Puisi: EILANG dan KETIADAAN MU

Eilang…yang kering dan membatu

Bagaikan batu ribuan tahun di zaman purbakala
Lihat… tak ada lumut dan pohon yang tumbuh, gersang, kering dan rapuh…

Tak kala Sang Ilahi menangis
menatapmu dari tahta kebesaranNya
melihat mu kering dan membatu
Membatu bagaikan batu di zaman purbakala

Engkau sadar Eilang…
Tak kala hatimu kau zinahi
dengan segala kenajisanmu
congkak, egois, dan picik begitu bangga kau angkat bahumu

Katakan…katakan padaku
Apa yang telah meracunimu
hingga kau ditelanjangi…dizinahi
Lihat dirimu membatu,kering dan rapuh

Engkau sadar Eilang
Jangan, jangan berlari dalam lingkaran tak berujung
Jangan lagi kau zinahi kedudusan mu

Lihat…Eilang
Sang Ilahi menatapmu menghampirimu
Memeluk kenajisanmu dengan kasihNya
Terkadang Dia melepaskan, melepas jubah
kekudusanNya

Engkau tahu …
Dia bisa meremukkan batu
walau batu di zaman purbakala
sekalipun

Engkau tahu …
Dia bisa, Dia bisa memutuskan lingkaran yang tak berujung sekalipun

Cemohan, ludahmu yang kotor
Itulah yang sering kau lontarkan
kepada sang Ilahi atas kekesalanmu, kegundahanmu, kenapa?

Mengapa engkau gundah
Gundah dan muram bagai batu gersang kering dan rapuh

Mari Eilang … bersiaplah
Sang Ilahi akan menghancurkanmu
Menghancurkan dan meremukkanmu
Dengan darah dan kasihNya

Dengan darahNya
Yang akan meresap hingga ke lorong lorong nadimu
yang telah tercipta dari zaman purbakala
Menembus kerasnya jiwamu yang gersang kering dan membatu.. bersiaplah!

Puisi ditulis oleh: St.G.A.F. Siahaan, ST. (Wijk Batam Center)
HKBP Lubuk Baja, Batam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *