teman yang belum terikat kepada orang lain. Keempat: agar kita punya teman, tentu kita harus aktif mencari dimana orang-orang berkumpul atau berada, membuka diri untuk mengenal dan dikenal. Kelima: agar orang sangat suka berteman dengan kita, tentulah mesti ada yang kita tawarkan: kegantengan fisik, kepintaran, kebaikan hati, rasa humor, perhatian, kedewasaan, pekerjaan tetap, dan lain-lain. Begitulah urutannya. Tidak sulit kan?

101. Tanya:
Apakah sebenarnya arti setia?

Jawab:
Dalam perspektif Alkitab kata setia artinya: dapat dipercaya. Konkretnya dapat dipercaya dalam 5(lima) hal. Pertama: dapat dipercaya dalam hal waktu. Jika dikatakannya pukul 17 artinya persis pukul 17. Jika disepakati besok artinya besok. Kedua: dapat dipercaya dalam kata. Kata-katanya, lisan atau tulisan, dapat dipegang. Ya jika ya, tidak jika tidak. Ketiga: dapat dipercaya dalam tugas. Ketika dia diserahi suatu tugas maka dia akan menunaikannya dengan sebaik-baiknya dan mempertanggungjawabkannya. Keempat: dapat dipercaya dalam hal uang. Bila ia diserahi uang maka ia akan jujur dan tidak akan menyalahgunakannya. Bila dia memiliki uang pribadi, dia tidak akan menggunakannya untuk melakukan hal-hal yang jelek atau jahat. Kelima: dapat dipercaya dalam hal cinta. Dia tidak akan selingkuh, mempermainkan perasaan orang lain, atau memperalat orang lain. Keenam: dapat dipercaya dalam hal seks. Dia hanya akan melakukan yang pantas dan patut kepada kekasihnya dan juga orang lain.

102. Tanya:
Bagaimanakah supaya cowok tertarik melihat saya tanpa menjadikan diri saya dianggap “murahan”?

Jawab:
Mungkin kita semua sepakat bahwa manusia umumnya paling mudah terpikat melihat kondisi fisik yang indah dan menarik. Bunga yang indah akan menarik mata orang untuk melihatnya. Sebab itu tidak bisa tidak memang kita harus tampil indah (tidak harus mahal dan norak kan? . Namun jujur tidak semua orang lahir dikaruniai keindahan fisik. Banyak orang secara fisik biasa-biasa saja. Lantas bagaimana?

Kita bersyukur kepada Tuhan bahwa manusia dikaruniakan keindahan lain yang lebih kuat, yaitu keindahan jiwa. Manusia yang sangat baik pasti menarik bagi sekelilingnya. Kebaikan jiwa membuat kita cantik atau mempesona. Sebab itulah Alkitab juga berkata: Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Pada akhirnya manusia lebih mementingkan isi dari bungkus. Barang berkualitas saja pasti dicari-cari, apalagi manusia yang berkualitas. Sebab itu tingkatkanlah kualitas.

Kita lebih bersyukur lagi, setiap manusia dilahirkan unik. Sebab itu setiap manusia spesial dan sangat berharga. Yang menjadi masalah banyak orang tidak merasa dirinya spesial dan berharga, karena itu merasa dirinya lemah, hina dan jelek. Saran saya temukanlah dan bangunlah sebanyak-banyaknya kekuatan dan kelebihanmu. Jadikanlah dirimu begitu spesial sehingga setiap orang harus memperhitungkan engkau dan merasa beruntung jika bisa menjadi pacarmu.

103. Tanya:
Saya sudah putus asa. Saya tidak mau lagi mencari pacar.

Jawab:
Oala. Saya doa harapanmu akan tumbuh lagi segera. Pesan moral: jangan bunuh diri!

104. Tanya:
Bolehkah saya pake tank top dan celana hipster ke gereja?

Jawab:
Kerajaan Allah bukan soal makanan, minuman, atau mode pakaian, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. (lihat Roma 14:17). Mode datang dan pergi, silih berganti. Yang penting bukan pakaianmu tetapi isi hatimu. Tapi saya mau tanya: apakah kamu tidak takut tubuhmu digigit nyamuk atau dihinggapi lalat?

105. Tanya:
Saya suka iri melihat teman saya yang sangat cantik, kaya, banyak teman, pintar main piano, dikejar-kejar banyak cowo dan memiliki segalanya. Bagaimana menghilangkan rasa iri?

Jawab:
Rasa iri adalah ciri-ciri orang yang merasa “miskin”, kekurangan dalam segala hal, dan tidak memiliki satu pun yang luar biasa baik dalam dirinya. Sebab itu cara menghilangkan rasa iri adalah memperkaya diri sendiri (bukan hanya soal materi), menambah kebajikan, dan memperkuat perasaan berharga. Terimalah dan cintailah dirimu sendiri, supaya orang lain juga mau menerima dan mencintaimu. Hargailah tubuh dan jiwamu, supaya orang lain juga mau menghargai jiwa dan tubuhmu. Be your self and do your best!

106. Tanya:
Saya selalu merasa diri saya kotor saban kali menstruasi.

Jawab:
Itu adalah pengaruh budaya lama yang menganggap perempuan najis atau kotor selama masa haid atau menstruasi. Dulu darah yang keluar saban haid disebut “darah kotor” dan perempuan yang sedang haid disebut “berkain kotor”. Padahal dari biologi dan kedokteran kita tahu bahwa itu adalah siklus alami yang dialami perempuan dan sama sekali tidak ada yang kotor atau jorok di sana. Sebab itu kita harus mengubah paradigma lama yang menganggap menstruasi sebagai kenajisan dan melarang perempuan yang sedang mengalaminya datang kepada Tuhan. Dia adalah Allah Pencipta. Dialah yang menciptakan siklus menstruasi perempuan itu. Dan semua yang diciptakanNya baik adanya.

107. Tanya:
Menurut guru saya tubuh manusia itu berdosa dan hina. Tuhan mau menyelamatkan jiwa kita yang terkurung dalam tubuh yang hina itu.

Jawab:
Pemisahan tubuh dan jiwa bukanlah ajaran Alkitab tetapi ajaran filsafat Yunani Gnostik. Alkitab memandang kesatuan tubuh dan jiwa. Tuhan Allah menciptakan manusia utuh: bertubuh sekaligus berjiwa. Tidak ada jiwa manusia tanpa tubuh. Tidak ada juga tubuh manusia tanpa jiwa. Keduanya berharga dan mulia.

Pandangan Alkitab mengatakan yang berdosa itu bukan hanya tubuh manusia, tetapi juga jiwanya. Artinya manusia itu – dengan tubuh dan jiwanya – tidak lagi sempurna. Manusia tidak lagi semata-mata memiliki kehendak baik, tetapi juga keinginan yang jahat dalam dirinya. Namun Allah Maha Baik. Dia mau mengampuni manusia berdosa itu dan memulihkannya.

Yesus Putra Allah menjelma menjadi manusia seutuhnya: bertubuh dan berjiwa. Tidak ada alasan mengatakan tubuh Yesus itu lebih rendah atau lebih hina daripada jiwaNya. Sama seperti jiwaNya, tubuh Yesus kudus dan mulia. Sebab itu tubuh manusia juga berharga dan tidak boleh diperlakukan semena-mena atau sekehendak hati kita.

Tuhan menyelamatkan kita seutuhnya: tubuh dan jiwa. Sebab itu bersyukurlah.

108. Tanya:
Saya terus dikejar-kejar oleh mantan pacar saya. Saya sangat terganggu dan takut. Apa yang harus saya lakukan?

Jawab:
Pertama: kita tidak bisa menghukum seseorang atas perasaannya. Siapapun berhak jatuh hati atau mencintaimu. Sebaliknya kamu juga berhak menolak atau menerimanya. Namun kamu berhak hidup dengan tenang dan tenteram. Dan siapapun tidak berhak menganggu hidupmu.

Kedua: mungkin kamu harus memberitahu keluargamu dan teman-teman dekatmu atas masalah yang sedang kamu hadapi, agar mereka ikut membantu menjaga dan mengawalmu. Katakan juga tegas kepada mantan pacarmu kamu tidak mau diganggu.

Ketiga: jika keadaan sudah gawat apalagi jika kamu sudah benar-benar terganggu dan merasa terancam, sebaiknya melapor ke pihak yang berwajib melaporkan perbuatannya yang tidak menyenangkan. Kita hidup di negara hukum. Setiap orang berhak hidup aman dan tenteram.

109. Tanya:
Sampai sejauh manakah istilah memiliki dalam pacaran?

Jawab:
Menurut saya setiap orang adalah milik dirinya sendiri (dan milik Tuhan). Sebelum seseorang dewasa (di budaya timur: menikah) dia menjadi tanggungjawab orangtua yang melahirkan dan membesarkannya. Sebab itu kita harus benar-benar hati-hati memakai istilah memiliki dalam masa pacaran. Sebab kita tidak punya hak apa-apa atas hidup orang lain termasuk pacar kita. Mungkin saja sepasang muda-mudi membuat sejumlah kesepakatan bersama karena saling cinta, tetapi itu bukan transaksi jual-beli atau hibah diri. Tiap-tiap orang hanya memiliki dirinya sendiri, dan tidak punya wewenang untuk mengendalikan, mengeksploitasi dan mendikte pasangannya.

Namun bila dirujuk lebih dalam, istilah “milik” ini berakar dari budaya lama yang menganggap perempuan sebagai properti atau harta benda (mirip sawah, kerbau, atau emas). Sebelum menikah perempuan itu dianggap properti ayahnya, dan sesudah menikah dia dianggap properti suaminya. Yesus menolak perempuan sebagai properti.

Bagi Yesus perempuan adalah pribadi atau subjek. Sebab itu pernikahan bukan lagi transaksi properti tetap komitmen dua pribadi yang saling mengasihi dan setia.

110. Tanya:
Sekarang giliran saya yang patah hati. Sedih banget. Segala sesuatu sedang dipersiapkan dan impian sangat indah, tiba-tiba cinta kandas di tengah jalan. Saya panik. Usia saya sudah 28 tahun. Kalau boleh jujur, saya malu dan tidak pede lagi.

Jawab:
Saya ikut berduka. Semoga yang patah bisa disambung lagi. Jika tidak, semoga bisa tumbuh lagi. Atau segera ada gantinya, yang lebih baik.

Kamu Sedih? Ya itu hakmu. Silahkan sedih, berapa lama? Tapi panik? Jangan. Kepanikan tak pernah membantu malah memperburuk semua (termasuk wajah dan penampilan). Kesempatan tetap banyak jika diciptakan. Tidak pede dan malu? Menurut saya itu keterlaluan. Patah hati bukan kejahatan atau aib. Kenapa harus malu? Modalmu tak ada yang berkurang. Apa alasan tak percaya diri?

Saran terakhir: tutup buku dukamu, cari pacar baru yang lebih bagus dalam banyak hal! Itu cara kristiani membalaskan “dendam”

111. Tanya:
Saya baru “memecat” pacar saya. Kemarin saat menelpon dia ke kantornya, saya mendengar ada suara perempuan bermanja-manja di dekatnya. Saya bertanya siapa perempuan itu, dia mengatakan tidak ada dan malah acuh tak acuh. Saya sangat jengkel, marah dan kecewa. Semalaman saya tidak bisa tidur. Tadi pagi saya mengambil keputusan mendatanginya ke rumahnya dan menyatakan kami pisah. Dia mengiyakannya. Haruskah saya mengampuni dia? Seandainya dia datang kembali haruskah saya menerima dia kembali?

Jawab:
Saya ingin memulai dari pertanyaan terakhir. Seandainya dia datang kembali haruskah saya menerima dia kembali? Tentu saja tidak ada keharusan atau kewajiban menerima seseorang kembali sebagai pacar. Memaafkan kesalahan dan menerima kembali sebagai pacar adalah dua hal yang berbeda. Namun saya punya pertanyaan mengusik: seandainya dia tidak datang kembali, seandainya dia tidak meminta maaf, apakah yang akan kamu lakukan? Mungkinkah kamu malah yang datang, meminta maaf (walau tak salah) dan meminta hubungan dipulihkan?

Yang hendak saya katakan adalah, jika memang kamu sudah mengambil keputusan, dan menurutmu keputusan itu benar dan tepat, bela dan perjuangkanlah keputusan itu. Itu mungkin saja menyakitkan. Tetapi jauh lebih menyakitkan mengorbankan prinsip, keyakinan, hati nurani dan komitmen daripada memperjuangkannya.

112. Tanya:
Saya berkenalan dengan seseorang. Dia menaruh perhatian yang sangat besar kepada saya dan telah menyatakan cintanya kepada saya. Sebaliknya saya pun kagum kepadanya. Kami pun berpacaran. Namun tiba-tiba saya sangat kecewa karena mendengar ceritanya bahwa saya mirip sekali dengan mantan pacarnya. Saya merasa sangat tersinggung karena menganggap hanya dijadikan pelarian.

Jawab:
Menurut saya sebenarnya tidak usah terlalu marah, kecewa atau kecil hati hanya karena kamu mirip dengan mantan pacar kekasihmu. Tiap-tiap orang memang memiliki “tipe ideal” tentang kekasih yang mungkin tidak disadarinya. Jadi jika dia gagal dengan seseorang maka sadar atau tidak sadar, dia cenderung mencari tipe yang sama atau mirip yang dianggapnya gadis atau pemuda ideal.

Yang menjadi masalah adalah jika dia benar-benar mengidentikkan kamu mantan kekasihnya, dan selalu membayangkan kamu sebagai mantan kekasihnya yang telah hilang itu. Sebaliknya tidak melihat kamu sebagai pribadi unik dan spesial yang berbeda. Contohnya: dia sering salah sebut nama, atau membayangkan orang lain ketika kalian bersama-sama. Jika itu yang terjadi, kamu bisa bertindak tegas menyatakan kamu berbeda, agar dia terbangun dari mimpinya atau mengambil keputusan untuk mencari orang yang benar-benar memandang kamu sebagai pribadi unik.

113. Tanya:
Saya baru putus. Haruskah saya mengembalikan semua hadiah pemberiannya terutama cincin?

Jawab:
Tidak ada kewajiban kita harus mengembalikan hadiah yang telah diberikan kepada kita. Sebaliknya: tidak ada hak kita menuntut agar hadiah yang pernah kita berikan kepada seseorang agar dikembalikan kepada kita, kecuali ada perjanjian saat memberikannya. Misal: akan dikembalikan bila putus. Yang harus dikembalikan hanyalah pinjaman atau hutang.

Namun menyimpan barang-barang pemberian mantan kekasih bisa bermasalah bagi kamu dan bagi kekasih barumu kelak. Jika kamu masih menyimpan dan membelai-belai hadiah-hadiah bekas pacarmu, tentulah pacar barumu kelak akan keberatan, dan menganggap kamu belum benar-benar memutuskan hubungan (emosional) dengan bekas pacarmu itu. Maaf, saya kok lebih suka memakai kata “bekas” daripada “mantan”. Jadi bijak-bijaklah. Mungkin jika sayang untuk dibuang, bisa disumbangkan saja ke panti asuhan.

114. Tanya:
Pacar saya tidak romantis. Kami sudah pacaran empat tahun dan sudah sangat dekat bahkan seperti bersahabat. Keluarga saya juga telah menerimanya. Tetapi dia selalu lupa tanggal ulang tahun saya, warna kesukaan saya, dan juga hal-hal yang paling saya impikan (salah satu: kecupan di kening sebelum pulang). Apakah dia menyayangi saya?

Jawab:
Menurut Rasul Paulus dalam Filipi 1:9 cinta mendorong pengenalan. Pepatah Melayu mengatakan “tak kenal maka tak sayang”, kekristenan mengatakan “tak sayang maka tak kenal”. Maksudnya semakin kita menyayangi seseorang maka kita akan semakin mengenalnya secara mendalam. Sebaliknya: makin tak cinta kita kepada seseorang makin tak kita kenal juga pribadi dan isi hatinya. Saya ingin berhati-hati mengatakannya, namun jika memang pacarmu suka “lupa” hal-hal penting dalam dirimu, dan tidak tahu apa yang paling kamu sukai atau tidak sukai, jangan-jangan dia memang belum menyayangi atau mencintai kamu.

115. Tanya:
Empat tahun yang lalu saya pernah mengenal seorang perempuan dan kemudian kami berpacaran selama dua tahun dengan sangat indah. Suatu hari saya mengacaukan segalanya dan hubungan kami pun berantakan. Setelah itu hidup saya jadi kacau. Saya sudah meminta maaf dan beberapa kali meminta berbaikan kembali, namun dia sangat teguh kepada pendiriannya. Sebentar lagi dia menikah dengan orang lain. Bagaimana saya bisa melupakan perempuan terbaik ini?

Jawab:
Saya percaya cinta kalian sangat indah dan membekas dalam di hati. Pastilah itu tidak mungkin kamu lupakan seumur hidup. Saya yakin dia juga tidak akan melupakannya. Ya memang kita tidak mampu dan karena itu tidak perlu melupakan masa lalu kita. Yang perlu kita lakukan adalah berdamai dengan masa lalu kita dan tidak mempersoalkannya lagi. Dengan kata lain: menyimpannya baik-baik di laci.

Cinta adalah kebebasan memberi dan menerima. Kamu boleh mencintai dia tetapi tidak berhak memaksanya. Dia tidak punya kewajiban menerimamu, tetapi tidak berhak melarang kamu mencintainya. Masalahnya sekarang dia hendak menikah. Pertanyaan saya: apakah baik dan benar mencintai seseorang yang segera hendak menikah dengan orang lain? Betapa pun besarnya cintamu, bukankah ini adalah waktu untuk berbesar jiwa dan berjuang merelakan dia menentukan jalannya?

Dari suratmu saya percaya perempuan itu memang benar-benar hebat dan luar biasa. Berbahagialah pernah berjumpa dan berteman dengannya. Namun dia bukan satu-satunya perempuan hebat di dunia. Sekarang kembalilah ke dirimu. Buatlah dirimu juga menjadi laki-laki terbaik di dunia, sehingga dia dan terutama orang lain akan menjadi bangga bisa dekat apalagi membangun rumah tangga bersamamu.

116. Tanya:
Abang saya bercerai karena melakukan kekerasan terhadap istrinya. Saya trauma. Saya sangat takut mengalami kekerasan dari suami saya kelak. Apa yang mesti saya lakukan?

Jawab:
Kekerasan dalam rumah tangga, sering disingkat KDRT, atau domestic violence, adalah mimpi buruk bagi banyak orang. Menurut saya ini adalah PR (Pekerjaan Rumah) bagi komunitas kita. Selama beberapa tahun terakhir ini saya sebagai pendeta mendengar ada cukup banyak kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga kristen muda. Sangat memprihatinkan. Budaya kekerasan rupanya sudah semakin mengental dalam pribadi cukup banyak orang Kristen. Termasuk orang-orang yang dianggap baik dan saleh di mata publik. Rajin baca Alkitab tetapi rajin juga memukul istri. Memualkan.

Salah satu akar kekerasan ini adalah ketidakmampuan menyelesaikan masalah melalui dialog atau percakapan. Banyak pasangan suami-istri tidak mampu bernegosiasi, berdiskusi dan berdebat, serta adu argumentasi untuk mencapai kemenangan bersama atau win-win solution. Akibatnya: solusi selalu diambil sepihak, berdasarkan paksaan atau kekerasan. Akar lain adalah kegagalan menerima diri sendiri. Banyak pelaku kekerasan sebenarnya merasa dirinya orang “gagal” dan karena itu ingin menunjukkan kekuatan dan kekuasaannya melalui kekerasan. Sasaran kekerasan tentu saja orang-orang di dekatnya: istri atau anak-anak.

Baik juga sebelum menikah orang-orang muda mengecek kebiasaan dan kecenderungan pasangannya apakah potensial melakukan kekerasan. Salah satu adalah meneliti kebiasaannya ketika marah, terdesak atau keinginannya tidak terpenuhi. Selain itu saya menyarankan agar KDRT dijadikan topik percakapan serius dalam masa pacaran. Yang paling baik adalah meminta bantuan konselor atau psikolog untuk membantu menganalisis apakah pasangan kita dan diri sendiri memiliki kecenderungan untuk melakukan kekerasan.

117. Tanya:
Kami baru berkenalan dua bulan dan sepakat untuk menikah. Saya sadar proses ini terlalu cepat. Apakah cinta bisa ditumbuhkan?

Jawab:
Cinta tentu saja bisa ditumbuhkan. Masalahnya adalah kalian belum cukup saling mengenal. Bagaimana nanti kalau setelah menikah baru terlihat betapa berbeda dan bertentangan kepribadian kalian? Seringkali penyesalan datang terlambat.

118. Tanya:
Saya telah melakukan dosa besar. Saya orang hina dan terkutuk. Saya jatuh lagi. Saya benar-benar terjerat kebiasaan masturbasi ini. Apakah yang harus saya lakukan untuk bebas?

Jawab:
Oala. Masturbasi bukan suatu kejahatan. Mengapa menghukum dan merendahkan diri sendiri begitu kejam, dengan menganggap diri sebagai orang terkutuk? Menurut saya yang harusnya merasa diri sebagai orang “terkutuk” adalah koruptor-koruptor besar yang merampok kekayaan negara, bukan anak-anak remaja yang “melepaskan “ketegangan dan “melupakan masalahnya” melalui maturbasi atau onani, merangsang diri sendiri untuk mendapatkan kesenangan seksual.

Masturbasi sekali lagi bukan akar masalah, tetapi sebenarnya akibat masalah. Mungkin kamu memiliki masalah di tempat lain (sekolah, kampus, rumah) dan tidak mampu menyelesaikannya sehingga akhirnya tanpa sadar memilih masturbasi. Atau, mungkin juga kamu memiliki masalah dengan pribadimu (rendah diri, merasa gagal, merasa kurang ganteng, putus asa dll) sehingga untuk “melupakan” semua itu kamu masturbasi. Jadi jangan terlalu merasa bersalah apalagi mengutuk diri sendiri. Masturbasi bukan kejahatan. Tetapi ingat: masturbasi juga bukan ekspresi ideal seksualitas. Mengapa? Sebab masturbasi sangat egosentris dan artifisial dan tidak melatih kesetiaan. Tapi bukan sesuatu yang jahat.

Saran saya: selesaikanlah masalah utamanya. Bangunlah pribadimu menjadi pribadi yang benar-benar sehat, kuat dan bahagia. Masturbasi itu akan lenyap sendiri. Apalagi kalau kelak kamu menikah.

119. Tanya:
Pacar saya selalu mengajak begituan. Maunya dia kami hanya berduaan terus. Saya risih dan menganggap seperti kurang kerjaan. Saya lebih suka kami tetap melakukan aktifitas seperti biasa dan bergaul dengan teman-teman lain bukan menjauh dan mojok berdua.

Jawab:
Apa yang kamu maksud dengan “begituan”? Yang begitu-begitu? Itu semakin tidak jelas. Baiklah saya hanya menduga-duga saja, yaitu pacarmu selalu ingin kamu hanya berdua di pojok yang sepi, tidak terlihat orang, dan melakukan aktifitas fisik yang sangat berhubungan nafsu atau hasrat seksual. Benarkah? Seandainya benar, ada yang harus dicermati dari kekasihmu. Pertama: apakah dia baik-baik saja secara kejiwaan? Maksud saya: apakah kuliahnya berjalan lancar dan nilai-nilainya tinggi? Jika tidak, jangan-jangan apa yang dilakukannya hanya sekadar pelarian dari masalah pribadinya yang sangat rumit. Kedua: apakah hubungannya dengan orangtua atau sebaliknya dengan orangtuamu baik-baik? Jika tidak, jangan-jangan tindakannya itu sebuah bentuk “pemberontakan” di bawah sadar. Ketiga: apakah dia cukup percaya diri dan tidak terlalu kuatir kehilangan kamu? Atau: siapa tahu (semoga tidak) dia sedang punya agenda tersembunyi ingin menguasai kamu, “mengikat” kamu dengan intimitas fisik? Keempat: apakah pacarmu punya kepribadian terbuka, harapan dan cita-cita mulia yang sedang diwujudkannya? Jika tidak, mungkin saja dia menjadikan aktifitas seks sebagai tirai atau penutup agar kepribadiannya tidak diketahui, atau agar kalian tidak berdialog tentang masalah-masalah penting dan eksistensial dalam hidup ini. Saya pikir dengan beberapa pertanyaan bantu ini kamu sudah tahu apa yang harus dikerjakan untuk bisa bebas dari pojok yang gelap dan banyak nyamuk itu.

120. Tanya:
Ada dua orang cowok yang mendekati saya. Dua-dunya baik, ganteng dan punya kelebihan. Saya bingung sekali menentukan pilihan. Bagaimana caranya saya tidak salah pilih?

Jawab:
Lemparkanlah coin 500 perak ke udara. Jika gambar melati pilih si A jika gambar burung garuda pilih si B. Hahaha. Maaf saya bercanda. Tapi kamu sangat beruntung didekati oleh dua orang terbaik pada saat yang sama. Saran saya ambillah jarak sejenak dari ke dua orang. Lantas ambillah kertas dan bagilah tiga kolom: si A di kiri, kamu di tengah, dan si B di kanan. Isilah masing-masing kolom dengan: iman, pendidikan, budaya, hobi, tujuan hidup, sikap terhadap materi, pandangan thd lawan jenis, dan lain-lain. Mana yang paling mirip atau sesuai denganmu, itulah dia. Semakin banyak kesamaan atau kemiripan dua pasangan, biasanya kemungkinan berhasil akan lebih mudah. Selamat memilih satu saja.

121. Tanya:
Saya pacaran dengan seorang “bintang”. Dia pintar, ganteng, baik dan ramah. Sebab itu kemana-mana dia selalu jadi pusat perhatian. Saya tahu banyak cewek naksir padanya. Itu membuat saya betul-betul cemburu. Dan rasa cemburu itu membuat saya seperti hangus terbakar. Pokoknya saya ingin dia menjadi milik saya saja. Sepenuhnya. Selamanya.

Jawab:
Kamu mau pacarmu sama sekali “aman”, tidak ditaksir dan dikejar oleh cewek lain? Carilah laki-laki yang paling bodoh, jelek, dan lemah di antara yang ada. Dijamin tidak seorang pun mau mendekatinya, sebab itu kamu tidak perlu cemburu. Atau ikatlah kaki pacarmu (kalau bisa) dan jangan biarkan dia bertemu dengan seorang pun. Namun hati-hati dia pasti akan menggigitmu dan sekali lepas tak akan bisa terkendali.

Yang mau saya katakan adalah cemburu itu sangat manusiawi. Semua orang, sedikit-banyak memiliki rasa cemburu. Tetapi perasaan cemburu yang berlebihan dan tidak terkendali sebenarnya menunjukkan kelemahan si pencemburu. Pribadi yang sangat percaya diri, kuat dan bahagia, tidak memiliki rasa cemburu yang berlebihan.

Rasa cemburu itu tentu saja tidak bisa dihilangkan seketika dan sekaligus. Namun kamu dapat secara perlahan membangun kepribadianmu. Temukanlah dan kembangkanlah sebanyak-banyaknya kekuatan dan kelebihanmu. Belajarlah melihat hal-hal yang baik dalam dirimu. Terimalah dan berbahagialah dengan keadaan dirimu sendiri. Yakinlah dia tidak akan hilang atau pergi meninggalkanmu. Kalau pun dia pergi juga, maka dialah yang paling rugi.

122. Tanya:
Saya berpacaran dengan seorang prajurit pasukan komando. Saya kuatir sekali: bagaimana kalau dia tewas seketika?

Jawab:
Oala. Kalau dia tertembak mati sebelum menikah, kamu akan kehilangan pacar yang sangat gagah. Namun kalau dia mati sesudah menikah kamu akan jadi janda.

Mungkin baik juga kamu sudah memperkirakan resiko pacaran dan menikah dengan seorang tentara. Dia bisa saja mati dalam peperangan. Mudah-mudahan tidak ada perang sampai selama-lamanya. Tapi tetap juga ada resiko kecelakaan saat latihan. Sebenarnya semua profesi memiliki resikonya. Jika kamu menikah dengan seorang pelaut, siap-siaplah selalu ditinggal dan berpisah untuk jangka waktu yang lama. Jika kamu menikah dengan wartawan siap-siaplah jika dia selalu pulang dinihari. Atau jika menikah dengan pendeta, siapkanlah hati untuk tidak jadi kaya. Kalau kamu sudah memikirkan matang-matang untung-rugi dan resiko sebuah profesi, dan masih tetap mencintainya, dan mau menikah dengannya: kenapa tidak? Umur manusia Tuhan yang menentukan.

123. Tanya:
Saya sudah lama sangat terobsesi dengan pria berseragam. Rasanya sangat gagah. Saya bahagia bisa jadi pendampingnya. Bagaimanakah saya mendapatkannya?

Jawab:
Kamu mendambakan pria berseragam (hijau, kopi susu, coklat, atau oranye?) untuk menjadi pendamping hidup? Itu sah-sah saja. Setiap orang bebas untuk memiliki cita-cita, obsesi atau keinginan khusus. Masalahnya: bagaimana mewujudkannya? Selain mendoakannya terus-menerus, menurut saya mesti ada langkah yang sistematis. Pertama: mungkin kamu harus rajin-rajin beribadah di gereja yang berada di dalam atau di dekat kompleks tentara atau polisi atau pusdiklat satpam, atau pemadam kebakaran. Tentu peluang berjumpa dengan “mahluk berseragam” di sana jauh lebih besar. Kedua: kamu mengirimkan sinyal kepada banyak orang bahwa kamu memang sangat menginginkan pria berseragam jadi teman hidup. Sebab itu pria berpakaian kembang-kembang atau kotak-kotak silahkan minggir. Biarkan banyak orang tahu keinginanmu. Cepat atau lambat berita itu akan sampai ke telinga mereka. Ketiga: mungkin kamu harus mencari orangtua si pria berseragam itu. Kadang kala para prajurit itu begitu sibuk tugas dan menyerahkan urusan perjodohannya dengan orangtuanya. Keempat: carilah apa sebenarnya yang paling disukai dan didambakan pria berseragam itu. Dalam hal ini saya kurang tahu. Mungkin saja mereka sangat suka “gadis cantik dan setia” sebagai pendamping. Jika itu benar, jadilah pribadi yang benar-benar cantik dan dipercaya. Saya yakin mereka akan antri datang membawa lamaran diterima sebagai pacar. Bagaimana?

124. Tanya:
Ibu saya sangat memilih-milih calon menantu. Tidak ada seorang cowok yang mendekati saya yang dianggapnya benar. Akibatnya saya jadi ragu mempersilahkan cowok datang ke rumah.

Jawab:
Yang mau pacaran dan kelak menikah kamu atau ibumu? Berhubung yang mau pacaran adalah kamu, yakinkanlah ibumu dengan santun bahwa kamu sudah cukup dewasa memilih yang baik, sehat, dan bertanggungjawab untuk dijadikan pacar dan kelak teman hidup. Katakan kepada ibumu saran dan kritik boleh-boleh saja, tetapi keputusan ada di tangan kamu.

125. Tanya:
Saya selalu cepat bosan. Saya tidak pernah awet pacaran dan selalu ganti pasangan. Banyak orang menuduh saya matre dan murahan. Apakah saya salah jika bosan dan ingin mencari teman baru?

Jawab:
Dalam masa pacaran berganti pasangan adalah soal biasa. Pacaran adalah proses pengenalan. Jika memang tidak merasa cocok tidak salah jika menghentikan hubungan dan mencoba mencari yang baru. Pertanyaannya hanya: sampai kapan? Kapan kita menemukan orang yang benar-benar cocok dan tidak akan pernah bosan lagi dengannya?

Lebih dari itu mungkin baik juga kita memeriksa motif-motif kita yang terdalam untuk mengikat suatu hubungan spesial yang bernama pacaran. Sekadar membunuh rasa sepi, memuaskan diri sendiri, menarik keuntungan pribadi, atau membuktikan bahwa kita memang hebat? Atau, apakah kita juga ingin belajar mengenal seseorang dan membiarkan diri kita juga dikenal oleh seseorang lebih mendalam?

Jika kita memahami pacaran sebagai latihan kesetiaan, maka berganti-ganti pasangan dalam waktu singkat tentu bukan sesuatu hal yang baik. Tidak ada satu orang pun yang sempurna dan selamanya menyenangkan, termasuk diri kita sendiri. Sebab itu kita juga perlu belajar menerima orang lain apa adanya dan mencintainya dengan seluruh keberadaannya (kelemahan dan kekuatannya).

126. Tanya:
Saya sedang bete. Saya tidak mau menghubunginya lebih dulu. Saya mau membuktikan saya kuat dan bisa eksis tanpa dia. Biar dia tahu bahwa saya juga punya harga diri.

Jawab:
Kalian sedang ribut? Cinta kadang memang seperti main layang-layang, kadang harus ditarik kadang harus diulur. Tapi hati-hati. Jika ditarik terlalu kencang, benangnya bisa putus. Tapi kalau terus diulur, layangnya bisa dibawa angin. Repot. Di lain waktu cinta seperti main petak umpet. Jika sembunyi terlalu dekat cepat ketahuan, tetapi kalau sembunyi terlalu jauh yang mencari putus asa dan memilih berhenti. Atau yang sembunyi malah tidak tahan menunggu dan muncul sendiri.

127. Tanya:
Saat mahasiswa saya pernah sekali jatuh cinta dan kami berpacaran selama empat tahun. Ketika tamat kami harus berpisah kota, dia kembali ke tempat orangtuanya Kalimantan, dan hubungan kami pun berakhir begitu saja. Dia tak pernah bisa dihubungi lagi, dan sekarang sudah jalan lima tahun. Saya sangat kecewa, marah dan merasa dibohongi. Saya tidak tahu apakah masih dendam, namun faktanya setelah kejadian itu saya belum pernah bisa jatuh hati lagi kepada wanita.

Jawab:
Cinta memang bagaikan misteri, ada banyak hal yang sulit dijelaskan dengan kata-kata atau diterangkan memakai logika, dan hanya bisa dihayati oleh yang bersangkutan. Namun mungkin kita sama-sama setuju bahwa semakin dalam dan kuat cinta kita kepada seseorang, pastilah semakin sakit jika harus berpisah, apalagi jika ditinggalkan tanpa pemberitahuan dan alasan. Saya menangkap kesan kamu masih menyimpan kenangan dan harapan kepada wanita itu walaupun dia sudah lima tahun pergi. Mungkin dengan lebih banyak bercerita kepada teman-teman dan saudara tentang perasaan-perasaan kamu yang sangat mendalam dan tersembunyi, kamu secara perlahan dapat menyelesaikan rasa marah dan kecewa ditinggalkan tanpa pemberitahuan dan alasan itu. Ya, untuk mudahnya: anggap sajalah dia sudah “mati” sehingga tidak mungkin lagi mencarinya di dunia orang hidup, untuk membalaskan kemarahan atau malah mengharapkan hubungan pulih kembali. Biarlah Tuhan yang berurusan dengan dia. Kamu mending berjuang memulai hidup baru sebelum matahari terbenam.

128. Tanya:
Saya benar-benar hancur. Saya tak sanggup melupakannya. Saya masih terus mencintainya dan membayang-bayangkannya walaupun dia jelas-jelas sudah meninggalkan saya dan kembali ke pacar lamanya. Teman-teman saya mengatakan saya bodoh mau dihanyutkan oleh perasaan. Padahal siapa yang mau keadaan seperti ini?

Jawab:
Berpacaran harusnya menggunakan perasaan dan akal sehat secara proporsional. Namun itu memang tidak mudah. Seringkali perasaan kita begitu kuatnya sehingga mengalahkan akal sehat atau logika. Orang-orang muda saat pacaran seringkali hanya mendengarkan perasaannya saja, dan bahkan kehilangan kemampuan berpikir logis, analitis dan juga ekonomis.

Menurut saya kamu tidak perlu membohongi perasaanmu. Bersifat jujur mengakui perasaan sendiri adalah sangat baik. Namun pada saat yang sama kita harus belajar memaksa diri – apalagi saat bercinta atau putus cinta – agar tetap berpikir logis dan menggunakan akal sehat. Lebih dari itu kita perlu waspada dan tidak mengijinkan perasaan-perasaan kita merusak diri sendiri. Ingat putus cinta tidak berhak dan karena itu tidak bisa dijadikan legitimasi untuk merusak kesehatan, mengganggu kuliah, atau membuat kita jadi jahat.

129. Tanya:
Saya takut. Bekas pacar saya masih terus mengejar-ngejar dan membuntuti saya. Dia pernah mengancam akan membunuh saya kalau saya tidak mau kembali padanya.

Jawab:
Di dunia ini tidak semua orang baik dan sehat jiwanya. Ada juga psikopat atau orang sakit jiwa. Mungkin bekas pacarmu termasuk golongan itu. Dengar baik-baik saran saya: kamu butuh perlindungan. Beritahukanlah secara gamblang kepada keluargamu, saudara-saudaramu, dan teman-temanmu masalahmu, supaya mereka ikut menjaga dan melindungimu. Putuskan semua kontak dan bersikaplah tegas namun tetap santun. Beritahu kepadanya bahwa jika dia masih membuntuti kamu maka kamu akan melapor ke polisi. Dan laksanakan sungguh-sungguh peringatan itu. Lebih baik mencegah daripada menyesal.

130. Tanya:
Saya seorang mahasiswi Kedokteran. Selama ini berprinsip bahwa perempuan tidak pantas lebih dulu menyatakan cintanya. Teman-teman saya menganggap saya kuno. Lama-lama saya berpikir, jangan-jangan mereka benar. Apakah saya harus mengubah pikiran saya?

Jawab:
Ya saya pikir teman-teman kamu benar. Mungkin kamu memang harus mengubah paradigma atau pola pikir yang mengatakan perempuan tidak pantas mengambil inisiatif, proaktif, kritis dan kreatif menyatakan cintanya. Pemahaman perempuan sebagai penerima dan penunggu (laki-laki pemberi dan pemburu?) adalah konstruksi budaya lama dan bukan ketetapan Allah.

Selain itu saya mau mengingatkan bahwa sebagai mahasiswi kedokteran tentulah kamu sibuk sekali belajar, dan seringkali “terkurung” di rumah sakit. Pertanyaan saya: jika hanya menunggu dan menunggu, siapa atau berapa oranglah yang tahu kamu ada? Selanjutnya, semakin tinggi pendidikan, semakin baik profesi (dan penghasilan) dan semakin cantik perempuan, banyak laki-laki akan berpikir ulang untuk mendekatinya. Kenapa? Mereka takut ditolak mentah-mentah. Sebab itu daripada menunggu (yang tidak pernah datang) mending bersikap aktif mengirimkan sinyal ke segala penjuru bahwa kamu available atau tersedia untuk lelaki baik-baik.

HKBP Lubuk Baja, Batam

6 thoughts on “129 pertanyaan tentang cinta

  1. Saya seorang pria, pernah menikah dan kemudian bercerai.
    Kalau kemudian saya berniat menikah lagi, apakah itu diperbolehkan?

    • Pdt. JR. Sitorus, STh “aturan gerejawi tidak boleh kecuali diceraikan kematian. keputusan hukum ceraipun tidak dapat diterima”

      Pdt. P.T. Sitio, STh“tergantung, kalo yang salah adalah istrinya dalam arti si istri berzinah dan menikah terlebih dahulu maka ia telah dianggap mati dan si suami boleh menikah lagi. tapi inipun harus di dukung oleh saksi-saksi yang dapat dipercaya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *