Puisi: Granada Pejuang Iman

Kasih yang kau tuangkan
bukan saja pada guratan kayu
Bahkan engkau ukirkan pada
Kayu kesengsaraan.

Wajahmu tak sebingar dulu
Disaat engkau sedang mencurahkan kasihmu
Hai pejuang pejuang iman Kristen sejati
Siapakah yang bisa melawanmu…

Kasih yang terpahat dalam hati sang pejuang ku
Tanpa pilih engkau rela pahatkan pada
Hati Serigala serigala kecilmu
Siapa yang berani berhadapan denganmu…

Tak satupun tanpa ragu
Semua cemohan, dengki
kecemburuan itu engkau hilangkan dari hatimu
Bagai tersapu ombak laut samudera raya

Lihat dirimu pejuangku
Siapa… siapa lagi yang berani membelamu
Semua hati membatu rapat tak bercelah
Teguh hati pejuang pejuang iman sejati ku

Lihat dia telah jatuh
Garanada … pejuang iman yang diagungkan itu!

Hebat…kita berhasil…mampuslah Granada
pejuang yang diagungkan

Begitulah nada sirik yang keluar dari mulut..mulut para
serigala serigala besar itu.
Lontaran kata kata yang meracuni hati nuraninya
yang menzinahi iman dan tuhannya

Bangkit, bangkit Granada
Jangan tidur dalam kesengsaraan mu
Dalam cerca iri dan perangkap besi
Yang mengurungmu

Tidakkah kau yakini iman dan perjuanganmu
Yang dengan iklas engkau b’rikan

Untuk serigala serigala kecilmu
Yang begitu haus akan kesaksianmu
Akan DIa yang berjuang bersamamu

Granada, pejuang iman sejati ku
Imanmu telah dimenangkanNya
didalam Jeruji besi yang menekanmu

Imanmu telah membawa kesaksian Ilahi
Membawa kesaksian iman sejatimu
Bagi serigala serigala kecilmu
yang membawamu ke tahta kemenangan, Amin.

Puisi ditulis oleh: St.G.A.F. Siahaan, ST (Wijk Batam Center)
HKBP Lubuk Baja, Batam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *